明古杨天南

Pixabay。

Seorang perempuan muda duduk di kursi dalam gerbong kereta。 Tidak banyak orang bepergian di hari Minggu membuat gerbong itu tampak lapang。 Baru kali ini perempuan muda itu bisa memperhatikan interior kereta dengan pandangan yang lega sambil ia dekatkan kedua sisi risleting jaketnya。

Di hadapan perempuan muda,duduk seorang laki-laki usia lima puluh bersama anaknya yang sedang memperhatikan perempuan muda。

Perempuan muda mengambil kembali buku di pangkuannya。 Ia tarik pembatas buku yang dijepit ibu jari dan telunjuknya。 Lalu terbuka halaman terakhir杨艾巴卡。 Sorot mata perempuan muda memindai kertas itu,mencari paragraf yang mesti ia baca selanjutnya。 Anak di hadapannya itu kini memperhatikan perempuan muda sedang membaca。

Di setiap persinggahan stasiun,perhatian perempuan muda Dialihkan pada pintu kereta yang terbuka dan tertutup。 Pada wajah-wajah dan langkah-langkah orang-orang yang keluar dan masuk。 Dan Pada cara mereka menancapkan bokongnya di kursi。 Bagi perempuan muda,semua itu adalah rangkaian dari totalitas pengalihan atas kebosanan pada dunia。

Seperti kursi-kursi lain dalam gerbong itu,kursi di sisi perempuan muda juga berganti-ganti pesinggah。 Perempuan dan laki-laki dari macam-macam usia。 彭邦邦巴鲁,彭邦邦喇嘛。

Kereta sudah singgah di tiga stasiun。 Sekarang perempuan muda mengambil pembatas buku yang sebelumnya ia letakkan di halaman belakang。 Benda itu pun berpindah pada halaman terakhir yang ia baca。 Dan sorot mata perempuan muda berpindah pada anak laki-laki di hadapannya。 Lalu perlahan pandangannya memeriksa ke setiap penumpang di gerbong itu。

Pada persinggahan stasiun ke empat,印度教教士,印度教教徒,印度教教徒,印度教教徒,印度教教徒。 Dan Pada cara mereka menancapkan bokongnya di kursi。

Seperti kursi-kursi lain dalam gerbong itu,kursi di sisi perempuan muda juga berganti-ganti pesinggah。 Perempuan dan laki-laki dari macam-macam usia。 彭邦邦巴鲁,彭邦邦喇嘛。

Bel stasiun berbunyi。 Kereta kembali meninggalkan peron,roda-rodanya menggilas rel yang menjerit-jerit。 Seorang penumpang baru yang duduk di sudut kursi tengah mengambil sebuah小说dari ranselnya。 Ia membuka buku itu dan tenggelam dalam kata-kata。

Sementara perempuan muda memperhatikan si penumpang baru。 Lalu pandangannya kembali memeriksa penumpang di setiap gerbong itu。 Perempuan手镯diam untuk berapa喇嘛setelah tidak ada penumpang yang terlewat dari pemeriksaan pandangannya。

Perempuan muda kemudian berjalan mendekati si penumpang baru。

Di hadapan penumpang baru,perempuan muda langsung mengumumkan niatnya pada laki-laki yang sedang membaca di kereta itu untuk menikah denngannya。

Kereta singgah pada stasiun ke lima。 Keluar dari kereta si laki-laki usia lima puluh bersama anaknya yang sejak awal duduk di kursi di hadapan perempuan muda。 Dan Masuklah Para Penumpang baru。

Lalu Bel Stasiun Belbunyi。 Kereta kembali meninggalkan peron,roda-rodanya menggilas rel yang menjerit-jerit。

Laki-laki usia lima puluh itu menggandeng anaknya berjalan di atas peron。 Mereka menuju toko buku terbesar di kota,yang berjarak dekat dengan stasiun perhentian mereka sait itu。

Si anak kegirangan saat sampai di toko buku。 Dengan perbuatan seorang pengasuh,laki-laki usia lima puluh itu mengikuti anaknya yang kini melangkah di muka。 Dan gandengan tangan mereka masih terpaut。

Anak laki-laki itu menyusuri rak-rak buku yang menjulang dua kali tingginya dibanding ia sendiri。 Satu tangannya yang dalam keadaan bebas ia gunakan untuk menunjuk-nunjuk buku,tetapi lebih banyak diseretnya menyentuh rak-rak dan buku-buku。

Kepala laki-laki usia lima puluh itu menoleh ke sana kemari。 Tidak Mengetahui betul buku apa yang hendak dicari,selain menemani anaknya membeli buku sekolah dasar。

Seorang perempuan pegawai toko buku menghampiri mereka untuk menawarkan bantuan。 Mereka pun menerima tawaran si pegawai perempuan dan membuat keduanya kini mengekor padanya。

