贝塔库尔神庙

Pixabay。

Pelajaran penting bagi pekerja yang sedang ingin menolak perintah dan kewajiban namun tidak ingin kehilangan upah:jangan biarkan dirimu sendirian di kamar dengan setumpuk buku anarkisme。 坦巴汉(Tambahan),吉卡·卡姆(Jika Kamu),雪兰(Seorang)Jurnalis,扬甘·图利斯(Jangan Tulis),贝里塔(Benita Tentang),阿克西(Proteo),红毛猩猩(Orang-orang),terhadap tatanan masyarakat,尼泊尔 伊图menyedihkan。 坦巴汉·拉吉(Tambahan Lagi),詹甘·布卡(Jangan buka ingatan)玛莎·库里阿穆(Masa kuliahmu tentang)尼采主义(Nietzsche dan nihilisme),吉卡·卡姆·佩纳(jika kamu pernah membacanya)。

Aku lebih memilih untuk tidur di atap halte bus depan kampusku seperti empat tahun lalu daripada di dalam kamar ditemani hantu Proudhon,Bakunin,Kropotkin dan cs-cs mereka yang lainnya。 Tetapi,Tuan Nyonya,Bajingan itu Berna Nasib。 Seorang bijak recehan mungkin benar tentang apa yang yang datang padamu adalah apa yang yang kamu lakukan di masa lalu。

利马·哈里·拉卢(Lima Hari Lalu) Setelah memperkenalkan dirinya,aku tahu dari mana ia berasal。 Pokok pesannya menanyakan kesediaanku untuk mengisi kelas filsafat。 Ya tuhan,seketika aku melihat kepala botak Foucault di hadapanku。 Ia ketawa-ketiwi besama Diogenes dan kawan-kawan anjingnya yang dekil tapi lucu。

Tawaran rata-rata dua kali dalam setahun itu memang sudah disodori kepadaku sejak tiga tahun belakangan。 Kecuali memang tak sempat,aku selalu menerima tawaran itu。

Aku katakan padanya bahwa jadwal kerjaku bulan depan belum terbit,sehingga aku belum bisa memberikan kepastian。 Ia tidak memaksa dan bersedia menunggu hingga kehidupan kerja satu bulanku yang akan datang itu dibuat orang lain。 Aku tahu,sebaiknya aku menolak tawaran itu琼脂tidak mengganggu pelajaran pentingku saat ini。 Tetapi tidak aku lakukan。

Setelah membalas pesan itu,aku pergi ke luar poolokan untuk menghindari pengap udara kamarku yang mencekik dan mencari pengalihan atas bayang-bayang yang tak diperlukan。 Tak berapa喇嘛berjalan aku merasa lelah dan mencari tempat duduk untuk beristirahat。 Mataku Mengerling Mencari tempat duduk。 Hanya ada Antara warung makan dan tempat bercukur。

Malam itu aku sedang tidak ingin makan atau minum kopi,juga tidak sedang ingin bercukur meski sebagai penduduk wilayah tropis,panjang rambutku sudah cukup merepotkan。 Hanya karena aku tidak ingin mencium bau makanan,akhirnya aku mendatangi tempat bercukur。

Aku meletakkan jaketku pada sebuah gantungan pakaian yang terdapat tepat di dining采样tempat aku duduk untuk bercukur。 Aku duduk di hadapan cermin besar yang hampir memenuhi din dan melihat seseorang pada cermin itu dengan wajah dan tubuh yang tidak pernah aku minta untuk menjadi aku。 Sejenak aku merasa asing。 Tak mengenali wajah itu。 Dan tak ada nama yang aku pedulikan untuk menyebut wajah di hadapan cermin yang adalah wajahku。 Wajah Yang Orang Lain sebut dengan nama Apa。 Di Bagian atas cermin besar itu terdapat sebuah baris huruf berbunyi:“ Pangkas Rambut Adam”。 Aku Menduga Kalau Wajah Pencukur Ini拒绝Dengan Nama Adam。

Ia melihatku melalui cermin besar itu sambil melangkah meraih kacamata di atas meja。 Dibersihkannya kacamata itu dengan sehelai kain yang menggantung,Kemudian ia pasangkan pada wajahnya。 Semua dilakukan dalam gerakan yang amat rapi,seolah kepadaku ia mendeklarasikan pekerjaannya:“ Baik,aku adalah seorang专业dalam bidang ini,Jadi percayakan rambutmu itu padaku sampai semua向berjalan致敬。 不,玛莉亚·慕拉!

