
Kalau ceker ayam ini habis,pun habis sudah semuanya。
***
Tadi kamu menghubungiku dan mengajak bertemu。 Tidak ada Yang Lebih Membuatku girang saat itu selain janji untuk bertemu denganmu。 Segalanya sudah kusiapkan sejak awal。 Aku jarang memakai gincu,selain untuk kutunjukan padamu。 Aku harap kamu tidak salah mengerti,aku tidak pernah menisbahkan diriku ke dalam golongan perempuan tersubordinasi dan hanya berdandan untuk lelaki。 Aku hanya sedang jatuh hati。
Sesuai janji,kamu sudah menungguku di采样toko buku。 Aku pernah berjanji pada diriku sendiri bahwa pemilik toko buku ini akan kuberi undangan pernikahan kita nanti。 Ia menjadi saksi bahwa aku dan kamu pernah punya cerita indah di sini。
Cukup喇嘛,Kita berdebat,Tengang harga,Atau Sekadar,Asik Dengan,pikiran dan buku masing-masing。 Sesekali kita bertemu di rak yang sama,membicarakan buku yang pernah kita baca dan menertawakan gambar sampul murahan。 Kita baik-baik saja。
“ Kemana lagi setelah ini?” Tanyaku sambal lalu。
提达克·塔胡(Tidak tahu)。 Kamu ingin kemana?”
Aku selalu sebal saat kamu berujar tidak tahu dan balas bertanya padaku。 “玛坎?”
“博勒,毛阿帕?” pertanyaan lagi darimu。
提达克·塔胡(Tidak tahu) Tapi aku ingin makan,” balasku。 Bukan,aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama denganmu。
“ Bagaimana kalau pulang?”阿贾木。
“啊? Ayo,makan,” jawabku sembari berjalan keluar agar tidak ada lagi perdebatan antara pulang atau menghabiskan waktu bersama。 Apa maksudmu mengajakku pergi kalau hanya untuk mengisi kekosonganmu吗? Pertemuan kali ini juga harus memuaskanku。
Sepanjang jalan menuju tempat makan,aku mengamatimu dari belakang。 北大提达(Kita Tidak) Ada firasat yang hinggap saat aku mencoba menyamai langkahmu; 卡穆德茂伯亨蒂。
***
“ Tadi aku melihat kecelakaan di jalan”,ucapku mengawali pembicaraan。
“哦是的? Dimana?”
“ Di tikungan saat kamu menungguku minggu lalu,运动汉普尔·梅纳布拉克·特鲁克·杨·伯恩蒂,拉鲁·贾图。”
“哦,意大利面酥。”
Berupaya mencari topik,dan ingin memulai percakapan lagi。 塔皮peanan kami大唐; seblak ceker ayam。 尼基·阿拉斯(Kini)Alasan untuk memperpanjang waktu berpikir mencari bahan pembicaraan。 Diselingi basa-basi tentang rasa seblak dan berapa ceker ayam yang ada di mangkukmu。
Kamu tidak pernah sediam ini,terlebih setelah senyum hangat dan tawa yang kita bagi besama。 Aku tidak pernah semerana ini,lelah mencari sorotan matamu yang entah kamu jatuhkan dimana。
“ Kamu mikirin apa?” tanyaku。
“ Tidak ada,”
Bukan颚板杨aku harapkan。
坦巴赫姆说:“卡劳·苏达·哈比斯(Kalau sudah habis),琅勃拉邦(langsung pulang),苏达·毛·胡扬(sudah mau hujan)”
“ Kalau hujan,berteduh di sini,” tukasku。
Kamu tidak膜片。 “ kamu malas?”
“依依”,下颚。
Kali ini bukan topik yang aku pikirkan,tapi lirik-lirik lagu lawas yang kerap aku dengarkan kala menangis。 Aku ingin menangis saat itu juga。
Tidak ada yang bisa disalahkan,bukan kamu yang murung,bukan aku yang bodoh,dan bukan firasat yang tiba-tiba terbersit。 Tidak ada kata-kata-yang keluar dari mulutku。 Aku hanya menatap ceker ayam yang kumainkan di mangkuk。 Aku ingin lebih lama denganmu。
疼痛ini bersama seblak ceker ayam,kamu meminta untuk lekas pulang。