评论Buku Walter-Sinnott-Armstrong, 再想一想:如何推理和争论 (2018)
Oleh:Naldo Helmys
Judul:再想一想:如何推理和争论
Penulis:沃尔特·辛诺特-阿姆斯特朗
Penerbit:鹈鹕
塔恩比特:2018
Tebal:xii + 289
Mahasiswa saya ,kata Sinnott-Armstrong memulai narasinya, belajar bagaimana cara berargumen,ketika dunia kehilangan keterampilan ini 。 Ungkapan itu disampaikan sebagai bentuk keresahan yang menghinggapi diskursus dan komunikasi politik kiwari。 Tidak di mana-mana,baik di barat maupun di negeri sendiri。 Selama masa-masa kampanye dan pemilu,wacana politik hilang substansinya,dan hanya menggaungkan口号,tuntutan,guyonan,dan cemoohan(p。xi)。 Itulah mengapa,pertama,buku kecil ini penting untuk dibaca publik,terutama pada masa-masa panas politik,ketika narasi politik digoreng dalam minyak panas kata-kata omong kosong。
Membangun pembicaraan yang argumentsatif mutlak diperlukan dalam kehidupan berdemokrasi。 Keterampilan ini adalah kunci bagaimana kepentingan berbagai komunitas sosial diperjuangkan。 Dengan Argumen,yang rasional tentunya,setiap orang memiliki kekuatan untuk mengatakan yang benar itu benar,dan yang konyol itu menggelikan。 Menariknya,bagi Sinnott-Armstrong,tujuan berargumen yang baik bukanlah untuk saling menjatuhkan,menelanjangi kelemahan lawan,atau mempermalukan oposisi,melainkan untuk saling memahami satu sama lain dan koghargi byang 。 Saling memahami? Keterampilan yang jauh lebih sulit dari sekadar berargumen,bukan?
Sinnott-Armstrong dalam buku ini menampilkan dirinya sebagai cerminan dari masyarakat beradab。 Kesispahaman tidak diperuntukan bagi kaum fasis,rasis,atau radikal fanatik,kaum-kaum yang tidak akan mungkin diajak kompromi dalam lintas kepentingan dan ragam gagasan。 Dia realistis bahwa pentingnya berargumen dan menyajikan alasan yang masuk akal tidak mudah dilakukan,terutama di kalangan politisi。 塔皮(Tapi),塞巴加马纳纳(yang)dia yakini,伊尼·穆拉帕坎·萨拉(sati)卡拉安普(gapuh) Ketika Media sosial dibanjiri oleh konten-konten tidak berfaedah,米沙尼亚。 Yang Pintar ngomong dapat表示“喜欢”,yang ngomong dengan akal dapat表示不喜欢 (第5页)。
Dalam praktiknya,berutgumen yang sehat bukan satu-satunya cara untuk membangun kesepahaman。 Skil Lain seperti kerendahan hati(tidak menganggap sebagai pemilik mutlak kebenaran),keluwesan(termasuk mengakui poin-poin yang baik dari pihak lawan),kesabaran(mau memberi waktu akaksakakan dan gakankan kakadakan) mampu menangkap poin brilian dari argumen kita),juga diperlukan tentunya(第10页)。 肯蒂蒂达克(Kendati tidak)班纳克(Benak Mengulas)坎特兰皮兰(Kentampilan lain tersebut),帕林蒂达克(paling tidak),布库伊尼(Buku ini)memberikan rambu-rambu apa yang harus dilakukan和dan apa yang bisa dilakukan。
印度杜克大学法学院的法学硕士Etika Praktis di Jurusan Filsafat dan和Institut Kenan Etika di Duke University。 提达克·坦帕克(Tidak tampak)凯珊·彭里斯(Kedan Penulis)阿达拉·彭加哈尔(karena memang setiap bab dalam) 再想一想,哈迪尔·达兰(hadir dalam bahasa sehari-hari),丹甘·孔托·杨·德卡特·丹甘·克西杜潘千禧年。 Ada sebelas bab,di luar pengantar dan kesimpulan,yang dibagi ke dalam tiga bagian。