Memang tidak pernah aku hitung berapa banyak sudah aku bercukur sejak masih kanak-kanak dan belum pernah mengerti mengapa aku tidak menaruh curiga pada pencukur。 Aku pikir-pikir,bagaimana seandainya ia tak cakap mengerjakan urusan ini dan melakukan hal bodoh dengan rambutku。 Atau Mungkin saja ia sedang mengalami hari-hari yang berat dan ingin Menggorok leher seseorang。

Rasanya pengalaman yang dipadu dengan kepercayaan dapat memilih kemungkinannya sendiri secara ilusif dan menuntun dengan tenang pada realitas yang tak dikenal。 Bahkan dalam keadaan berisiko,seperti orang bercukur yang mempercayakan nasib kepalanya pada dua bilah tangan dan kehendak pencukur yang tak pernah dikenal orang itu。

Baiklah kepalaku yang malang,keputusan ini harus menjadi nasibmu dan jangan salahkan siapa pun。

Proses bercukur itu membawa ingatanku pada satu tahun lalu ketika aku harus memenuhi wawancara kerja。 Waktu itu setidaknya aku perlu terlihat lebih rapi dalam kadar seorang pekerja umumnya。 Supaya menambah nilai kecocokan diriku dengan kemauan seorang wakil perusahaan yang tak pernah aku kenal。

Memikirkan hal itu membuatku menjadi betapa kasihan pada si pencukur karena membuatnya bekerja sekaligus sebagai perantara para pimpinan perusahaan dan pengambil keputusan publik yang jahat。 Tapi aku pikir-pikir sekarang,apa bedanya pula aku dengan si pencukur?

“ Bagaimana suasana hatimu hari ini,tuan?” kataku menyela suara mesin cukur。 Menimbang kalau suasana hatinya sedang baik dan tidak akan menggorok leherku。

“阿库·提达克·塔胡”,卡塔尼亚。

蒂达克·达扬·塔胡·卡劳·贝吉图。 Baiklah kita bayangkan Tuhan tahu semuanya,tetapi dia tidak akan memberitahuku。 Jadi tetap aku anggap tidak ada yang tahu tentang suasana hatimu hari ini,” ujarku dan melanjutkan。

“ Dulu saat aku bercukur untuk wawancara kerja,阿库苏达membayangkan siklus kehidupanku selanjutnya。 Hanya企鹅兰色的putaran,terer menerus。 Padahal aku tidak perlu dan tidak ingin terus berputar,melainkan juga menyimpang。 是的,menyimpang,aku bahkan lebih tertarik untuk menyimpang。”

Dengusku menutup基纳恩·佩里斯蒂瓦·皮基兰。 Pembicaraan berikut ini tak kusangka-sangka。 Pencukur itu seperti orang kesetanan。

“塔皮(Tapi bukankah)企鹅(Pengulangan itu)kebahagiaan。 Bahkan kita bertahan hidup dari pengulangan:bekerja,makan,tidur,bercinta,kencing和buang air besar。 Katakan satu hal yang pernah kamu lakukan dalam dua puluh tahun terakhir hidupmu yang bukan pengulangan dan merupakan suatu kebaruan。 Kamu Mungkin akan menceritakan bahwa suatu kali kamu pergi berlibur ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi。 Dan di sana,katamu melanjutkan,menemukan pengetahuan yang baru。 Dengan itu kamu mengatakan berhasil menginterupsi pengulangan atau setidaknya menunda。 Pengetahuan yang kau sebut kebaruan itu,kawan,berasal dari kesadaran gadunganmu yang hanya dengan mengetahui sudah merasa melakukan。 Seandainya Kamu Tak Ingin Terbelit Pengulangan,apa yang akan kamu lakukan besok? Sungguh pun kesempatan itu ada di pelupuk matamu,kamu tetap tidak akan melakukan apa-apa,” jelas si pencukur。

