
桐特! 桐特!
Suara Klakson Keret Memekikan Telinga,Kereta API itu Melaju Melewati Palang Kereta。
Suara kereta semakin keras,semakin dekat!
Bahkan aku sudah bisa merasakan getarannya .. Tinggal selangkah saja semua pasti selesai!
Cukuup! Aku akan selesaikan sekarang!
Aarrrrrrggghhhh! Pekik seorang lelaki tua renta yang kurus,aku tidak menyangka dia ada beberapa meter di sebelah kananku。 Apa Yang Dia Lakukan吗? Kenapa dia berjongkok tepat di samping kereta? Kenapa di meremas perutnya?
Kereta semakin mendekat! 嘟!! 嘟!! Lampunya menyinari wajahku。 Membuatku ga bisa melihat jelas orang tua itu…。
啊! sekali lagi dia berteriak,aku bergegas berlari melihatnya。 Aku pegang bahunya! Dia melemparkan tanganku…Dia bilang“ aku mau mati aku mau mati…Aaargghh”。
Tanpa pikiran panjang aku tarik dia pinggir rel kereta,aku menariknya sekuat tenaga。 Meskipun dia mencoba melawan,mencoba melepaskan genggaman tanganku dari lengannya,tetap saja aku menariknya sampai ke pinggir。 Dan Untunglah kereja sudah melaju…。 Dentuman besi rel memekakkan telingaku…Dia tetap berteriak-teriak sambil meremas perutnya…
“ Kenapa pak,Kenapa Mau Mati?” Laki-laki ini mungkin usianya sudah lebih dari 60an tahun。 Dia terlihat kurus dan kumal。 Kakinya terlihat kecil,seperti orang sakit。
Beberapa saat dia mulai tenang,dia bilang“ kenapa tahan aku?” Aku mau mati saja!”。 Aku hanya bisa terdiam ..
“ Kenapa harus sekarang? Aku juga mau mati! Aku datang ke pinggir rel kereta ini juga untuk mati! Kamu tahu itu,aku juga mau mati!” raungku dalam hati。 Aku kesini ga bawa sengaja ga bawa apa-apa,ga bawa tanda pengenal apapun,karena aku ingin mati menabrak diriku ke kereta。 Orang pasti pikir aku hanya seorang gelandangan yang putus asa。 Keluargaku ga akan tahu aku mati dengan cara ini。 Mereka hanya tau aku pergi meninggalkan mereka karena benci ini。
Aku taruh kepala orang ini di pangkuanku,aku bilang“ Kenapa harus sekarang?”,Dia menyahut“ Aku sakit,aku lapar,aku ga mau hidup lagi,aku hanya bikin susah keluargaku” Lanjutnya“ tolong lepaskan aku,… cekik aku saja…Ayo cekik”。 Tanpa aku sadari di air mataku jatuh membasahi wajah orang tua ini。 Aku memeluknya…Benar-benar kenceng aku memegangnya…Aku meraung-raung bermandi debu tanah。
Sekian waktu setelah aku tenang,sekali lagi kutanya“ kenapa perutnya pak?” Dia颌骨“ Aku tidak makan sudah dua hari,aku keluar dari rumah,karena aku sakit dan tidak bisa kerja lagi akuny yang taka taanda takak maur menamba ,selama dua hari ini tidak ada yang peduli denganku jadi mati akan lebih baik untukku”。
Aku mengangkatnya,ku rangkul dia…。 Sekuat tenaga dia berusaha berdiri…“ Pak,kita ke rumah sakit ya”,sebelum kesini aku liat ada klinik kecil di jalan sebelum rel ini。 Kubelikan dia air dan roti dengan uang kembalian taksi tadi。 Dia dirawat disini…Aku telpon Pak Rahmad supirku selama aku di jakarta,suruh datang kesini bawa dompetku yang aku sengaja simpan di kamar Apartemenku。
Pak Rahmad akhirnya dia datang,dia memberondongku dengan pertanyaan“ Pak Bapak kemana aja,ko ga bilang ke saya,minta antar? Kenapa bapak kotor sekali Pak? Bapak baik-baik saja kan?” Terus dia Tanya Terus,阿库·提达克·曼贾瓦卜·汉尼亚·马苏克·克林尼克。