Bagian pertama( Why Argue? )真实的太阳原始的太阳sekarang tengah dihadapi masyarakat民主,仰光的印度个体化了的memahami个体了。 Pada bab satu( So Close and Yet So Far ),米沙尼亚,青霉病,白斑病,南极疟疾。 Ada kecenderungan manusia hanya berteman dengan orang-orang yang sepemikiran。 杨提达塞德? Yang berbeda dari identitas,kebiasaan,dan perilaku kita,ya dieksklusikan。 Dalam kajian konflik,di luar buku ini,polarisasi ini adalah salah satu akar yang membuat kelompok berbeda terjebak ke dalam eskalasi konflik kekerasan。 Sinnot-Armstrong tidak terlalu jauh melihat konsekuensi politis dari polarisasi ini,tetapi dia memberikan alasan meyakinkan mengapa masyarakat harus meruntuhkan sekat-sekat ini。


Bagian kedua( 如何争论? )berisi beberapa bab praksis sekaligus reflektif。 Ada beberapa hal yang dibahas di sini,yaitu cara membedakan mana yang termasuk berargumen dan yang tidak,kapan harus berhenti berargumen,serta cara menyelesaikan dan mengevaluasi argumen。 Setiap bab disajikan dengan menarik dan contoh yang ringan,Misalnya ketika menjelaskan apa itu argumen,Sinnott-Armstrong tidak memberikan definisi,tetapi memberi beberapa contoh apa yang tidak termasuk berargumen。 Melecehkan atau membujuk bukanlah berargumen。 伊塔拉·阿古曼(p。99-112),《正义与发展》的成员。
Bagian terakhir( How Not to Argue )merupakan dua bab singkat yang mewanti-wanti pembaca terhadap argumen konyol,yang mungkin saja dapat membuat kita menghambur-hamburkan uang。 Argumen berbahaya atau merugikan,salah satunya disebabkan oleh adanya sesat pikir( 谬误 )。 Peringatan ini mungkin hadir dalam berbagai buku teks tentang logika yang memuat istilah dan bentuk sesat fikir beserta contohnya。 Sinnott-Armstrong tidak jauh lari dari hal tersebut,泰塔皮乌拉桑邦lebih enak dibaca dan sederhana。 Alih-alih Menjelaskan sesat pikir dalam bentuk pengertian-pengertian,penulis langsung memberi contoh lewat berkisah。 Barangkali,penjelasan sederhana itu dapat dikembangkan karena dari awal,Sinnott-Armstrong(p。218-219)memberi dua poin penting soal apa yang membuat pikiran jadi sesat pikir:kesamar-samaran( vagueness )dan keran。 Beberapa contoh sesat pikir yang sering dihadapi dalam membangun Argumen terdapat pada bab terakhir,哈苏斯·哈拉曼261–262。 Pembaca bisa langsung tertuju kepadanya sebagai pengingat praktis。
Masih dalam Bagian terakhir dalam bukunya,Sinnott-Armstrong menulis bab singkat terakhir tentang cara menolak argumen seseorang。 Bisa Saja,Seseorang Tidak Sepakat Dengan Lawan Bicaranya。 Bisa Saja,Seorang Theis Tidak Sepaham Dengan Seorang Atheis,Atau Sebaliknya。 塔卡(Tapi),塞卡达(Sedadar berkata)“ tidak,saya tidak sepakat”。 Dalam contoh theis-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe-thethe该该组织的第39页,第249页。
Secara umum, 再想想 karya Walter Sinnott-Armstrong memaparkan dengan sederhana mengapa kita harus berargumen,apa itu argumen,bagaimana cara berargumen,dan bagaimana cara menelai argumen kita sudah didukung oleh 原因 yang kokoh。 Kontennya mirip dengan buku teks ilmu logika yang mungkin jadi pegangan mahasiswa,tetapi tentu saja buku kecil ini dapat dibaca dan dipahami oleh kalangan umum。 Disarankan,remaja,mahasiswa,para pecandu media sosial,atau siapapun,melirik buku ini dengan serius agar status facebook,dan tagar twitter tidak melulu diisi oleh banyolan dan jargon non-ststantif menjelang pilpres yang makin tidak kondus。