“通古(Tunggu),阿瓜(Punya)喀图(Kartu Lain)。 Dalam dua puluh tahun terakhir,喀巴兰itu terjadi ketika aku lulus sekolah dan memasuki dunia kerja。 Tentu itu dua hal yang berbeda”,sahutku。

“ Kau hanya berpindah ruang dan berganti orang yang memberimu pinjaman uang jajan。 Syarat dan prakondisinya tidak berubah,”图卡斯尼亚。

Aku mengulik pikiran sejenak。 “ Menikah dan mengurus anak?”

“阿约拉。 Apa kamu sempat berpikir sebelum mengatakan itu? Keduanya tidak mengubah apa pun。 分发达兰·鲁玛·唐加·蒂达克·曼巴塔尔坎·塞穆阿·斯亚拉特·丹·普拉孔迪西姆。 Lagi pula kamu belum menikah dan belum memiliki keturunan。 Seandainya Kamu Tak Ingin Terbelit Pengulangan,apa yang akan kamu lakukan besok? Sungguh pun kesempatan itu ada di pelupuk matamu,kamu tetap tidak akan melakukan apa-apa。 Sampai akhirnya kamu menyadari,hanya kegilaan dan kematian yang akan memutus pengulangan itu。 孟加拉普拉达兰科迪西塞迪基特唐古加瓦比伊卡穆拉迈米利赫·安图克·贝克尔贾?

Aku Berdiam。 Usahaku berpikir direcoki suara dari getaran mesin cukur。 Melalui cermin besar itu aku melihat seorang penjahit mengayuh sepeda modifikasinya。 Di lehernya menggantung tali meteran jahit berwarna kuning,menghiasi baju polo putihnya yang bergaris biru tipis。 Caranya mengayuh kelihatan berat。 Usianya kutaksir sekitar 45 tahun。 Sementara si pencukur sedang mengerjakan rambut bagian puncak kepalaku。

“ Aku Mengerti。 Memang aneh rasanya,saat aku menganggur dan memiliki kebebasan dari tanggungjawab sekolah,pekerjaan,dan berkeluarga tetapi aku malah ingin mengakhiri kebebasan itu dengan mencari pekerjaan。 Sesungguhnya ini bukan karena kebebasan itu sendiri bukan?

“ Singkatnya,saat itu aku tinggal di rumah bersama orang tuaku dan seorang saudara kandung。 Mereka semua bekerja。 Aku tidak tahu apakah mereka menginginkan itu atau tidak,apakah mereka bahagia atau tidak。 Tetapi Yang Jelas itu Membuat mereka melihat nilai pada diri seseorang tergantung pada kemauan dan kemampuannya bekerja。 Dan Mungkin Bagi mereka bekerja adalah satu-satunya kata kerja yang pantas menjadi eufemisme dari menghasilkan uang dan kekayaan。 Dan aku dapat merasakan tatapan orang-orang yang bekerja terhadap seorang tanpa pekerjaan sepertiku; 米尔卡·塞佩尔蒂·亨达克·孟佩拉巴克·迪里穆。 Seseorang yang tidak dapat menghasilkan uang lebih baik diperbudak atau tidak dipedulikan sama sekali。 Pada intinya,orang yang tidak bekerja itu pantas dipandang rendah,dan tidak berhak atas martabat dan kehormatan selebihnya。”

Pencukur itu menoleh padaku tak喇嘛setelah aku selesai bicara panjang tanpa arti。 Hanya Tolehan singkat seolah untuk mengonfirmasi bahwa ia mendengarkanku dan menerima topik pembicaraan itu。

