“ Fotografi itu buat provokasi!”
康菲·拉提夫
Sabtu疮痛tanggal 2018年9月15日脱口秀节目Kopi Sore yang diadakan oleh Pelita Muda ITB 。 Acara ini mengkaji sedikit cuplikan tentang Indonesia dari perspektif para ekspeditor / penikmat ulung Indonesia。 Kopi Sore merupakan salah satu anak acara dari Elegi Pelosok Negeri“印度尼西亚Sebuah pameran karya dari Pelita Muda ITB selama mempelajari sisi lain pelosok”。 Artikel singkat ini bercerita sedikit tentang pengalaman saya mengikuti脱口秀Kopi Sore pada hari sabtu kemarin。 Kopi Sore merupakan脱口秀节目yang mengusung tema“印尼迪马塔北”。 Terdapat dua narasumber dalam acara ini yaitu Kang Aat Soeratin dan Kang Feri格子。
Sedikit cerita tentang latar belakang kedua narasumber,Kang Aat adalah seorang budayawan dan ilmuwan nusantara yang belajar tentang印度尼西亚。 印度尼西亚untuk mengenal budaya dan ilmu pengetahuan membuat Kang Aat diakui sebagai seorang nasionalis yang kritis。 Kang Aat terkenal sebagai seorang pelopor budayawan yang sudah diakui masyarakat umum khususnya komunitas-komunitas yang bergelut di bidang budaya。 Berbeda dengan Kang Feri Latief yang meriset印度尼西亚dengan caranya sendiri。 Kang Feri Latief,自由摄影师。 Sama seperti Kang Aat,Kang Feri merupakan seorang nasionalis yang kritis,Namun Idealismenya muncul bersamaan dengan kesukaan Kang Feri untuk mendokumentasi lewat lensa。 Perjalanan Kang Feri Mengelilingi pelosok Indonesia mempunyai intensi utama untuk mengenalkan sisi Indonesia印度尼西亚yang masih langka dengan cara visual lewat montase foto dan video yang disebarluaskan。 照片-Kang Feri sudah diakui oleh berbagai khalayak khususnya国家地理。 泰达(Tidak jarang)照片印度尼西亚印度尼西亚(Kip Feri terkait)国家地理Sebagai gambaran yang gamblang tentang keindahan印度尼西亚。
Topik utama talkshow ini adalah membicarakan印度尼西亚menurut perspektif si pembicara。 Sebelum mengundang kedua narasumber keatas panggung terdapat perwakilan dari Pelita Muda ITB yang mengikuti kegiatan Ekspedisi dan Kembara。 Mereka menceritakan pengalaman dan cerita mereka tentang perjalanan mereka menuju pelosok印度尼西亚。 Para Ekspeditor melakukan perjalanan ke pelosok Maluku dan para Pengembara melakukan perjalanan ke beberapa tempat di daerah Jawa。 Dari cerita para Ekspeditor dan Pengembara saya dapat membuat suatu kesimpulan bahwa Indonesia yang kita ketahui itu masih secuil,masih ada keberagaman didalam keberagaman。 Berbekal sebuah ambisi dan jiwa petualang para pemuda ini membawa pulang sebuah pengetahuan untuk mereka bagikan ke khalayak luas。 Mereka bercerita tentang pra perjalanan,sistem seperti apa yang mereka gunakan untuk melakukan ekspedisi,hal-hal apa saja yang mereka lakukan di lapangan,dan apa saja yang mereka dapatkan dari tempat itu sendiri。
Setelah perwakilan dari Pelita Muda ITB kini giliran Kang Feri yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan opininya。 Kang Feri mengenalkan dirinya sebagai seorang penjelajah yang suka照片。 “印尼dar lensa Kang Feri itu seperti apasih?” Pertanyaan yang dilontarkan oleh主持人dijawab dengan Kang Feri secara simpel simpel,“ Kaya”。 Candi-candi,arca-arca,peninggalan bersejarah yang bahkan menunjukkan kalau peradaban kuno Indonesia itu tidak kalah canggih dari peradabaan-peradabaan kuno di daerah lain。 Dibalik cerita Kang Feri yang isinya lebih banyak dengan pameran foto pribadi dia dan玩笑selingan yang dilontarkan saya menemukan satu point penting yang ingin disampaikan Kang Feri dari omongan panjang lebarnya,“ Bro Indonesia tuh gamodman Jawa,Bali, masih banyak banget sisi lain印度尼西亚yang harus lo eksplor dan kenalin ke dunia luar” Kurang lebih seperti itu jeritan摄影照片Kang Feri yang sampai ke benak saya。 Singkat cerita,Intensi Kang Feri menunjukkan照片印度尼西亚丹阳Menjadi主题mengapa Kang Feri Menjadi seorang摄影印度尼西亚坎卡国际。 印度尼西亚“印度人”(Fotografi itu)buat provokasi!