Hanya berjalan belasan langkah mereka sampai di barisan rak buku sekolah dasar。 Dengan Nada Datar,Laki-Laki Usia Lima Puluh itu Memuji Pegawai Perempuan。 “ Seperti sulap,langsung ketemu。” Pegawai perempuan hanya membalas dengan senyum singkat。

Perhatian keduanya kini tertuju pada anak itu yang sudah melepas gandengan tangannya dan berdiri di depan buku-buku yang berbaris di rak。 Buku-buku diambil,dibuka,ditutup,dan diletakkan kembali ke tempat asalnya oleh si anak laki-laki。 Ia hanya tertarik melihat gambar-gambar yang ada dalam buku。

Hampir semua buku yang bisa dijangkau anak laki-laki itu mendapat perlakuan yang sama。 Kecuali sebuah buku yang menjadi tujuannya ia boyong ke dalam kantong belanja。

Sekonyong-konyong muncul hasrat dalam diri laki-laki usia lima puluh untuk mencari buku-buku sulap sebelum mereka beranjak ke tempat pembayaran。 加里·伊尼(Kali ini),伊万·梅尼塔·班唐·佩加瓦伊·佩佩卡伊·佩兰卡伊·佩兰卡伊·佩兰卡伊

Diraihnya tangan anak laki-lakinya。 Mereka bergandengan kembali dan kembali membuntuti pegawai perempuan。 Raknya cukup jauh dari tempare mereka berdiri。 Namun tidak sejauh imajinasi laki-laki usia lima puluh itu untuk berhasil memainkan sulap。

Minat serta bayang-bayang keberhasilan memainkan sulap baginya menjadi pelipur lara atas kesepian usia tua。 Supra menjadi tontonan saluran televisi kesukaannya di rumah。

Di hadapan rak buku-buku trik dan latihan sulap,laki-laki usia lima puluh itu melepaskan gandengan tangan pada anaknya。 Ia cari judul yang paling孟达萨尔·达里·舒拉普。 Dibuka dan dibacanya。 Sementara si anak berjalan-jalan di dekat kakinya sambil menenteng kantong belanja。

Akhirnya situasi itu membuat si anak cepat bosan dengan tingkahnya sendiri dan memutuskan untuk berjalan lebih jauh dari kaki laki-laki usia lima puluh。 Ia melihat-lihat gambar样本buku-buku。

Si laki-laki usia lima puluh itu menoleh ke anaknya,memastikan masih dalam jangkauan mata。

Seruan pengeras suara terdengar di toko buku itu。 Disampaikan permohonan kepada seseorang yang disebutkan namanya untuk hadir di kantor direksi。 Pegawai perempuan pamit undur diri dari daki laki-laki usia lima puluh itu tepat ketika ia memperingatkan anaknya untuk tidak berjalan terlalu jauh。

“ Jangan jauh-jauh,nak,nanti hilang,” kata laki-laki usia lima puluh。

Saat itu juga,di hadapan mata laki-laki usia lima puluh itu,si anak hilang tanpa jejak dan suatu tanda apa pun。 Hilang Bagai Angin Yang Menyatu Dengan udara。 Di waktu yang sama pegawai perempuan sudah berbalik badan dan berjalan ke ruang direksi。 Nasib tidak mengizinkannya melihat persitiwa itu。

Pegawai perempuan berjalan tanpa rasa penasaran。 Pikirnya menduga itu hanya panggilan biasa untuk memberitahu tugas-tugas tertentu yang perlu ia kerjakan。

Di ruang direksi sudah hadir pula kekasih si pegawai perempuan。 Kepada direksi,kekasihnya menyampaikan bahwa ada persoalan keluarga yang tidak bisa ditunda untuk dibahas。 Sehingga kekasihnya itu meminta waktu bertemu segera mungkin。 Perihal tersebut belum diketahui si pegawai perempuan。

Pegasani perempuan itu menempati kursi di hadapan direksi dan tepat di samping kekasihnya。 Direksi memencet tombol pada alat pengatur mesinendingin ruangan untuk menaikkan suhu yang sudah terasa kelewat dingin。

Sejurus kemudian,laaki-laki kekasih pegawai perempuan itu menarik keluar手枪dari saku jaket hitamnya。 Gerakan cepat tangannya Menyapu udara dan hanya sedetik kemudian kepala si pegawai perempuan sudah ditembus peluru。

毛茸茸的melesat melalui peluru ke kepala direksi dan menghentikan的lenrit jerit histerisnya ketika menyaksikan takdir pegawai perempuan itu。 Darah dan isi kepala pegawai perempuan dan direksi kini bebercak di meja dan wajah si laki-laki。