Orang yang Tidak Punya Wajah

Pemenang kedua lomba cerpen Ekspresi Sastra Siliwangi III STKIP Siliwangi Bandung 2016

***
Saat matahari masih mengintip di balik bukit,kulihat pria berbaju kumal itu datatang denng langkah tegap。 Kopiah hitam lusuh bertengger di kepalanya。 Entah sudah berapa kali lebaran kopiah itu tidak diganti。 Ia membawa tongkat,tapi tidak digunakan untuk membantunya berjalan。 Tas selempang yang tak kalah lusuh dari kopiahnya tersampir di pundak。 Ia mengambil posisi di bawah tianglampu jalan-di depan kafeku。 贝尔西拉。 Disingsingkannya celana panjang sehingga terlihat luka menganga di lutut dan betisnya。 Mangkuk plastik kecil diletakkan di hadapannya。 基尼(Kini),例如tinggal menunggu matahari naik lalu tangan-tangan terulur mengisi mangkuknya dengan recehan。
Matahari sudah sepenggala naik。 肯达拉穆莱拉迈。 Pejalan kaki pun berlalu-lalang。 Begitu sibuk。 Begitu terburu-buru。 Sehingga abai dengan suara recehan yang sengaja dibunyikan pria berbaju kumal itu。 Lewat saja。 Seperti tidak melihat — Atau memang sengaja berpura-pura tidak melihat。
Dari balik jendela kafe,kuperhatikan wajahnya yang berusaha memelas。 Setiap ada orang yang lewat,例如ulurkan mangkuk kecil di tangannya。 Luka di kakinya ia perlihatkan。 Seperti sedang berusaha berbicara,“ Tolonglah pria yang sedang terluka ini,tidak punya uang untuk membeli obat。”
***
Saat Lidah mentari tengah menjilat-jilat bumi,pria itu masih bertahan di posisinya。 Sudah ada beberapa keping recehan dan lembaran uang dua ribu di mangkuknya。 Ya,ternyata masih ada orang yang merasa kasihan dan memberinya uang。 Sedang sebagian lain merasa takut dengan peraturan yang melarang memberi kepada pengemis di pinggir jalan。
Aku masih tak paham kenapa ia memilih tempat di depan kafeku。 Apa ia memanfaatkan orang-orang yang keluar-masuk ke kafe吗? Kadang tebersit untuk menyuruhnya pergi dan mencari tempat lain。 Keberadaannya di depan kafeku sungguh mengganggu。 纳蒙(Namun),库隆(Kaurungkan)居民,塞塔(Sedang Mencari),纳夫卡(Nafkah untuk keluarganya),塞拉(sedang mencari)
Mencari nafkah? Dengan cara segampang itu? Duduk dan menunggu uluran tangan orang-orang? 啊,阿库·加加尔·帕汉姆。
***
“ Kulihat kau selalu memperhatikan pengemis di luar itu。 阿达·杨(Ada yang menarik perhatianmu)吗?
“是的,” jababku tanpa melepaskan pandangan dari pria paruh baya di bawah tiang lampu itu。 “ Aku selalu penasaran apa yang membuatnya memilih untuk melakukan pekerjaan itu。” Aku beringsut membenarkan posisi duduk。 “考塔胡? Aku yakin pernah melihatnya di kantor ayahku。 Berjas dan berdasi,Dengan Sepatu Hitam Mengilat。”
“ Maksudmu,例如berhenti bekerja dari kantor ayahmu dan memilih Menjadi pengemis? 琼脂爸爸?
