
Judul:班达尔
Penulis:Zaky Yamani
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama
哈拉曼(Halaman):304哈拉曼
特尔比特:2014
书号(ISBN):9786020304281
Buku ini mengisahkan kehidupan seorang pemuda akhir 20-an,yang cemas memikirkan masa depannya。 Melalui Ayahnya,例如Mendengar kisah yang membuat hidupnya semakin bimbang。 Sebagai seorang sarjana yang bercita-cita menjadi pengacara ia justru mendengar kisah asal muasal keluarganya dengan segala kesulitannya。 Menjadikan ia dilema。 Sang ayah memulai kisah dari emak –Dewi。
Dewi lahir di saat Jepang menduduki印度尼西亚,印度尼西亚,印度。 达拉伊斯兰教(DI)苏丹·达拉·伊斯兰(DI)杨·贝拉(Berlatar belakang di daerah)贾瓦·巴拉特(Jawa Barat)Menjadikan Dewi tidak dapat
Dewi memiliki jiwa pemberontak。 Saat akan dinikahkan dengan Hidayat lelaki yang dipilihkan oleh ayahnya,Dewi justru memilih kabur dari rumah。 Tak pelak,kehidupannya menjadi sulit bahkan ia sempat menjadi pelacur。 Ketika menjadi janda dengan tiga anak,dengan kondisi ekonomi negara yang labil,memaksa Dewi menjual ganja。
Merasa sudah tua dan anak-anaknya cukup dewasa,bisnis ganja itu ia wariskan kepada ketiga anaknya。 Kemudian ketiga kakak beradik itu menjadi bandar yang disegani di Gang Somad dan menjadi keluarga yang kaya raya。 Akhir cerita kembali kepada Parlan pemuda tanggung itu。 Ia kembali dihantui kecemasan akan meneruskan bisnis atau mewujudkan cita-citanya。
Buku ini sungguh menarik karena menceritakan dengan rinci kehidupan bandar dan sistem politik kepentingan yang dibangun dibaliknya。 Latar belakang Zaky Yamani sebagai seorang wartawan tentu memberi pengaruh dalam penulisan buku ini。
梅斯基(Meski)德米亚人(Meski demikian) Kemudian banyak sekali bermunculan tokoh dan kehadirannya tidak begitu berarti dalam membangun情节cerita。 Seperti ketiga kakak Dewi yang ketika terjadi penyerangan DI di rumah Dewi,Dewi diceritakan kabur dari rumah sebelum kejadian tersebut。 Ayah dan ibunya diceritakan tewas di tangan DI,Namun ketiga kakaknya justru tidak ada cerita。 Kemudian muncul di bagian akhir小说,Saat Dewi kembali ke kampung伊斯兰教徒dan bertemu suami pertamanya- Hidayat。 Bahwa ketiga kakaknya sudah meninggal。
Parlan sendiri mengetahui kisah ini dari ayahnya,kehidupan di perkampungan yang tanpa privasi seharusnya membuat Parlan tahu bagaimana sejarah keluarganya。 Setidaknya sejarah ibunya yang memang dari kampung Gang Somad。 Mungkin Parlan digambarkan pembaca yang tidak mengetahui apa-apa。
“ Tak ada hakku untuk menilai apalagi menghakimi。 Walau bagaimana pun jalan hidup seseorang pastilah memiliki nilai dan maknanya tersendiri。 Tidak perlu malu menceritakan masa lalu,karena masa lalu adalah pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang mengalaminya,atau bagi yang mendengarkan kisahnya。 服务于加里·基塔·哈鲁斯·贝拉哈尔·达里·马萨·拉卢·塞索朗。 Kita bisa belajar tentang kebaikan dan kesalahan,yang ujungnya demi kebaikan kita pula 。” –halaman 166。
Setiap masa lalu memiliki masa depan,setiap kehidupan memiliki berbagai pilihan。 Setiap pilihan membawa kita kedalam pilihan-pilihan selanjutnya。 Menghakimi dengan memberi stigma bukanlah solusi。 Parlan dan pemuda阳tercermin darinya memiliki kesempatan阳sama untuk hidup tanpa柱头。 (Ams)