
Beberapa hari yang lalu saya menyempatkan diri untuk balik kampung。 Pemberkasan yang rumit sebagai persyaratan untuk keperluan mengajar membuat saya harus pulang untuk mengurus beberapa di antaranya di Bantaeng。 Bisa saja saya menyelesaikan semua di kota望加锡,塔皮tetek bengek birokrasi yang rumit membuat saya harus ke daerah asal untuk mengurusnya。 Saya memiliki dua alasan untuk pulang kali ini。 Pertama adalah kemudahan untuk mengurus beberapa berkas di Bantaeng karena beberapa pegawai di Instansi terkait sudah saya kenal cukup baik sehingga saya hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk menyelesaikan semuanya。 Kedua adalah melepas rasa rindu pada kabupaten di mana saya tumbuh dewasa dan meninggalkan banyak cerita di dalamnya。
Menghabiskan waktu yang relatif singkat,hanya 2 hari,bukan berarti tak memberikan kesan bagi saya。 Ada sederet cerita yang bisa sedikit saya bagikan。 Saya meninggalkan kota望加锡sekitar pukul 9 pagi pada hari selasa。 Biasanya saya hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk touch down di rumah saya yang terletak di salah satu kompleks perumahan yang tak jauh dari Kantor Bupati Bantaeng。 Namun hujan yang tanpa kompromi turun begitu deras dan lama sebelum saya memasuki daerah kota Kabupaten Jeneponto。 阿尔哈西尔(Alhasil),三十岁
Saya menunggu di sebuah Pos Kamling di depan sebuah rumah yang menyediakan出租Playstation 2&3。Jarak Pos Kamling dan出租tersebuat hanya dipisahkan oleh jalan raya。 15名男子在波斯卡姆林地3号地上,米拉卡·阿达拉·西瓦-西斯瓦(SMP)杨·哈里·伊纳达·贾塔赫·利布尔·卡雷纳(Sir Yang-kari kela)高级斯米卡·杨·凯拉斯·三度·孟买。 Tanpa permisi dan sungkan mereka langsung naik saja ke atas Pos。 Sedikit mereka berbicara dalam bahasa Daerah khas Jeneponto扬肯塔尔。 Tiba-tiba salah seorang dari mereka mengeluarkan beberapa batang rokok。 Dibaginya kepada dua temannya yang lain。 Korek gas segera menyulut dan membakar ujung rokok。 Setelahnya dari mulut mereka berhembus asap yang mengepul。 Sepertinya mereka sangat menkmati sensasi menghisap benta kampret itu。 Apa lagi suasana yang dingin sangat mendukung。
Hujan Redah,Segera segera meninggalkan ketiga bocah itu。 Motor kembali saya pacu membelah aspal yang basah。 Selepas duhur saya baru tiba di rumah。
Di rumah saya disambut oleh Bapak yang semakin kesini semakin tak ada rambutnya lagi yang hitam。 Di rumah juga ada adik perempuan pertama saya yang terakhir kali melihatnya saat lebaran idul adha tahun lalu,dan kini perutnya sudah membuncit。 Akhir bulan ini saya akan mempunyai keponakan darinya。 Tak sabar lagi untuk melihat卡伦Menteri Olahraga itu –Kalau dewasa nanti dan Menjadi Menpora jangan seperti kelakuan bapak Imam Nahrowi ya,Nak!-Si Bungsu perempuan masih belum pulang sekolah。
Berbulan-bulan tak pulang,selama itu pula kamar saya yang terletak di lantai 2 tak berpenghuni dan tak terurus sama sekali。 Debu,sampah,rayap,serta kenangan pada mantan berserakan tak karuan。 Saya Butuh 3 jam untuk membuat kamar menjadi bersih lagi。
Pulang membuat saya mesti melepaskan rasa kangen yang luar biasa pada apa-apa yangsaya sebut sebagai有史以来最好的回忆。 Salah satunya kawan-kawan喇嘛。 Iwan Adalah teman terbaik yang saya kenal sejak masa SMP。 迈斯基·卡米·苏达·萨图·塞科拉·塞贾克SD,纳蒙·凯卡巴拉·巴鲁·特班贡·丹根·拜克·萨特·马萨·普蒂·比鲁。 Setiap kali pulang kampung,saya senantiasa memasukkan议程,以及Iwan serta keluarga kecilnya。
Selepas Ashar saya memacu motor ke arah rumahnya yang hanya berjarak tempuh kurang dari 5 menit saja。 Saya sedikit kelimpungan mencari rumah mertuanya yang menjadi rumah keduanya sejak memiliki istri。 Sudah Cukup喇嘛saya tidak berkunjung ke sana,sehingga menjadi sedikit 迷失了方向 。