Aku menggeleng pelan。 “ Mungkin saja ia salah satu sator korban PHK saat perusahaan ayahku merumahkan puluhan karyawannya。”
阿里·特克(Ali terkekeh)。 “ Lalu kenapa kau tidak meminta ayahmu untuk mempekerjakannya lagi,kalau kau benar-benar peduli pada itu。 嗯?”阿里·梅拉伊·坎吉尔·莫卡奇诺·拉卢·孟盖顿·亚伯(Sebelum akhirnya menyesapnya perlahan)。
Kalimat Ali menelusup ke telingaku。 Mengendap di pikiranku。 Aku bergeming,masiper memperhatikan pria yang mengulur-ulurkan mangkuk ke orang-orang yang lewat。 Bahkan yang baru saja keluar dari kafeku。 恩塔拉。 Ada perasaan aneh dalam hatiku。 Mengapa aku harus memedulikan pengemis yang aku sendiri tak tahu ia siapa。
***
Seminggu setelah percakapanku dengan Ali tempo hari,aku masih belum bisa mengalihkan perhatianku dari pria itu。 Sekeras apapun aku berusaha mengabaikannya,aku selalu-seperti tanpa sadar-melirik ke arahnya。
Seperti hari ini,Sedang Mengecek Bagian Kasir-桑比塞塞卡利Mencuri Pandang ke tiang Lampu Jalan tempat pria itu duduk-ketika kulihat Ali memberi pria itu lembaran uang berwarna merah和lalu masuk ke kafeku。
Ali Menghampiriku yang sedang berkutat dengan komputer kasir。 “ Biarkan pegawaimu saja yang mengurusnya。 Kau seperti tidak percaya pada mereka,” ujarnya。
“ Sebagai所有者,aku harus tahu juga jumlah penjualan kafe ini,” balasku。
阿里·terkekeh pelan。 “请莫哈奇奇诺。”
Aku melirik女服务员dan mengisyaratkan untuk membawakan pesanan Ali。 “ Silakan ditunggu,Tuan,” candaku。 Kemudian Ali menuju kursi di sudut kafe。
***
“ Masih memikirkan pria di luar itu?” tanya Ali setelah ia menyesap cairan cokelat kesukaannya yang mulai dingin。
“ Menurutmu?” aku balik bertanya。
“ Menurutku,达·库库普·汉亚·丹根·梅米基尔坎妮。 Tuan Nasir,Kau harus melakukan sesuatu untuknya jika kau benar-benar peduli padanya,”
“ Apa aku harus menawarinya pekerjaan? Mungkin saja ia jago membuat kopi atau jus,Kan?”
“蒙金。 Boleh jadi。” Ali kembali menyesap minumannya hingga tandas。 “ Aku mengenalmu sudah喇嘛。 Sejak dulu,kau memang terkenal pedali pada sesama dan selalu berempati pada penderitaan orang lain。 阿里·苏达·哈法尔·斯法法特穆·杨·萨图(Aku sudah hafal sifatmu yang satuitu)。 “ Tapi aku tak menyangka seorang pengemis tua,eh,嗯……手枪。lud itu sanggup menggelayuti pikiranmu selama ini。”
“登加”,kataku。 Menyedekapkan tangan di atas meja sehingga badanku sedikit condong ke arah Ali。 “ Guru ngajiku bilang,ada satu hadis yang mengatakan bahwa kelak di hari kiamat,orang yang suka meminta-minta akan datang dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun di wajahnya。”
Mendengar perkataanku,Ali mengernyit,sambil mengusap-usap pipinya yang ditumbuhi bulu-bulu halus。 “ Seperti itukah?”
Aku Mengangguk。 “贾迪·阿库·梅拉萨·因金·门尼拉马特坎·奥兰·图·达里·凯达安·塞珀蒂·塔迪。 Lagipula badannya itu masih kuat untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih berkah。 Menurutmu bagaimana?”
