

Redaktur menugaskan aku hari ini untuk melakukan peliputan kedatangan keluarga dari tiga tubuh tak bernyawa yang didakwa teroris oleh kepolisian。 Kepalaku terasa berat pagi ini setelah tadi malam berkelahi dengan seorang bajingan yang memukuli寻求者anjing。
Saat itu aku sedang melintas di Jalan Pejaten Raya。 在北京静静静静地生活。 Ia menendang anjing itu hingga tersungkur hampir masuk ke dalam selokan。 Aku langsung berlari ke arahnya dan berhasil mendaratkan tinju tepat di wajahnya yang menyebalkan。
Kalau saja aku terlambat satu detik,Mungkin Tinjuku Akan Meleset dan memberinya waktu untuk membangun pertahanan dan serangan balik。
Tinjuku Hampir Menjatuhkannya kalau saja ia tidak berdiri cukup dekat dengan mobilnya。 Laki-laki berambut tipis itu bangkit lalu mengumbar sumpah serapah padaku。 阿库·贝尔迪里(Aku berdiri),赞比亚(Santall)泰达(Ten) Kami berkelahi sekitar利马belas menit。
- 当纳粹是纳粹时:凯瑟琳·伯德金的《'夜》 艾米·斯特吉斯教授
- 2018年利基(Riche)前三名出版物
- 言语与引力
- 前三名BBB(ounão)的撰稿人ObrasLiteráriaspara ajudar
- 水下文明如何发展-第2部分:历史的开端
Dalam perkelahian saling membalas pukulan itu,aku menganggap hasilnya seri,karena kami sama-sama berhasil membuat darah mengalir dari bibir dan hidung。 Perkelahian itu berhenti setelah kami bersepakat menghentikannya karena kelelahan。
Kami saling mengejek,menyebut payah,dan tak ada perempuan yang ingin laki-laki payah。
Aku melanjutkan perjalanan pulang,berbelok ke kanan ke Jalan Jatipadang Utara,lalu ke Jalan Jatimurni。 Di gang-gang sunyi pukul dua malam itu,suara langkah kakiku berpadu dengan deru angin dan gemerisik tikus-tikus di sudut dinding。
Sesekali aku mendongakan kepala,印度女孩,印度女孩,印度女孩。 Tiba di kamar indekos aku langsung berbaring dan terlelap。 丹·帕吉·伊尼(Dan pagi ini),塞班·丹根·凯帕拉·杨·贝拉
Aku tiba di Rumah Sakit Polisi Kramatjati sekitar pukul sembilan lebih tiga puluh。 Sudah ada beberapa jurnalis yang menunggu di depan ruang autopsi。 Menurut informationasi yang kudapat,耶纳扎阿坎迪杰普特sekitar pukul sebelas siang。
“ Habis berkelahi semalam?” Tanya Sokra,雪兰州德曼yang sudah lima tahun dengan profesi yang dianggapnya mulia itu。
“卡琳娜·安培(Karena Membela Anjing),”
Aku sendiri tidak menganggap jurnalis sebagai profesi mulia。 Bagiku ini sebuah pekerjaan agar aku bisa menetap di Swiss atau Norwegia suatu hari yang akan datang。 Segala sesuatu tak ada yang bermakna sebelum sesuatu yang lain memberinya makna。
Seperti Anjing Memberi Maki Terhadap Roda Mobil Sebagai厕所。 Begitu juga manusia mencoba memberi makna hal-ihwal untuk memudahkannya menggunakan otot,sendi,dan proses biologis lainnya dalam bertahan hidup。
Meski baru berjalan singkat dari tiga bulan pertemananku denngannya,aku sudah banyak mendengar cerita Sokra。 Lulus sebagai sarjana pendidikan,例如,Jakarta selama sepuluh bulan。 空气mukanya selalu tampak antusias bila menceritakan pengalamannya sebagai大师。
Sebagai penceramah yang ulung,tentu saja aku tak heran dengan ceritanya itu。 Orang-orang杨berhasil diyakinkan untuk mendengarnya bercerita selalu tampak terhanyut dan pulang dengan keyakinan sudah mendapat pengetahuan yang cukup untuk meyakinkan orang lainnya。
Pernah kutanya padanya,bagaimana kalau semua pengetahuan adalah omong kosong belaka。 Kemudian ia menjawab,bahwa tidak mungkin semua pengetahuan itu omong kosong,kecuali dunia ini adalah neraka。
Sama sepertiku,伊亚·雪兰扬·拉普·孟巴卡·布库。 Upahnya,meski tak sebesar upahku,seperempatnya ia gunakan untuk membeli buku。 Baginya pengetahuan adalah杨utama。 Dan ia menyebut tak ada orang jahat,melainkan orang yang tidak tahu。
Ia selalu ingin orang lain mendengarkan apa yang diketahuinya。 Belakangan aku tahu itulah阿拉萨尼亚beralih pekerjaan menjadi jurnalis。
“ Aku ingin apa yang aku saksikan bisa kuceritakan pada lebih banyak orang,lebih dari sekadar muridku di kelas dan rekan guruku,” ujar Sokra,pada suatu malam usai kami secara tidak sengaja kanukansahékandi suka diani 。