Sudah selesai aku bayarkan semuanya pengobatan Pak Diro,orang tua yang汉普尔马蒂sama-sama denganku tadi。 Aku masuk ke ruangan dimana pak Diro dirawat“ Pak,saya Haidan,yang membawa bapak kesini。 Bapak tenang saja。 Bapak sudah dirawat disini saya sudah bayar semuanya。 帕克(Bak),尼古拉·阿达(abu sudah tidak),帕克(ahu sudah tidak tahu lagi berapa),杨彭(bent),巴布(beng) Aku memastikan sterster merawatnya dengan baik,aku juga meninggalkan nomor teleponku supaya bisa menghubungiku kalo ada sesuatu terjadi dengan Pak Diro。
Di dalam mobil aku hanya terpikir“ Gilaaa,seditkit lagi mungkin aku sudah kelar,ya Tuhan aku bisa segila ini,金丹! 金坦!” Pak Rahmad hanya diam,sesekali dia melihatku dari kaca mobil yang tersandar lemas。 Malam ini bisa saja aku mati,Entah kenapa dengan cara ini Tuhan melarangku untuk mencabut nyawaku sendiri。 Selanjutnya apa lagi Tuhan?”。
***
Aku buka mata,aku liat pak rahmad duduk di depanku。 “朴,Bapak sehat吗?,伊妮·苏达·桑帕,巴帕sehat pak吗?” tanyanya。 Aku tahu dia pasti melihat botol-botol minuman di meja itu。
Aku liat sudah jam 2 siang,semalaman aku hanya terdiam berjam-jam di bawah Shower dan pastinya aku merayap untuk sampai ke tempat tidur ini。
Belum lama aku sampai雅加达塔皮sudah segila ini。 Aku ga punya motivasi hidup lagi。 金斯坦(印度) Setelah aku mengecewakannya,singing pilihan orang tuaku。 Kintan aku harap kamu masih punya sisa ruang hati untukku。 Aku akan menemukanmu。
Tidak banyak yang aku lakukan,Setelah Aku dan Saras berpisah,meskipun kita belum berceria tapi aku anggap dia sudah tidak ada。 Aku mengikuti pilihan orang tuaku untuk untuk untMenurut mereka baik hanya karena adat dan pernikahan politik。
Tidak喇嘛kami menikah,dia bertemu dengan seorang Cowok di Gym dan kemudian menjalin hubungan gelap dibelakangku。 Kata orang cowok itu gigolo,比基尼泳装,比基尼泳装,比基尼 Saat ini,aku tidak tahu dimana dan aku aku tidak tahu peduli lagi。 Pernikahan kami bukan atas dasar cinta,meskipun aku sendiri sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik。 Tetap saja pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan。
Kenapa aku menikahi saras? Kamu Mungkin tidak lahir di keluarga yang patuh dengan adat kepercayaan dan bisnis keluarga yang turun menurun harus dijaga。 Pernikahanku hanya serupa kertas kontrak antara pewaris bisnis hotel di bali dan anak pejabat,bahkan tidak lebih dari itu。
Isi pikiranku hanya kintan saja,perempuan yang sungguh-sungguh aku cintai。 Dia adalah wanita Ideal Lengkap Dengan kelembutan namun juga tangguh。 Cantiknya Tak Kalah Dengan模型-模型Yang Orang Liat di Cover-cover majalah fashion。 Kintan wanita yang pernah aku janjikan untuk aku nikahi namun aku patahkan hatinya karena harus menikahi Saraswati,lengkapnya Amelia Saraswati。 Sejak hari itu dia menghilang,Entah dimana dia saat ini。 Dia menghilang begitu saja,semua informationasi yang aku punya tidak berguna。 Keluarganya pun ikut marah,Dan Menjauhkan dia dari ku。
Maafkan aku yang melukaimu…
Aku sama seperti kamu,aku bingung,aku takut,aku tidak punya arah。
Benar katamu aku laki-laki yang tidak jelas!
***
Khadian laki-laki ga jelas di cerita Tepian Rasa karya Arum Sarilangit。 Khadian sama seperti kamu dan aku,sering sekali terombang ambingkan keadaan。 Semoga Khadian menemukan pencerahan dalam hidupnya。
Baca juga小说Tepian Rasa ya .. ceritanya tak terduga!
***