Aku tersandar disebuah pohon,udaranya sejuk membuatku lupa jika sedang berada di bumi,aku pikir aku sudah mati dan sedang berada dalam surga。 Keringat mulai mengucur dari kepala membuat aliran panjang di muka,sesekali mengenai bibirku dan kurasakan keringatku asin。 Burung pun berkicau melengkapi suasana seolah – olah aku benar – benar berada dalam surga-Nya。 Intenah Bahagiaku,基特南岸。
“ akhirnya sampai juga”。
Terdengar suara dari bawah,Ternyata itu adalah suara Nina beserta rombongan yang lain,aku memang sengaja berada paling depan agar aku bisa beristirahat cukup lama sembari menunggu yang lain。
“里约热内卢·杨·莱恩·贝加加斯·梅兰朱特坎·佩贾拉南,布图恩·阿莱蒂斯·丹·姜孔,潘塔斯·萨亚·迪亚·帕林·贝桑加芒·迪安塔拉·雷坎库·杨莱恩。
“ kalian duluan saja,aku mau istirahat dulu,开普敦。” Nina merobohkan tubuhnya di pohon yang sama sedang aku sandari,bahu kami sedikit bersentuhan。
“ yaudah kalo gitu ditunggu di pos bayangan ya。” Rio Kembali Menimbali,迪兰胡特坎登干雷坎– Rekan yang lain melanjutkan perjalanan。
“是唐唐吉安路(Jantung Lu Copot)。” 特里克·朱基·森巴里·特塔瓦·雷尼亚。
Rian memberikan isyarat“ oke” atau semacam“祝你好运” seperti itu lah kurang lebih,sembari mengedipkan mata kirinya。
Aku masih tak mempedulikan mereka,aku lanjut menikmati suasananya,kembali memejamkan mata,Namun bedanya kali ini aku sedikit canggung karena ada和Nina disampingku。
“唐,kamu udah sering mendaki?”
“ tidak juga,sekitar baru dua sampai tiga gunung。”
“伊尼·彭加拉曼·佩塔玛库·奈克·古龙,瓦劳普海角·伊尼·桑加特·门尼昂坎。”
Aku hanya tersenyum,dan masih memejamkan mata。 尼娜(Nami)的卡米·库库普(Kami cukup)喇嘛·特迪亚姆(Kami cukup lama terdiam),阿曼·旺卡·阿曼·兰卡·伊尼(di suasana setenang ini),瓦尼塔·杨·阿库·彭达姆·拉萨·恩图卡尼·阿达·迪·桑普金库(sampingku)。
Kesunyian itu membuyar ketika Nina mulai memulai kembali dengan sebuah pertanyaan。
“唐,kamu pernah naksir sama cewe?”
“ pernahlah。” 阿库·贾巴布·塞辛卡特·蒙金·恩特克·蒙耶姆布依伊坎·拉萨·古普普。
“ kamu pernah suka sama cowo?” 阿库穆莱·贝拉尼坎·迪里·伯坦尼亚。 Tapi Nina diam lama dan tak menjawab apapun。
“唐,卡穆·佩拉纳·曼尼因潘·佩拉萨恩·恩图库吗?
Aku amat kaget,Namun aku pun masih terdiam dan membisu,aku ingin sekali menjawab,“ iya,bahkan tak sedikit dan bukan hanya sekejap,lebih dari itu aku seniri tak bisa menakarnyaunch dih danidan dimdanku mai danidan dimdanku mah siekalim”
Tuhan jika perasaanku ini keliru,jangan kau biarkan aku memeliharanya,jika perasaan ini datang disaat yang belum tepat,tolong simpanlah dan aku titip sampai saat yang tepat itu tiba,sungguh aku ang yang aka yang taka engak anata anagin anatana阿玛特·阿丹巴
Berilah aku kesempatan menjadi hamba-Mu yang tak khianat,tapi sampai kondisi seperti ini,aku takan memohon kepada-Mu dengan menyuruh-Mu lagi dengan kalimat semacam“ tolong” atau“ permudahlu”,aku cukasaupme,aku cukasaup me伯多瓦(Berdoa),“土拉(Teserah)Engkau saja,Tuhan”。