Ali Tak Langsung Menjawab karena女服务员sudah datang membawakan pesanannya — dan juga secangkir untukku。 “嗯……” “ Lakukan jika menurutmu itu akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik。 Awan selalu mendukungmu,kawan,” pungkasnya sembari menyambar cangkir yang baru datang,menyesap dan menandaskan separuh isinya。
***
Senja telah merangkak menutupi siang。 Beberapa pegawai pamit padaku karena shift mereka sudah berakhir,berganti dengan pegawai yang bertugas dari sore hingga pukul sepuluh malam。 Aku masih duduk di samping jendela mengamati si pria berbaju kumal。 Biasanya,sebentar lagi ia和akan beranjak dan pulang。
丹·贝纳尔! Ia berdiri lalu tertatih menyeberangi jalan。 Ada dua kemungkinan yang membuat ia berjalan tertatih; 卢卡·迪·卡基尼亚(卢卡·迪·卡基尼亚)。
Aku segera merogoh kunci mobil di saku celana kemudian bergegas ke garasi di pinggir kafe,mengeluarkan mobil,dan mengikuti arah pria itu berjalan。 拜仁(Baiklah),珍甘(Jagan)sebut aku penguntit atau semacamnya Aku hanya ingin memastikan sesuatu。 伊图萨哈 Aku sendiri tak tahu。 Belum pernah aku berbuat sejauh ini。 Mengikuti seorang pengemis。 吉卡·迪皮基尔·皮克尔(Jika Dipikir-Pikir)
***
h,塞拉尼亚(tial dapat dilalui mobil)。 Aku menghentikan mobil di depan gang,melihat pria itu masih berjalan。 Tak begitu jauh,aku masih bisa melihatnya berhenti dan memasuki sebuah rumah yang…lumayan besar。 贝克拉(Baiklah,kita sebut saja sederhana)。 Tapi terbilang mewah untuk ukuran pengemis —杨达兰·bayanganku,seharusnya rumahnya hanya terbuat dari kayu atau berdinding bambu。
Penyelidikanku malam itu sudah cukup。 Aku kembali ke kafe sambil memikirkan cara untuk membebaskannya dari dunia itu。
***
Keesokan harinya,大别的偏头痛。 Sejenak kuabaikan ia。 Semalaman aku Menimbang-nimbang tindakan apa yang harus kuambil。 Benar-benar menawarinya pekerjaan,kerja sama,dan semacamnya,atau membiarkannya menjalani pilihan hidup sebagai peminta-minta。
Entah dorongan apa dan dari mana,aku pun menghampiri pria itu。 Ia masih bersandar pada tianglampu。 Melihatku menghampirinya,例如,Menunduk sambil dengan ragu mengulurkan mangkuk yang sudah berisi beberapa uang receh。
Aku berjongkok di hadapannya。 “ Aku tidak akan memberimu uang”,ujarku。 “ Sebagai gantinya,kuangang kau minum di kafeku。 Bagaimana?”
Ia mengangkat wajah dan rautnya tampak bingung。
“ Ada yang ingin kudiskusikan denganmu。”
Ia tampak ragu namun aku berhasil membujuknya untuk masuk ke kafeku。 Setelah mempersilakannya duduk di kursi yang agak jauh dari pelanggan lain,aku meminta女服务员membawakan kami浓咖啡。 Kepalanya masih tertunduk。 Sesekali tangannya terangkat untuk membetulkan letak kopiah。
“ Ada sesuatu yang ingin kutanyakan。 Bolehkah?” Aku membuka percakapan setelah海宁beberapa喇嘛。
Ia Mengangguk。
“ Kau tahu PT。 Sriwijaya Abadi?”
Mendengar pertanyaanku,例如, Sepasang mata kami beradu。 Tatapannya terasa lebih tajam dari biasanya。
“ Ke-kenapa anda menanyakan itu?”
“贾瓦布·萨哈(Jawab saja)。”
Ia Tak Mengeluarkan sepatah kata,塔皮会员卡anggukan sebagai颚班。
“ Kenapa kau berhenti bekerja di sana?”
Kulihat rahangnya menegang。 Ia Tak segera menjawab。 Aku masih menunggunya buka suara,sampai dua cangkir espresso tersaji di hadapan kami。
“ Baiklah,silakan diminum dulu,” tawarku。 Setengah ragu,例如,Meraih Cangkir dan Mendekatkan ke hidungnya。 Ia terlihat seperti mengenang sesuatu ketika menghidu香气kopi itu。 佩拉罕(Perlahan),伊尔邦(Is Cangkirnya)。
“ Terima kasih,” katanya sembari meletakkan cangkir itu di meja。
“贾迪,巴加马纳·丹根·佩坦亚安库·塔迪? APT benar dulu kau bekerja di PT。 Sriwijaya Abadi? Lalu kenapa kau berhenti?”
“安达·wartawan?”
Aku menyilangkan tangan di depan wajah。 “ Bukan。 布坎 特南萨哈 Aku hanyalah pemilik kafe ini。 Tidak ada hubungannya dengan media mana pun。”
“ Pak Rizky,” katanya。 Ayahku,我说是nama ayahku-HRD di perusahaan itu经理。 “ Pak Rizky yang成员hentikanku dari pekerjaanku。”
Benar dugaanku。
“ Lalu…apa yang kaulakukan setelah itu?”
