马拉凯特

Senja Tanggal 4 (Empat)卡利·伊尼·赛当·麦格慕·胡赞 Langit kemerahan bercampur rinai hujan menjadi teman secangkir kopi hitam。 Kopi itu berusaha kusesap secara perlahan,menikmati setiap tetes pahit yang melewati tenggorokan,seraya memejam mata,teringat kisah yang pernah ada,yang membuat aku berubah,berubah menjadi lebih melankolis 达里帕达·塞贝鲁姆尼亚

Jadi begini,

Kala itu entah tanggal berapa aku lupa,yang jelas kota sedang dibalut gerimis lembut ketika aku harus menghadapi kenyataan bahwa kisah kasih ku telah usai dan aku gagal,拉吉。 Entah apa yang terjadi,dia genggam erat tanganku beberapa detik sedang harapan digenggamnya tanganku untuk selamanya。 Hanya Dengan Mata ,Ia Mampu memorak-morandakan segala sesuatu yang kubangun dengan keteraturan harus hancur dalam sekejap。 帕达哈尔(Padahal)吉卡·迪安加( Padahal jika diingat); tidak se-dramatis kisah yang di ceritakan para budak —布达·萨亚克·辛塔。

Hingga ada satu masa aku bergerak dalam papan aksara,meneliskan cerita yang lain,cerita yang baru。 Menghapus segala kenang yang melekat di ingatan。 丹,拉吉拉吉·阿库·加加尔。 。 。

Tetapi aku tak apa,batiku ia tetap istimewa。 Bagiku ia adalah malaikat yang sedang menyamar dalam bentuk dirinya。 Malaikat yang diturunkan Tuhan untuk menjatuhkan bom atas dosaku,bom yang menghancurkan seluruh harapku,hidupku,dan dimensiku。 Malaikat yang tak bisa kubenci walau telah menghancurkanku。

Mungkin bagi beberapa orang aku tak waras,tak membenci sesuatu yang menyakitkan,yang menghancurkan。 塔皮·马夫(Tapi maaf),洛吉卡·特拉(matika)。

Ia adalah alasan jika perpisahan adalah hal terburuk yang Tuhan pernah limpahkan。

Ia adalah alasan bahwa peluknya adalah candu yang dibutuhkan ketika beban menjadi pedang yang menyerang menyakitkan。

Dan karena ia adalah Malaikat ku。

2018年12月4日。

– aptana.a –