卡利马特·蓬贡杜尔·阿贾尔(Kalimat Pengundur Ajal)

“ Kematian itu bentuknya bisa bermacam-macam”,jawab penulis kondang itu。

Sudah tiga tahun beliau mengidap penyakit dan harus terus tidur di ranjang rumah sakit。 Namun itu tidak mematahkan semangatnya untuk terus berkarya。 Selama tiga tahun terakhir普拉,贾斯鲁·卡里亚·卡里亚尼亚·杨·孟布特·纳曼亚·塞卡朗·贝拉达·迪·蓬扎克·肯纳兰·贝尔穆库兰。 Karya Magnum Opus lahir dari tangannya yang dingin。 Ada banyak penghargaan yang beliau dapatkan di tiga tahun belakangan ini,dan tentu saja diwakili istrinya untuk menerima penghargaan tersebut。

Beruntungnya diriku dapat mewawancarai beliau。 Aku disambut ramah oleh istrinya。 Kemudian,istrinya permisi untuk beranjak duluan meninggalkan kami berdua saat aku hendak bertanya apa yang membuatnya terus maju meskipun dengan kondisi seperti ini。

“巴吉·塞巴吉安·贝萨尔·奥兰(Bagi sebagian besar orang),芒金·安达·尤加(Mungkin Anda juga)–赛亚·提达克·塔胡(keatian adalah bila nyawa kita pergi meninggalkan tubuh ini),”颚邦。

Apa Yang Beliau Coba utarakan?

“拉鲁,巴吉安达,kematian itu seperti apa?” tanyaku penasaran。

“ Bila orang-orang berhenti membaca buku saya,maka saya mati。 Agak egois memang。 Lalu,bila orang-orang tidak,mengutamakan rasa kemanusiaan di atas segala tindak-tanduknya maka saya mati。”

“ Bukankah manusia kadang egois dan mementingkan diri sendiri? Buktinya masih ada berita perang di mana-mana。”

“ Di situ saya mati。”

Ada jeda yang buruk setelah kalimatnya。 Lebih karena aku tak tahu harus bicara apa。

“ Lalu apa yang membuat Anda hidup kembali?”

“ Menulis,” katanya,“ menulis membuat saya bangun dari mati。 Kembali terlahir menjadi manusia baru。”

“ Itukah sebabnya Anda terus menerbitkan buku tiga tahun terakhir ini?”

Tatapannya mengarah padaku。 Sorot Matanya teduh,seperti seorang bapak memandang anaknya。 Sejenak aku merasa malu menatapnya langsung。 Seluruh kebodohanku,kemalasanku,kekikukkanku,seakan terbongkar sendirinya oleh tatapannya。 Aku seorang murid nakal yang sedang menghadap kepala sekolah。 Wibawanya,tanpa perlu mengucap sepatah kata pun,membuatku ingin menangis mengaku dosa-dosa dan penyesalanku。

“ Menulis bagi saya seperti memutar waktu,membuat saya kembali seperti bayi。 Kalimat-kalimat yang saya tumpahkan,memugarkan kembali badan saya,menajamkan kembali penglihatan,penciuman,perabaan saya。 Memudakan kembali jiwa saya。”

Lalu beliau Menolehkan wajahnya,梅纳塔普ke luar sana melalui jendela yang tirainya tersibak。 Matahari疮menimpa wajahnya,dan kemudian,yang kusaksikan benar nyatanya。 紫薇。 肯帕利·莱巴特·丹甘·拉姆布·伊塔姆·莱甘,伯基劳,Kepala Yang Sudah Tak Berambut itu。 Senyumya,bukan lagi senyum penuh kebijaksanaan yang tadi kulihat,tapi menjadi senyum jahil yang penuh gaya khas anak muda。 Pandangannya tidak lagi teduh,melaninkan penuh能量meluap-luap dan letupan-letupan spontanitas yang siap bermunculan kapan saja。

疼痛ini,苏达·库萨克西坎(sudah kusaksikan),阿贾尔·门贡杜尔坎(ajal mengundurkan)waktunya

雅加达Zein 2018