贝贝达(Berbeda dengan)康菲·拉提夫(Berbeda dengan Kang Feri Latief) Kang Aat Soeratin,seorang bapak tua,rambut gondrong,namun jiwa muda yang membara。 Sekali lihat saja saya sudah tahu Kang Aat adalah seorang petualang,pemikir ulung,dan seorang nasionalis yang kritis。 Kang Aat menyajikan segudang pengalaman sebagai ilmu yang bisa dibagikan ke khalayak umum。 Seluruh hidupnya penuh dengan pengalaman dan menurut saya seluruh pengalaman Kang Aat bisa menjadi bahan kajian yang tidak akan pernah selesai dibicarakan。 Pembawaan Kang Aat dalam berbicara印度尼西亚sangat simpel,dan menyentuh。 Setiap rangkaian kata disusun secara elok sehingga tersampaikan juga emosi Kang Aat terkait kecintaannya kepada tanah air。 Kalimat-kalimat filosofis juga menjadi salah satu pelaris mengapa Kang Aat pantas dissebut seorang budayawan ulung。 Dalam salah satu topik pembicaraan,印度尼西亚的Kang Aat berpendapat bahwa itu unik karena berbeda-beda。 Seluruh perbedaan di setiap daerah Indonesia menurut康塔尔·阿达拉·达库斯·特尔瓜特·孟加帕·印尼 Setiap adat dan budaya dari Sabang sampai Merauke dimetaforakan seperti penumpukan batu bata untuk membuat sebuah purasi rumah,dan rumah tersebut adalah印度尼西亚。 Perjalanan Kang Aat menjelajahi Indonesia diceritakan dengan begitu detil sehingga para audiens merasakan Indonesia yang utuh。 印度尼西亚itu luas,kaya,dan berbeda。 Tugas kami semua untuk menjelajahinya,mengenalnya,dan melestarikannya。 Tidak peduli latar belakang apapun,tidak peduli pekerjaan apapun,tidak peduli peran apapun,selama darah yang mengalir adalah darah印度尼西亚kalian akan selalu punya peran untuk tanah air。
“自由思想者”
Kata ini pertama kali saya dengar dalam salah satu电影favourit saya Dead Poets Society,dan kata ini普拉扬杨menurut saya bisa merangkum apa yangsaya dapat dari talkshow ini。 Walaupun Topik utama pembicaraan ini adalah Indonesia di Mata Kita,menjadi seorang nasionalis,menjadi orang yang peduli dengan negaranya,menjadi orang yang merasa bertanggung颚树dengan budaya-budaya Indonesia,菜单 Menjadi seseorang yang tidak hanya nasionalis namun juga kritis terhadap isu-isu negara,tidak hanya peka masalah bangsa namun empati terhadap rakyat didalamnnya,tidak hanya merasa beranggung perebunan anan
“ Jiwa-jiwa pemikir lo bakal keluar jam-jam 9 malem sembari seruput kopi item sabi”
Ramadida Rai Pahlevi