Hampir pukul sebelas saat seorang dokter dengan jubah putihnya masuk ke ruang autopsi bersama dua orang polisi,杨萨图berkacamata。 Aku ingat seorang polisi petugas jaga yang kukenal di rumah sakit pernah mengatakan padaku,tidak ada sistem pengamanan yang khusus dalam penjemputan jenazah teroris。
Dengan begitu keherananku hilang mengamati tidak ada gerak-gerik yang mencolok meski hampir tiba waktu penjemputan。 Keluarga dari orang-orang mati itu bisa datang kapan saja tanpa sepengetahuan mata pers,biadanya diantar oleh beberapa orang pihak berwenang。
Sementara menunggu,aku melanjutkan permbicaraan semalam dengan sahabatku seorang Filipina melalui pesan teks。 Kami Senang Membicarakan电影Yang Kami tonton。 Pembicaraan semalam berkisar pada etika situasi sebagai buntut dari sebuah电影yang kami tonton dua hari yang lalu。
Aku setuju pada tokoh utama yang membunuh orang lain untuk mengembalikan hasratnya untuk hidup。 Sebagai seorang filsuf,kupikir hasrat hidupnya lebih bernilai daripada hakim licik itu。 Lagi pula dengan membunuh keparat itu,si tokoh utama telah menyelamatkan sebuah keluarga dari hukum licik yang dibuat-buat。
Ditambah lagi kolega-kolega si keluarga juga terhindar dari penggunaan simpati yang tidak perlu dan setidaknya masyarakat terselamatkan dari satu bajingan yang mengatur hukum mereka。
Hannah sahabatku itu tak sepenuhnya sependapat denganku。 Menurutnya ada cara lain untuk menyelesaikan masalah itu。 Baik masalah si tokoh utama,keluarga korban hakim licik,dan hukum masyarakat yang diatur orang-orang licik。 Ia sadar betul penyelesaian dengan cara lain yang dimaksudnya membutuhkan waktu lebih lama。
Hannah Menyarankan si Tokoh utama,Yang Tak Mampu ereksi karena kehilangan hasrat untuk hidup,menyelesaikan masalahnya dengan memiliki seorang sahabat。 “ Sebagaimana aku menjadikanmu sebagai sahabatku satu-satunya”,katanya padaku。 Itu bila si filsuf tidak mempercayai kemampuan psikolog,psikiater,atau ahli-ahli agama。 Dan kami meyakini memang begitu。
Keluarga yang menjemput tiga tubuh itu tiba sedang berjalan mendekati ruang autopsi,tepat saat aku mematut kalimat terakhir dari balasan pembicaraan dengan sahabatku。 Bersama beberapa pihak berwenang,mereka masuk ke dalam ruang dengan bau yang tak aku sukai itu。
Kami para jurnalis terus mengiringi mereka sambil mendokumentasikan peristiwa yang menjadi tujuan kami di tempat itu saat itu。 Mereka sudah masuk ke dalam ruangan itu,sedang kami tertahan di depan pintu dan terus mendokumentasikan。
Keesokan paginya aku membaca sebuah koran yang tergeletak di meja kantor。 Sebuah kalimat besar di halaman depannya tertulis,“ Teroris Menyerang Rumah Sakit Polisi”。 Kuduga hari ini aku akan meliput di tempat yang sama dengan kemarin。
Pagi ini kantor terlalu sepi放弃了hari-hari biasanya。 Hampir tidak ada orang kecuali pegawai kebersihan。 Tidak Seperti biasanya,Bella aku menginap di kantor petugas jaga akan membangunkanku。 Tetapi tidak di hari ini。
Aku Berjalan ke bagian luar untuk bertanya pada penjaga。 Aku melihat berbaris pada表示halaman kantor,puluhan karangan bunga duka cita。 Dan kutemui namaku ada pada rangkaian kalimat karangan bunga duka cita itu。
伊尼·梅斯蒂·贝坎达(Ini mesti bercanda),皮基库。 Aku memanggil-manggil penjaga di mejanya,Namun ia Tak Mendengar。 Kemudian aku berlari ke tempat aku menemukan koran yang tadi kubaca。 Sebuah kalimat tertulis:
“ Serangan teror terjadi saat keluarga jenazah teroris menjemput jenazah di ruang autopsi。 Ledakan Bom mengakibatkan 30 orang tewas,13 di antaranya adalah jurnalis yang sedang melakukan peliputan。”
Pada Bagian bawah tulisan itu tertera daftar identitas korban tewas。 Dari daftar itu aku menyadari,akhirnya aku tidak ada。