航空Mata Itu Bernama Hujan

第0章:阿库丹·迪里库

(多玩)

Menangis —

Tak terasa lembab sudah sebagian wajahku di wilayah pipi hingga mulut,

Hidup ini Anakku,hidup ini tak ada harganya sama sekali。 Tunggulah saatnya,dan kelak engkau akan berpikir,bahwa sia-sia saja saja Tuhan menciptakan manusia di dunia ini。”

Kutipan kata-kata dari eyang Pram terus terngiang di Bagian otakku yang paling dalam,dan malam ini aku baru saja menyadari bahwa hidup tak ada harganya。 Sesuatu yang selalu kita kejar maknanya,kemewahannya,kehormatannya dan segala kenikmatan di dalamnya akan hilang meninggalkan kita beserta orang-orang yang kita sayangi kala masa itu tiba。 Masa Dimana Tanana Dan Langit Tak Lagi Dijumpa,Masa Dimana Cinta hanyalah sekedar kata,Masa dimana nama kita hanya kenangan belaka。 Kematian,tujuan akhir dari kehidupan manusia。

Aku masih belum melakukan apa-apa,harta ini masih sedikit untuk membeli 房地产, jabatan ini masih rendah untuk memegang kendali saham,raga ini masih lemah untuk menaklukan dunia。 Tapi dunia tidak bekerja seperti itu,Kematian大唐di waktu dan tempat yang unik tanpa melihat harta,Jabatan dan kesehatan。 Ia datang di kala harta terasa ada,jabatan terasa bangga dan raga terasa bertenaga,aku membencinya namun beginilah cara dunia bekerja。 Kematian,tujuan akhir yang tak bisa diduga。

Menangis —

Langit kembali menangis,Awan kelabu itu seakan tak setuju dengan pendapatku,ia ingin aku menerima tujuan akhir ini dengan hati yang lapang bukan dengan tangisan pilu。 Masih teringat betapa bodohnya aku yang percaya bahwa hujan adalah air mata orang wafat,setiap hujan datang aku langsung murung dan merasa kasihan,dalam kematian pun mereka masih menangis。 Aku selalu berpikir apakah ketika aku bergabung dengan para pendahulu itu masih ada orang yang mengingatku melalui pesan air mataku yang dikirim lewat hujan?

Masih teringat juga ketika aku mulai larut dalam khayalan bodoh itu ayah langsung menyela dengan bentakan“ Woi bloon,jangan kebanyakan bengong mumpung masih siang cari lagi sampah yang bisa diungal”,阿库汉亚 Ayah yang selalu membuyarkan khayalan ku tentang hujan itu sekarang sudah bergabung dengan para leluhur dan tengah menangis saat ini。 Tangisan yang biasanya hanya sebuah isakan itu menjadi cengeng malam ini,jarang sekali terjadi hujan lebat di musim kemarau,apakah ini sebuah pertanda? 恩塔拉,吉卡劳·梅芒·塞布亚·佩尔塔达·塞莫加·伊尔·佩尔塔达·拜克。

Menangis —

Dia hanya menangis,Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya。 Yang kuharapkan dia menghinaku,mencaciku,mengutukku namun suara yang tercipta dari ponselku hanya tangisannya,“ Tolong jangan nangis,ngomong apa kek,bego-begoin aku kaya biasanya gitu”,aku berusaha tegar antgar antgar tangar metanminet ame tangar tangar tangar metantan mekutantan 30 Menit lebih kami terhubung melalui teknologi panggilan ponsel namun yang kudengarkan hanya tangisan,tangisan dan tangisannya,tiap kali ia tersedak dan mencoba menarik nafas untuk melanjutkan danisannyakanhhānhyakanisyaya aku memintan。 “ Pulsaku abis aku tutup ya telponnya,kalo udah reda aku langsung pulang naik taksi”,aku mengakhiri komunikasi miris ini karena aku tak kuasa membayangkan bibir manisnya menjadi lebam karena menangis terlalubis lalama, Pada akhirnya aku pun berbohong pada wanita,sifat lelaki itu muncul secara alamiah,dasar lelaki payah。

Malam ini dingin,阿拉斯加的孟加帕aku tak membawa jaket apalagi payung adalah karena memang harusnya tangisan orang wafat ini tak datang di musim kemarau。 Dinginnya malam ini sama dengan dinginnya hari itu,hari dimana ayah pergi,hari dimana ayah bergabung dengan orkes tangisan langit。 Siang itu berbeda,hari sangat dingin karena langit yg harusnya riang malah menunjukan raut kusamnya seakan bersedih。 Segilintir kata sepele dari mulut pemulung itu diucapkan layaknya sarjana yang tau cara dunia bekerja“ Hidup itu kaya kutukan,mau suka atau nggak lahir ganteng lahir jelek lahir miskin lahir kaya ulugnya jelas,jadi bangke dengan polosnya melempar pertanyaan“ katanya kalo mati ke langit ketemu Tuhan yah?”

Jawabannya sederhana,buyang yang sering dikatakan orangtua pada anaknya namun memiliki magis yang membuat anak percaya dan mengingatnya dalam jangka waktu panjang。 “亚比斯·德·邦克·凯特穆·萨马·图汉·迪·兰吉·塔皮·南吉斯·蒂亚普·哈里·加拉·加拉·凯巴尼亚坎·多萨,tau ga elu? ”,阿库·汉亚·梅丹都克(Aku hanya menunduk),波斯卡·巴瓦·迪·桑塔·伊图·罗伯·奥兰·伊格·苏达·华法特·梅纳吉西斯·帕布坦妮亚·萨特·希达普,孟买吉里·科塔·伊纳坎·马塔·马塔。 Pada saat itu aku percaya air mata itu bernama hujan。

Hujan,Izinkan aku bercerita sebelum tangisan ku bergabung denganmu —