Hari ini hari terburukku。

Maka,aku kembali ke warung kopi yang sama。 Bapak penjaga warung langsung bersigap memanaskan air untuk menyeduh kopi hitamavouritku,tanpa harus kuminta dahulu。 Transaksi yang terjadi di antara kami berjalan praktis。 Dia Seduhkan的Aku大唐。 阿杜·杜杜克(Aku duduk)menulis beberapa halaman,迪杜杜克·曼格拉普·格拉斯-格拉斯·巴萨(dia duduk mengelap gelas-gelas basah)。 阿库·塞莱赛·孟买(Aku Selesai Membayar) Aku pulang,dia menutup warung。 Tak pernah ada percakapan berarti di antara kami,selain cuaca dan berapa banyak pembeli yang tadi siang datang。 Antara dia dan aku,masing-masing dari kami sudah tahu porsi bersikapnya sendiri-sendiri。 Makanya aku tak mau仓库-bertanya berapa usianya,berapa anaknya,atau siapa namanya。 Dia juga cukup tahu,bahwa aku selalu datang jam satu pagi,selepas bekerja,membawa buku dan pulpen,dan menjadi pembeli terakhir di situ。 Kemudian,ju juga tahu bahwa ia akan menutup warungnya selepas aku pergi,dan akan dibuka kembali jam sepuluh pagi sampai pembeli terakhir datang jam satu pagi membawa buku dan pulpen untuk menulis beberapa halaman lagi。 Begitu seterusnya。
“ Tak bawa buku mas?” tanya bapak penjaga ketika menaruh kopiku。 Lalu kuiyakan tanpa penjelasan lebih lanjut,琼脂dapat kuhisap rokok yang telah menggantung di bibir ini。 Saat kuhisap,nikotin yang terkandung pun masuk ke dalam pernapasan,bercampur dengan darah,dan mengalir ke seluruh tubuh。 Seperti meregangkan otot sehabis bersimpuh喇嘛。 Pikiranku jelas dan jernih。 Rasa asam yang ada di mulut tadi berangsur-angsur hilang berkat rokok berfilter dan ber-tar rendah。
Ya,aku tak berniat membawa buku dan pulpen。 Aku menolak menulis bila sesuatu sangat mengganggu hatiku。 Dan aku datang ke warung bukan karena dalam rangka mengobati luka,justru aku datang untuk menertawakan dan merayakan kebodohan serta kelemahan diriku。 Sebab memang,dari dulu diriku lemah dan bodoh。 Dulu,aku sangat sering masuk rumah sakit ketika masih kecil dulu。 Aku juga gampang menangis。 Entah kenapa。 Orang tuaku tahu bahwa ini adalah efek samping dari tubuhku yang lemah dan sering butuh perawatan khusus。 Bahkan lebih jauh lagi,ini berefek pada mentalku yang kawan-kawanku sering menganggapku pecundang,penakut,atau semacamnya:图片来自: Kadang menyalahkan situasi atau keadaan。 喇嘛kelamaan,akumenjadi menyesal hidup karena hanya dapat merepotkan orang lain saja。
Agar aku menerima diriku sepenuhnya,orang tuaku menciptakan sebuah mekanisme jahat dan terencana,yang mungkin saja bisa berdampak baik bagi mentalku ke depannya。 Mereka menyuruhku untuk tertawa di setiap pesakitan dan penderitaan。 Awalnya sulit,Namun lama-lama aku terbiasa。 Tiap kali aku tertimpa musibah,kuanggap itu hal yang lucu:jatuh dari sepeda,sikut yang retak karena bermain bola,bronkhitis yang kambuh akibat terlalu capek,dan perempuan yang menolak pernyataan’ Kuanggap itu lucu。 Dan sepertinya berhasil,aku dapat lebih banyak teman sebab meskipun aku paling sial,setidaknya aku dapat merendahkan diriku agar orang lain tertawa。 Mereka menganggapku teman karena aku lucu dan merasa tak perlu menghinaku lagi。 Dan itu terbawa sampai sekarang; saat aku baru saja mendapat kabar,bahwa perempuan yang sudah kudekati,kuajak jalan dan kencan,kubawa nonton bioskop,ternyata malah meresmikan cintanya pada teman sekantorku,dengan alasan bahwa dia jauh lebih menarik。 Aku susah untuk memprotesnya,sebab temanku juga mengincarnya meskipun dia tahu aku melangkah duluan。 Aku tidak tahu harus berbuat apa。 Terpaksa juga kuucapkan selamat,serta kubuat diriku bagai badut di hadapan teman-teman琼脂mereka tak tahu aku merana。 Maka ketika aku datang tanpa buku dan pulpen,hal yang tidak biasa muncul:巴帕克·彭加加·穆莱·贝坦尼亚·坦雅·唐丹itu。 Membuatku达Nyaman。
“ Tumben,” tambah si bapak桑比尔·孟比拉斯海盗 Sementara pandanganku melekat pada asap rokok yang menari di bawah lampu。 Mungkin seperti itu keberadaanku。 Banyak yang tak peduli,dan kemudian perhalan menghilang ditelan malam dan angin mendung。 Bau basah segera tercium saat angin berhembus agak kencang。 Rasanya di bagasi motorku sudah ada jas hujan。 塔皮(Tapi),佩杜利(Petuli)塞丹(Setan),阿库巴萨(pu basah pula)tak ada yang扬佩杜利(杨peduli)。 Peranku di sini cuma penonton,dan pembersih panggung yang tiap kali dipanggil ke atas untuk membereskan atau mengangkat propertyti penampil。
Tiba-tiba aku merasa lelah。 Merasa letih。 Aku paham posisiku,sebagai badut yang pensiun。 电影,电影,电影,电影,电影,电视,电影,电影和电影中的阿库莱拉(Aku lelah untuk menertawakan diriku sendiri)。 Lelah untuk merendahkan diriku,Namun Tak ada keberanian juga untuk mengangkat kepalaku。 Aku siap dibuang Bagai Badut pensiun yang harus hidup sendiri di sirkus keliling。 Aku pula merasa bosan dengan tertawa,menertawakan segala hal agar maksud aku tak berderai。 Orang-orang pun tak ada yang mau tawa mereka diperas hanya untuk aku tidak merasa terkucil dan asing。 Sementara,hanya itu yang bisa kulakukan。 Badut ini sudah ingin menghapus riasannya。 Ingin rasanya aku memaki pada diriku yang terlalu lemah dan tak punya keberanian。 Bahwa tawa-tawa itu memang tidak pernah mengobati lukamu。 Dan rasa iri pada masa kecilku yang matanya berair tanpa harus menghadapi ribuan atau ratusan komentar yang menegaskan bahwa pria tak bisa menangis,muncul ke permukaan。
Pikiranku semakin kacau。 Kusesap kopi hitam untuk memberi jeda pada pikiran。 Angin berhembus kencang,dan memasukkan daun-daun kering ke dalam warung。 Hisapan rokokku yang terakhir,menyisakan abu yang panjang。 Bapak penjaga warung malah memutar lagu lawas yang membawa dirinya pada zaman muda dahulu。 Aku pula merasa dibawa oleh lagu ini:ke masa depan。 Di mana aku sedang duduk di warung ini; 图阿,梅拉纳,普特斯·哈蒂·塞巴特·塞塔拉·塞特莱拉·迪瑟林库希·伊斯特里,丹·贝拉拉普·马蒂·迪·瓦隆·科皮,杨·贝德布·迪丁加·佩吉。
雅加达Zein 2017