Tubuh Kaku yang Menyebabkanku Kencing di Celana

Setelah pengamen itu turun巴士,giliran tukang orasi menunjukkan kelihaiannya。 Semenjak dari Terminal sudah ada dua pengamen,satu penjual buku doa,dan kulihat tukang orasi itu yang terakhir。 Tak apalah mendengar dia berorasi karena setelah ini aku bisa tidur nyenyak。 Kupikir aku menggantikan peran lembaga legislatif,karena rela mendengarkan opini kaum marginal bahkan memberi mereka uang。

“ Di busku kau boleh jualan,mengamen,minta sumbangan,alal tidak usah berorasi。 Kalau berorasi turun saja sekarang!

Tukang orasi itu membalasnya dengan senyum sinis。

“ Assalamualaikum bapak-bapak,ibu-ibu,mas-mas,adik-adik semua。 Selamat malam。 Salam sejahtera untuk kita semua。 Maaf mengganggu perjalanannya sebentar。 Saya di sini hanya ingin menyita waktu sebentar untuk berbagi rasa tentang apa yang terjadi di Indonesia sai ini。”

Salamnya tidak dijawab。 Aku tidak bisa memastikan berapa jumlah penumpang bus antarkota ini,Mungkin kurang dari sepuluh orang。 塔皮·达帕特·库帕斯蒂坎·汉普尔·塞缅亚·特蒂杜尔。 Hanya aku yang duduk menghadap pintu bus dan seseorang di belakang kursi supir yang masih terjaga。

“ Saudara-saudara sekalian jangan mau ditipu oleh gubernur kita karena dia mendukung reklamasi di provinsi kita。 Nantinya akan dibangun perumahan untuk warga asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia!”

Aku terdiam。 Berharap tidak terjadi Keributan。 巴士tiba-tiba oleng ke kanan dan ke kiri,kami melewati wilayah pegunungan dan kurasa supir justru menginjak gas lebih dalam。 Laki-laki di yang duduk di belakang supir terbatuk satu kali sambil memandang kernet。

“ Betul tidak saudara-saudara? Ini buktinya di koran ada”或“ tangan kirinya”。 Karena tukang orasi itu berdiri di sebelahku,sekilas dapat kubaca tulisan di koran itu dengan jelas。 Dan memang apa yang dia katakan sesuai headline di koran tentang reklamasi。

“江安普拉毛拉迪基拉布希门特拉阿加马。 Dia membiarkan puluhan Organisasi ekstrimis hidup di Indonesia dengan biaya dari negara-negara阿拉伯。 Kalau Organisasi ekstremis itu tumbuh subur。 Apakah anda mau kita hidup seperti saudara-saudara kita di伊拉克? 叙利亚? Hidup dalam–。

“ Mas,aku sudah bilang。 Tidak usah ngomong政治。 Apalagi nuduh-nuduh orang tanpa dasar。” Kata kernet setengah备忘录。

“苏达拉。 Biarkan dia ngomong。 Biar dia cepat selesai。 Toh banyak penumpang sedang tidur。” Kata laki-laki yang duduk di belakang supir dengan tatapan kosong。

Tukang orasi itu cuek dengan Keributan kecil yang terjadi。 Sepertinya kehidupan jalanan telah menempa mentalnya dengan baik。 “ Dan,Saudara-Saudara,Jangan mau juga ditipu menteri keuangan。 Jangan mau ditipu kalau perusahaan amerika yang menambang emas di papua mau membagai sahamnya sebesar lima puluh persen pada pemerintah kita。”

“哇!” kernet membentak tukang orasi。 Tapi melihat laki-laki di belakang supir melirik padanya,separet memberi sinal。 Dia mengurungkan niat,lalu kembali berdiri di sebelah pintu巴士。

“ Jangan普拉毛里蒂蒂普邦利马滕塔拉腾唐康菲克安塔尔苏库丹阿加马迪尼加拉伊尼。 Tentang ancaman bagi persatuan bangsa。 Di negara ini tidak ada konflik。 Semua konflik berasal dari luar negeri。 Kita masih dijajah bangsa asing!”

Tiba-tiba terdengar bunyi雷姆。 巴士berhenti。 Kernet pun membuka pintu巴士。 “ Turun!” Supir yang dari tadi diam sekarang ikut mengusir tukang orasi。 Suaranya keras tapi tidak sampai membangunkan penumpang yang tertidur。

“ Kenapa kamu,朴? Tukang orasi itu menolak untuk turun,泰勒比赫dia belum menarik uang dari penumpang atas oras yang dia lakukan。

“ Aku minta kamu turun sekarang!”。 塞克拉里·拉吉(Sekali Lagi)继任会员,瓦劳·纳帕斯尼亚(Teagal-sengal)。

“ Di mana-mana aku berorasi dan baru kali ini aku diusir。 阿帕萨拉赫库(Apa salahku)? Apa karena aku ngomongin politik? Ini kan negara bebas。 Apa Nggak boleh ngomong politik sama sekali? Jangan-jangan kamu tidak paham apa yang saya omongkan!”

Suasana Menjadi Sepi,Tidak ada Yang Menanggapi。

“ Padding tidak biarkan aku meminta uang ke penumpang。”

“ Turun!” Supir itu berteriak,kali ini suaranya lebih berat dan menggelegar。 Aku mencium bau busuk。 Aku bergidik mendengarnya。

Tukang orasi itu pun turun setelah sebelumnya meludahi kursi巴士。 Kakinya baru menapak di tanah。 Ketika aku mendengar suara,“ Brakk !!” Ternyata仰卧,然后从Membuka Pintu到Lulu Turun dari巴士。 Tiba-tiba terdengar raungan harimau,lalu supir berlari mengejar tukang orasi itu。 门卡卡尔(Mencakar) Menggigit lehernya。

肯格勒(Kengerian)巨石berakhir。 Ketika aku menyadari,orang yang dari tadi duduk di belakang supir,tiba-tiba ada di sebelahku。 Lalu berkata。 “ Dia adalah adikku。 Awal Tahun 2000-an kakek kami dituduh dukun santet。 Lalu padepokan silatnya dibakar dan kepalanya dipenggal oleh penduduk desa。 Tubuhnya diarak keliling甘榜。 Kami sekeluarga harus pindah ke Kota。 Dan Semenjak itu adikku tidak bisa menahan diri kalau ada orang berbicara tentang politik,apalagi menuduh orang sembarangan。”

Tubuhku tiba-tiba kaku。 Dia hanya memberi senyum tipis seakan berkata,“ terimakasih sudah mendengarkan”。 Ketika pandanganku berpaling,ternyata supir itu sudah naik lagi ke巴士。 Kernet menutup pintu总线。 Orang-orang masih tertidur。 Dan perjalanan pun dilanjutkan。 Dari jendela aku masih melihat mayat tukang orasi itu di semak-semak pinggir jalan。

Ketika aku Menonton电影dan melihat tokoh di电影itu kencing di celana。 Kukira itu merupakan hal yang lucu,aku selalu dibuat terkekeh。 Tapi malam ini aku kencing di celana。 Dan aku tidak menemukan hal lucu。 Dan aku tidak bisa tidur selama sisa perjalanan ini。