“伊图·阿达拉(Itu adalah tanggungjawab dari kebebasanmu)。 Kehendak-bebasmu saat ini masih membangun hubungan dirinya sendiri dengan lingkungan sosialmu。 Orang tua,masyarakat,atau orang lain itu sendiri merupakan batas。 Di dalam masyarakat,kebebasan hanya dapat dianggap sebagai kehendak baik jika masyarakat menyetujui sebab-sebabnya。 Di luar itu hanyalah tindakan kriminal dan asusila,” jababnya singkat。

“贝吉图·卡赫? Kalau begitu Levinas ada benarnya dengan mengatakan bahwa kebebasan sebagai konsep metafisika selalu didahului oleh etika。”

“ Sebelum metafisika ditemukan,diungkapkan,dan dipertahankan,perjumpaan dengan yang-lain mendahului itu semua。 Dalam perjumpaan dengan yang-lain,wajah etika selalu lebih dulu menjumpai kita daripada metafisika。 Bahwa aku dan yang-lain memiliki sikap dan pikiran yang selalu-mungkin memiliki perbedaan。 Bahwa aku dan yang-lain perlu koeksisten untuk menjauhi kehancuran,yang jika pun tidak terhindarkan maka sebaiknya tidak sampai hancur habis。 Bahwa itu berarti antara aku dan yang-lain membutuhkan etika hidup。 Bahwa etika bahkan sudah secara tidak langsung muncul saat aku berjumpa dengan yang-lain yang membuat aktivitas berpikirku dimasuki oleh yang-lain secara spontan。

Di tengah ocehannya,sambil menatapnya dari cermin besar itu。 Sedang ia tanpa terganggu tetap mengerjakan pekerjaannya,begitu pula lalat yang hinggap di meja putih di hadapanku yang sedang成员ihkan mulutnya。 Ia seperti noda yang tidak diinginkan。

“ Ketika aku melihat seseorang dengan mata kepalaku,aku akan berpikir tentang dia meskipun hanya sesaat。 Aku melihat rambutnya,wajahnya,mata,hidung,pipi,tubuh dan sebagainya dari yang-lain。 Semua itu merupakan ketubuhannya yang menjadi sensasi ke dalam diriku。 Kemudian aku mengolahnya dengan berbagai pengalaman yang ada padaku,” kata laki-laki bernama Apa。

“ Dan kemudian bahwa aku tidak suka dengan rambutnya atau matanya,caranya bicara dan sebagainya,itu hanyalah urusanku。 Yang-lain adalah etika itu sendiri。 Bahkan pengalaman aku,yang mendasari metafisikaku,berasal dari pertemuan dengan wajah Yang-lain。 Keyakinanku,prinsipku,tujuanku,dan lan sebagainya sudah lebih dulu terolah melalui pertemuan dengan yang-lain,” kata pencukur itu menyambung omonganku。

“ Apakah itu berarti aku tidak bisa menjadi diri yang otentik? Dalam arti,aku tidak dapat sepenuhnya mengungkapkan perasaanku,pikiranku,sikap-sikapku dan sebagainya,kepada yang-lain tanpa konformitas。 Bahwa aku tidak bisa menyampaikan sepenuhnya pesan sebagai pesan itu sendiri。 Atau menyampaikan ke-aku-an sebagai aku-pada-dirinya-sendiri?” ucapku。

“ Tetapi etika bukanlah batas,melainkan kemungkinan。 Sebuah diskursus atas dunia-kehidupan,penjajakan ruang antara aku dan yang-lain。”

Aku menoleh ke bawah mengikuti instruksinya yang tengah merapikan rambut bagian belakang kepalaku。 “ Kemudian di mana metafisika? 阿帕杨(Apa yang dilakukannyanny)?”

imbuhnya说道:“室内装饰设计,室内设计,室内设计,室内设计,室内设计,室内设计,室内设计等。”

“ Besok aku berhenti dari pekerjaanku。 Selanjutnya aku sedang menimbang untuk menjadi pelaut,pendaki,tukang kayu atau berdiam diri saja di kantor bekas tempatku bekerja seperti yang dilakukan Bartleby,”