“ Aku melamar pekerjaan lain,Namun sepertinya nasib baik Tak berpihak padaku。 Setelah kehilangan pekerjaan,aku kehilangan istriku yang pergi dengan pria lain。 Lalu…aku terjerat utang。” Ia menghela napas。 Tak kusangka ia akan benar-bear menceritakan kisahnya padaku。 “ Setelah Terpuruk dalam waktu yang喇嘛,seorang teman mengajakku melakukan satu pekerjaan yang katanya mudah。 是的,mudah dan penghasilannya lumayan。 Aku pun mencoba pekerjaan itu。 Dan Seperti anda lihat,以及其他人。 “ Boleh aku minum lagi?”
“Tentu SAJA。”
Ia lalu menandaskan espressonya。
“朴……嗯……”
“拉吉布。”
“巴帕克·拉吉卜(Bapak Rajib),阿帕·考特塔里克(apa kau tertarik)?”
Ia mengernyit。 “ Membuat kopi? Aku bukan咖啡师。”
“ Kau bisa melakukan apa pun yang kau bisa。 Menjadi工作人员会计atau市场营销,是的,阿帕萨哈。 Aku menawarkan gaji yang lumayan untuk pekerjaan itu。”
Ia terlihat berpikir。
“ Beri aku waktu untuk mempertimbangkannya。”
“嗯,拜拉。 Datanglah jika kau menerima tawaranku。”
***
Seminggu kemudian,ia tak terlihat mangkal di depan kafe,tapi juga tak datang untuk mengiyakan tawaranku。 Apa ia memilih untuk mengemis di tempat lain?
“ Bos,ada orang yang mencarimu,tuh,” kata salah seorang pegawaiku。 Aku mengikuti arah pandang pegawaiku。 Di depan meja kasir,aku melihat si pengemis,maksudku,Bapak Rajib。 啊,大唐鲁帕尼亚。 Dengan Wajah semringah,阿穆·蓬·孟加皮里尼亚。
Bapak Rajib akhirnya bekerja di kafeku,ia mengerjakan apa saja yang ia bisa。 Sudut hatiku merasakan sesuatu yang…………
***
“ Mana Pak Rajib?” tanyaku suatu hari ketika tak kulihat batang hidungnya。
“博卢大唐,老板。”
佩塔尼亚安·丹·贾巴班·伊特·曼贾迪·kebiasaanku·丹·佩加瓦伊库·塞拉玛·塞明古。 帕拉吉卜达大唐拉吉。 Apa ia sakit?
“ Aku pergi dulu ke tempat Ali。 卡利马库(Kalimatku)反对阿肯根·詹博(Agengan jempol pegawaiku)。
Aku menyalakan mobil dan melaju membelah jalanan yang padat merayap。 Mobil kupacu dengan kecepatan sedang。 Kepalaku mengangguk-angguk menanggapi musik yang mengalun dari tape。 Kuinjak rem ketika lampu lalu lintas berubah merah。 Sekilas Tak ada Pemandangan Yang Istimewa。 Anak-anak jalanan yang menghampiri kaca jendela sambil menengadahkan tangan,pedagang asongan,ibu-ibu yang mengusap kaca mobil dengan kemoceng,dan…pengemis di lampu merah。
Tak ada yang istimewa kecuali…kecuali pengemis yang duduk di persimpangan jalan itu。 Aku mengenalnya。 Aku bahkan sangat hapal baju kumal dan kopiah lusuh itu。 Baju dan kopiah yang tak kusangka akan digunakannya lagi untuk mengharap belas kasih dan derma dari orang-orang。
Tiba-tiba,sudut hatiku merasakan sesuatu。 Kecewa,kunamakan perasaan itu。
Sesulit itukah meninggalkan kebiasaan meminta derma walau balasannya sudah jelas?
蒙金(Mungkin),穆勒(Salai)斋戒,穆勒(melai),穆里(Memikirkan),纳西布(senibku),森提(keiribang),猩猩(orang lain)。
***