[Cerpen] Mala dan Harapan Kecilnya

Mala duduk tercenung setelah membaca cerita pendek darilayar handphonenya untuk mengisi waktu sebelum tiba saatnya berbuka puasa。 Cerpen tersebut berkisah mengenai kelinci yang terpaksa pindah karena merasa terusir dari suatu desa。 Kelinci itu salah tempat,sama seperti apa yang ia rasakan sekarang。 Belum ada sebulan semenjak ia pindah kemari,namun aura penolakan dari orang-orang sekelilingnya begitu besar。 Ia sebenarnya tidak paham,apakah gelarnya sebagai sarjana seni membuat orang-orang di sekitarnya terintimidasi? Sejauh yang ia pikirkan,ia sama sekali tidak pernah bermaksud seperti itu。

帕达哈尔(Padahal),例如,印度壁画(T壁画)。 Ia suka semangat orang-orang yang berlomba-lomba agar lukisannya terpampang di tembok terluar daerah itu,sebab,di sanalah tempat paling banyak orang berlalu-lalang。 纳蒙(Namun),贝贝拉帕·哈里·扬·拉鲁(Namun),贝加拉帕·哈里·扬·拉鲁(Namun),伊瓜拉·蒙古塔拉坎·伊德(Sempat Mengutarakan ide dan)

“哇,壁画是我的袋鼠。 阿加克·赛昂(Agak sayang),西哈(Karl batas),卡雷娜·巴塔斯(karena batas) 壁画yat satu itu jadi kurang terlihat karena ada壁画yin terlalu makan tempat。 Kira-kira,mungkin nggak kalau di tembok ini dibuat semacam batas garis tipis? 嗯,supraya lebih enak dilihat saja,” ungkap马拉帕达科图阿企鹅壁画寺。

“ Mereka nggak suka diatur-atur”,回应sketketua。

Mala mengernyitkan dahi。 Ia mengulang kembali kalimat yang ia ucapkan di benaknya。 Apakah kata-katanya ada yang salah atau mungkin menyinggung吗? 啊,提达克 马拉·蒂达克·梅拉萨·德米奇安 Ia hanya menanyakan kemungkinan atas masukannya。 Mengapa harus dijawab dengan kalimat yang ketus seperti itu?

Saat itulah,雪兰莪壁画。 “ Siapa ini,Pak?” tanyanya tanpa memandang马拉。

“ Dia lulusan seni dari kota sebelah。 卡里茂贾迪古鲁。”

Kali ini pemuda yang tiba-tiba nimbrung itu menoleh dan menatap Mala dengan sinis。 “ Duuh,姆巴克。 Kita mah nggak butuh guru。 Ck。 Seni itu bebas,nggak bisa diatur-atur。 Kalau mau ngatur-ngatur,cari tempat lain aja!”

马拉Kebingungan。 Ia tidak berkata apa pun sog mengatur-atur。 嗯,我是大师。 Tapi meski begitu,menyandingkan大师dengan kata mengatur-atur seolah membuat profesi大师adalah sesuatu yang negatif dan hina。

“ Lagian kalau mau di sini,nggak usah nyuruh-nyuruh pak ketua begitu,拉。 Emang dia pembantu?” tambah si pemuda。

Sekali lagi Mala diam。 Dia belum bilang apa-apa karena ragu。 Pemuda di hadapannya mengambil kesimpulan terlalu jauh。 Pun pak ketua yang sama sekali tak berniat mengengahi。

“ Ngaku-ngaku jadi宗师jadi ngerasa上等达里·杨莱恩。 Ck。 Nggak ada orang hebat yang gembar-gemborin prestasinya,” ucap si pemuda setelah mengalihkan pandangannya dari Mala。 “康托洞北科托瓦。 Nggak Pernah ngaku-ngaku jadi ketua企鹅,tapi kerja siang malam menilai semua壁画。 Capek Lho Jadi Ketua。 Iya Nggak,朴?”

百节生姜 “哇,pintar kamu。 Minggu depan kamu boleh melukis mural di tembok depan。”

麻辣烫 Kenapa obrolan ini arahnya jadi ke sana? 啊,苏达拉。 玛拉德毛安比尔(Pala Lagi) Lebih baik ia pamit dari sana。 “哇,selamat,是的! “ Semoga bisa jadi壁画杨八哥”,puji Mala untuk mencairkan suasana sebelum pamit。

“阿帕恩,对吗? iri,是吗? Kalau Mau muralnya dipajang di depan juga,usaha dong! Nggak usah ngatur-ngatur yang lain!”

Kali ini Mala melongo tak percaya。 Ingin rasanya ia berseru“ Jaka sembung bawa golok,kagak nyambung goblook!” Tapi ia terpaksa menelan lagi kata-kata yang sudah di ujung lidah tersebut karena ia berusaha menahan diri di bulan yang suci ini。
___

Mala kembali tercenung,kali ini sembari melihat buku tabungannya yang berisi saldo selama ia bekerja di tempat ini。 Ragu rasanya mengambil keuntungan dari tempat yang tak mengharapkan dirinya ada。

Setelah banyak pertimbangan,Mala akhirnya menguangkannya dan memasukkan semuanya ke kotak amal sebelum melangkah pergi。 Menjauh dari kegaduhan yang ia timbulkan secara tak sengaja。

Mungkin di tempat lain orang-orang lebih menghargai profesi guru sebagai pendidik,bukan tukang ngatur。

结束
____

好,到此结束。 Terimakasih untuk kebersamaan yang singkat。 Cukup menikmati di awal meskipun akhirnya harus seperti ini。 Sesuai pedoman平台yang melulu ditegaskan“接受或离开”。 我选择离开。