♉️
Sinar mentari siang bolong menerangi tepianku。 Stasiun serta peron-peron tua menjadi jembatan antara kau dan aku saat bertamu di kota usang penuh kenangan ..
Mungkin terdengar biasa ketika para kaki kita yang telah tumbuh besama ini menuruni anak tangga yang elok sekaligus pupus ..
Tetapi .. Mereka tidak akan pernah mengerti! Realita gejolak dalam dada yang membuat sesak rongga paru-paru seolah sampai seluruh pembuluh darah pecah bercucuran!
Yang penuh dan panas!
Yang Ingin Menyeruak Keluar Terpingkal!
Yang Terpendam bertahun-tahun!
Tetapi mati dalam sedetik .. Milikku ..
Dan aku terlalu lena。 Bercakap di tengah ubin bersejarah sembari duduk di pinggir air manrom romantis,diterpa lampu jalan yang terasa begitu klise ..桑迪瓦拉哈里伊尼。 喜多
Pintu keretaku akhirnya tertutup rapat,persis seperti perasaan kita yang selalu tertutup rapat bersembunyi dibawah naungan semesta,berdoa kepada malam minggu gerimis琼脂tidak pernah berganti fajar。
“ Hari ini luarbiasa!” berkalikali mataku merefleksikan isi hati。 Mengingat-ingat curi lirikan .. Merasa-rasa genggaman basah semenit tadi hanya karena aku hampir mati ditabrak bus .. Merindukan lambaian tangan terakhir yang membelah hati akibat jalur jalur kereta yang berbeda tujuan ..
Mega-mega mimpi memanggilku lagi dan bertanya。
“ Bagaimana tadi?”
Aku menggeleng lalu menjawab“ belum”,dan bumi menghela nafas。 Lelah Menyaksikan kita yang kalut dengan tawa dan selalu tenggelam dalam perasaan ..
Bila Gelisahku Mendapat颚骨nyal maaka sudah dapat dipastikan malaikat bersorak-sorai!
达里·拉里·贾迪·比苏
达里·门卡里·贾迪·门辛塔..
Dari misteri Menjadi doa ..
Namun Kita Tetap Sama。 Terpisah oleh表示kehidupan,dimainkan seperti boneka oleh semesta。 琼脂cinta diam diam。 Tetapi bersatu pun tidak pernah mampu ..
Hari ini runtuh sudah telak jiwaku saat membaca sebuah surat berisi perhal perasaanmu yang lebih dari isi samudera lautan tetapi tetap saja,aku hanya sebatas itu bagimu。 Kau tolak sekali lagi jalan harapan yang begitu terbentang luas ..
Kau .. Lautanku,debur ombak memang telah menyingsing seluruh kisah kita sejak喇嘛。 Menggulungnya hingga sirna di tepian pantai。 Segera sadarlah bahwa aku tidak pernah berharap rasa akan hilang bak sungai yang selalu bermuara pada satu titik。 阿库berharap kau selalu merindukan muaramu,阿库。