
Mungkin aku sudah berjalan menyusuri padang rumput hijau yang basah karena hujan mengguyur seluruh desa di Marchiennes。 Padang rumput terbentang luas hingga ujung perbatasan。 Aku Berjalan Tak Tentu Arah Sambil Berpikir Apakah 100 sous Bisa Menyelamatkanku Hingga esok hari?
Mungkin aku sudah siap menunggu seseorang bernama Shamil untuk Menyerahkan dirinya,dengan begitu tumpah darah di pegunungan达吉斯坦dapat dihentikan untuk sementara。 Walaupun sementara,tetap saja,itu merupakan sebuah kedamaian。 Magekin juga sebenarnya aku tidak siap menunggunya karena dinginnya Dagestan begitu menusuk,孟买公交车tulang-tulang。 Tetapi,Mungkin aku Malah bertemu seorang perempuan cantik bermata hijau yang berbahasa jelita。 Di pikiranku sudah kurendahkan lututku seraya menyembahnya di jalanan Sorbonne tanpa pernah lupa kekacauan dan tumpah darah di kampung halaman。 是的,sejujurnya untuk beberapa detik,aku lupa。 Hanya malu mengakuinya。
Mungkin juga kebalikannya。 Mungkin aku begitu terpaku menatap kesedihan yang tak berujung di Palazzo Vecchio,sebelum kesedihannya itu dirampas untuk melancarkan pemusnahan umat manusia,entah yang keberapa kali。
Mungkin juga pernah,suatu疮,sambil duduk santai di tengah kebun jagung,kunikmati kebiasaan matahari pulang ke arah barat。 Kepulangannya yang luar biasa itu begitu disambut dan dinantikan oleh semesta。 Memang sudah waktunya ia pergi dari普罗旺斯。 乌赛(Usai)Melamun,古兰经 Biasalah,cerita的socer perceraian。
Seterusnya,ini semua hanya cerita dengan banyak kemungkinan。 Mungkin aku akan menikmati senja di Pont-Neuf。 Tetapi satu hal,Mungkin gara-gara lembaran-lembaran yang beraroma kamper atau kayulah,aku dapat merasa berlari bahkan terpeleset di padang hijau yang luas itu。 拉鲁(lalu) 达吉斯坦(Dagestan itu sungguh tak kenal ampun) Dapat juga kuciumi香气daun-daun yang kering yang berjatuhan di pasar mingguan di Avignon dan kurasakan hangatnya pelukan Vivienne yang tidak terlalu erat namun menjagaku。 Mungkin karena lembaran-lembaran tadi yang tak pernah habis kunikmati keindahannya bagaikan tubuh seorang perempuan itulah,turut membawaku pergi tanpa merindukan rumah sekalipun。