Atau Menyisir Kenangan sebagai Jalan Cerita

BAGI sebagian orang seperti saya,yang sedang menempuh studi sastra dan sejenisnya,memang menganggap puisi sebagai sebuah karya tulis yang memiliki nilai objektivitas akademis yang begitu至关重要,besanding dengan prosa dan戏剧。 Menyusun kata demi kata sedemikan rupa rimanya,berkonsep dan terkadang pilih-kasih di tiap proses kontemplatifnya。 Puisi adalah sebuah evolusi的“ menyuarakan kegundahan”杨梅纳里克·巴吉·佩尼克马塔尼亚,达·泰克库利·塞佩蒂·赛亚,红毛猩猩,印度的杨梅里克·巴里曼纳
Memang tidak ada disiplin ilmu pasti yang berhasil mengajarkan dan menjadi alat panduan untuk bagaimana cara menyusun kata-kata。 Yang sedikit saya tahu,adalah bagaimana pencarian,perumusan,pemutakhiran,dan penciptaan puisi itu ada pada散文说明了petualangan empiris dan和精神性的seorang penyair。
兰斯·赛亚(Lantas saya) Sialnya,justru menghasilkan satu buah puisi yang saya beri judul:
- 在手机上找到笔记。
- 狄更斯式
- 垂死的宇航员。 同情的外星人
- 让我们谈谈阿芙拉·贝恩(Aphra Behn):间谍,编剧,无名文学偶像以及女权主义者Badass周围的一切。
- Hos stel je in Godsnaam een bloemlezing van lhbt-literatuur samen?
安纳斯特西
苏拉穆·孟格玛·迪蒂杜尔库
meletup-letup
塞班蒂·扬·邦·乌班·乌潘·塞班蒂·杨
苏拉穆·门耶利纳普·迪伦冈·拉邦
Menciptakan keramaian di kepalaku
德汉·塞塞卡利·考·基里姆坎
ke ujung daun telingaku yang membiru
di mimpiku,考阿达拉鲁萨·杨·梅洛姆帕特·达里·桑加
考阿达拉rintihan hujan yang meminta untuk segera dipulangkan
“ kau sungguh-sungguh berhasil membuatku lumpuh”
sungguh nyaring suaramu,andai saja api itu bisa kupadamkan lebih dulu
普库尔Empat dua puluh
苏萨穆·西马金·乌萨(Suaramu Semakin utuh)
Pulanglah,tak akan pernah ada hati yang sepenuhnya sembuh
Cukup miskin memang diksi-diksi yang kerap muncul dari puisi saya di atas。 Menandakan kurangnya wawasan saya dalam pemilihan serta pemilahan kata yang acap kali diperoleh dengan banyak membaca,merenung,atau bahkan dengan sengaja menyumpit kata indah pada sajak-sajak lawas。
Saya sendiri tentu menyadari hal tersebut。 Tapi sebagaimana manusia yang waras,saya tentu ingin memulainya dengan hal yang berkesan。 Makul saja saat itu masih prototipe dan minim referensi。 Saya percaya,散文为tahu diri。 Dengan lebih banyak membaca buku — Mungkin saja — keniscayaan itu阿坎membentuk pribadi saya menjadi lebih bijaksana,peka,dan selektif memakai kata。
Mengutarakan Nasib ataukah Melupakan Pahit
Mengenal puisi sudah saya lakoni sedari ingusan dulu,tepatnya saat menapaki di jenjang sekolah dasar —凯拉斯·南·卡拉·图。 Baru Mengenal saja,belum akrab,apalagi tahu lebih dalam,perihal puisi dan teori penunjangnya。 Sepaham-sependek pengetahuan saya saat itu hanya sebatas rentetan kata-kata yang disusun dengan indah。 东方之花(Pula orientasinya yang masih saja berkelindan seputar rima dan suku kata)。
Benar-benar mengenal dan berteman dengan puisi adalah di mana saat saya menyandang身份sebagai mahasiswa。 Terlebih saya memilih –印度尼西亚的Justraan Sastra,印度尼西亚的yang kental akan nuansa literasi dan semangat kubu“ kanan kirinya”。 Dimulai dengan mengakrabi pionir dan tokoh-tokoh kaliber dalam sejarah puisi,Seperti: Chairil Anwar , WS Rendra , Taufiq Ismail , Goenawan Muhammad ,dan masih banyak lagi sehingga luput saya gerayangi。 Tak lupa penyair手印,cerdik,liris,melankromatik — penggabungan melankolis dan karismatik — seperti Mas Aan Mansyur , idola saya 。
Kepiawaiannya dalam mengolah kata amatlah敏感。 Misalnya saya ambil kutipan kalimat dari salah satu puisinya:
考扬丁丁迪克南(Kau yang dingin di kenang)。
Tentu sudah jadi barang yang maklum ketika penyair kondang seperti Mas Aan mencipta kata-kata yang magis seperti itu。 塔皮·巴吉·赛亚(Tapi Bagi saya),《塔克·巴塔·赛亚(Tapi Bagi saya)》,《马斯·特尔巴塔·巴塔》 Sesederhanakah puisi itu menyita perhatianmu? Kaitan sintaksis yang timbul antara panas-kening dan dingin-kenang seolah menjadi bukti bahwa menjalin kata di puisi tak melulu perhal makna mana yang paling大量的sehingga pembaca kadang kelimpungan memanhami dimanimani anthanimana dianahaniksak taisi semesta fonologis yang sebetulnya amat sederhana。
Lalu singkat kesempatan berlanjut dengan membeli buku-buku kumpulan puisi dan berakhir dengan membuat sebuah karangan puisi yang begitu pretensius tadi- jauh dari angan-angan solid dan penuh kepura-puraan。
后果
Terkesan tak mensyukuri nikmat Tuhan jikalau saya saat itu tidak meneruskan dan memutuskan untuk mengambil kuliah jurusan sastra。 Saya percaya Tuhan adalah sutradara帕林arif di jagad ini。 Sebagai karakter utama,saya cukupkan untuk sekadar menghayati adegan demi adegan yang telah termaktub dalam takdir。 Dengan menjadi mahasiswa sastra yang kelak dapat bergaul dengan rumitnya memahami dan mengutuki diri sendiri pada puisi-puisi di kemudian hari。
Selamat untuk segala pilihan。