Bukan Aroma Permen Kapas yang Ada Di Pasar Malam

Oleh:扎卡里亚

“ Apa-apan ini”,kataku。 “ Untuk apa kau beli sebanyak itu?”

“拉梅曼斯托克北苏打哈比斯角,” jawab istriku。“梅曼尼娅·卡穆·毛·基希杜潘·迪·拉玛尼·伊娜·特拉萨·帕希特·坦帕·阿丹亚·古拉。”

“ Kalau Kamim tahu,aku bisa diejeknya。”

Ndak usah peduli,”颚婆istriku。 “迷你市场的Tadi aku ketemu istrinya Kamim yang juga sedang mencari diskonan di”

“塔皮……姆巴克亚,詹甘·贝利·古拉·凯马桑·图坦。 Lebih baik beli gula klanan di warung tetangga kita,” kataku。 “ Sekarang kutanya,’selain diskon,apa istimewanya gula kemasan itu?’”

恩达克·阿达 。 Sama seperti kamu,” celetuknya,“ Hanya punya ladang tebu seluas 50 ru,tapi masih kupilih menjadi suamiku。”

“ Ya beda dong,” bantahku tak terima。 贝纳尔(Banar,bahwa ladang tebu seluas 50 ru itu terlalu sedikit)。 Tapi itu nyata milikku,baik tanahnya maupun tebunya。 Bahkan tebunya masih bisa kutanam di halaman belakang,十岁的东古人。 Tidak seperti diskon di minimarket yang nyatanya hanya diberikan saat produknya akan segera kadaluarsa。 “ Jangan samakan aku dengan produk gula kemasan itu。 甘巴尔·邦古斯·德潘妮娅· 萨亚·达达·杰拉斯。

Istriku diam,tidak membalasku。 Ia menyibukkan diri dengan gawainya yang paketannya cukup menghabiskan uang kami itu。 Kucoba memancingnya,Namun ia tetap diam。 Ia hanya sedikit melirik ke gambar depan产品produk gula kemasan itu ketika kukatakan,“ Lihatlah gambar di bungkus depannya! Masak ada Petani古拉杨berpose mirip penjual nasi。 Pastu itu njiplak gambar gudegnya Yu Patmi。”

“苏达拉。 Daripada kamu menganggapku tidak ada,lebih aku berangkat ke ladang”,kataku lagi,sembari mengambil cangkul,sabit dan perlengkapan lainnya。 Mungkin pulangku agak疮。 阿库……”

“阿库·塔胡(Aku tahu),美纳吉(Menagih)DO [1]-古拉扬(beula)杨贝隆·迪巴亚尔·卡米姆(kanim kan)?”塞尔加尼(Sergahnya)。 “ Sekalian saja,minta gula dua karung。 Biar kamu ndak mengomeliku lagi。”

“马夫·宾(Maaf Bin),”卡塔姆·卡米姆·凯蒂卡·库敏泰(Kaminim ketika kumintai)DO-an古拉·扬·贝卢姆·迪巴亚尔坎(kamu harus memilih salah satu:gula atau uang)。

“ L,阁楼?” tanyaku。 “ Tahun kemarin,aku masih dapat uang satu juta加上dua karung gula。”

“ Iya Bin,itu tahun kemarin,” kata Kamim。 “ Tahun ini aturannya begitu。 Ada surat edaran dari pabrik gula yang menyebutkan petani tebu dibebani pajak sepuluh persen。”

“ Picek。 Kenapa kamu ndak mengatakannya sebelum tebuku ditebang?” kataku。

“ Sekali lagi maaf Bin。 阿库卢帕。”

“ Enteng sekali”,kataku。 “ Kamu kira berapa kg keringat yang harus kami,petani tebu,peras untuk ngopeni tebu yang panennya satu tahun sekali itu。 Lanjutku,“ ini tidak adil! Seharusnya tengkulak tebu sepertimu yang harus dibebani pajak itu。”

Wajah Kamim Menebal。 Tapi ia mencoba mengendalikannya。 Memang seperti itulah Kamim,丹·特曼·特曼·塞普罗菲西尼亚。 Mereka itu adalah ular,pemangsa yang kami takuti,tapi juga kami dambakan。 Mau bagaimana lagi,tanpa mereka kami,petani tebu,yang hanya rata-rata punya ladang tidak lebih dari 100 ru,tidak bisa menggilingkan tebu di pabrik gula。 Seharusnya,贾里卡·杨·迪贝巴尼·帕贾克。 “塔皮·孟加帕·卡米?” tanyaku lagi。 Kamim masih diam。 Ia juga tahu bahwa kami ini tidak punya ladang seluas 5 hektar,sebagaimana yang disyaratkan oleh pabrik gula untuk petani yang mengingikan bisa menggiling tebunya。 “ pasti ini hanya akal-akalanmu dan teman-temanmu?”

“ Kalau iya。 Kenapa? Kamu mau melawan?” kata Kamim meluapkan kemarahannya。

“嘿,”哈迪克·库克(yang segera kulanjutkan dengan) 赞美喀拉拉邦kaos Kamim。” Bajingan busuk seperti kalian tidak pantas untuk kami lawan。 Sekarang,serahkan saja uangnya。 塞杰拉!”

Ketika telah kulepaskan cengkiwinganku ,Kamim masih menatapku dengan mata melotot。 “ Cepat!” perintahku。 Baru,ia segera mengambil uang dan diserahkan padaku。 “ Hitunglah,” katanya。 “ Tidak,” kataku。 Cuih,Kuludahi Mukanya,Sambil Berlalu Pergi Meninggalkannya。

Aku pun pulang tanpa membawa pesanan istriku karena dua karung gula tidak bisa mengenyangkan perut kami。 Ia pasti paham,gawainya juga tidak akan berguna tanpa adanya uang untuk membeli pulsa。 “ Dek,” sapaku begitu melewati pintu masuk rumah tinggal kami。 Namun Tak ada balasan。 Kucari di kamar,伊达提达 Ku cari lagi di kamar lain dan di ruang tamu,ia tak ada di ruangan-ruangan itu。 Hanya di gudang kutemukan jejaknya:berbungkus-bungkus gula kemasan yang sudah tidak ada isinya。 Tak Mungkin ia membuangnya,pikirku。 Tapi ini aneh。 Tidak biasanya ia menghabiskan barang yang baru dibelinya dalam satu kali pakai。 Aku harus menegeceknya di dapur。

钾香气yang tidak asing lagi saat kakiku melangkah ke dapur。 Semakin dekat,aromanya semakin terasa pekat di hidungku dan menempel kuat。 Aromanya tidak seperti harumnya permen kapas yang biasanya ada di pasar malam。 Lebih seperti perpaduan antara wangi dedaunan dan manisnya kehidupan。 Itu adalah香气tebu yang sedang dipanggang dan香气gula yang direbus dalam kuali besar。

Aku menatapnya,“ Dek,kamu sedang membuat apa?”

“ Kolak,Mas”,卡塔·伊斯特里库(kata Istriku),桑比尔·贝迪里·丹根·坦甘妮娅·西布克·孟加杜克·阿杜克·纳西·图姆布·凯西尔。 “ Gimanaposeku sudah mirip belum dengan gambarnya gudeg Yu Patmi?”

[1] Nota barang。