萨蒂(Saat tiba),萨瓦(saita tiba),萨瓦(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saita tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saat tiba),萨瓦·蒂巴(saya disambut oleh ibu Mertua Iwan yang masih mengenal baik wajah polos ini。 Sambutan hangat juga diberikan oleh anaknya,Safwan,yang sudah lumayan besar dan sudah mampu membedakan mana sepatu bagus dan mana sandal kumal。 阿帕·拉吉(Apa Lagi)技术Terbarunya,曼纳娜·阿纳克·库辛(Memanah anak kucing),杨·迪·通朱克坎·科帕达·萨亚 Benar-benar menegaskan kalau dia semakin tumbuh sebagai anak kecil yang aktif dan saya sebagai manusia yang semakin menua。
Ngobrol dengan Iwan seperti de javu 。 Membahas hal serupa setiap kali bertemu,namun tak ada titik jenuh saat membahasnya。 Apa lagi istrinya juga suka menimpali。 Sehingga isi obrolan menjadi seru。 Masalah Jodoh Yang Menjadi inti sari pembicaraan kami疼痛ini。 Bukan tentang keinginan Iwan untuk menikah lagi(印度教徒),tapi ini tentang kehiduuk uk sang-hatan-hatant-thitan-hatan-thatan-tanh-t-hitant
Selalu saja saya menghindari topik macam ini。 Apa lagi saya yang akan berangkat ke Sabah untuk mengajar dan dilabeli tak bolehmen selama 2 tahun menambah beban saja,karena harus pandai mencari alasan lasan yang pas untuk menjawab pertanyaan sakral itu。 Sebelum magrib saya pamit pulang,dan malam nanti kami sepakat untuk kembali bertemu di Pantai Seruni untuk memperpanjang obrolan。
Selepas magrib saya mesti menuntaskan misi lain。 Mengklarifikasi kekeliruan,meluruskan kesalah pahaman,mencari titik temu masalah,menentukan sikap,dan entah apa lagi saya menyebutnya。 Nota kesepahaman masalah tersebut harus menemukan kata sepakat。 伊妮·黛米·凯玛斯拉哈坦·卡米·科德佩妮娅。 Semoga semua sesuai keinginan。
Sebelum angka menunjukkan pukul 8 saya sudah tiba di titik poin pertemuan dengan Iwan。 迪拉姆(Sir,Dirham) Beberapa bulan tak pulang membuat Bantaeng menjadi kian solek。 Pertumbuhan tempat nongki-nongki semakin semarak。 泰罗塔玛·迪·塞基塔兰·潘泰·塞鲁尼。 Sepanjang sayap kanan Pantai Seruni ditumbuhi kafe-kafe baru,sehingga pilihan untuk duduk santai ataupun serius menjadi bertambah。 Namun yang menjadi perhatian lebih saya adalah dua buah kafe yang berbeda konsep dengan kafe-kafe yang berjejer di sekitarnya。 Keduanya tampak kekinian,mirip kafe-kafe bagus yang ada di kota Makassar,mesin pembuat kopi yang digunakan untuk meracik kopi saja sudah mesin terbaik yang harganya bisa mencapai 20-an juta。 Barista-nya pun,mereka yang hand dan kenyang akan pelatihan sebelum terjun di lapangan sebagai peramu kopi terbaik。 Tak seperti tetangga kafe yang ada di sampingya yang hanya mengandalkan tenaga manusia untuk membuat segelas kopi dengan rasa yang kadang pas dan terkadang tak karuan。 Kabarnya sih,dua kafe tersebut adalah milik keluarga bupati。 Entah bisa取消KKN atau tidak和Tapi bentuk kapitalisme bermain di ranah ini的支持。
Saya,Iwan,Dirham和dan istri Iwan memilih duduk di tepi tanggul yang membatasi tempat kami duduk dengan laut yang hanya terdengar suara ombaknya saja。 Topik pembicaraan selalu sama,乔多。 阿帕拉吉(Apa Lagi)巴鲁-巴鲁(Bapa-baru)旅馆迪拉姆(Dirham)孟加拉米·凯蒂达克(ketidak)塞斯帕卡坦(kesepakatan) Semoga selanjutnya berjalan lancar。 Cepat nikah kawan。 Menikah itu enak。 伊藤kata Iwan。
Menjelang pukul 10 malam kami membubarkan diri。 Angin laut yang semakin membuat gigil bukan cara yang baik untuk bertahan Hingga larut。
***
Rabu Pagi Dengan Segudang Masalah
Pagi ini saya memasang议程untuk mencuci motor琼脂tetap terlihat gagah di jalanan。 Namun perintah lain大唐dari pak Bos,Bapak saya。 Dia meminta saya untuk Membersihkan busi motornya。 Semua berawal达里企业。 Hari ini busi benar-bear biang masalah。
20人入学时,伯拉卢·丹·布西·塔·比萨·萨亚·凯鲁瓦坎·达里·卢邦尼亚。 Kesempatan berikutnya saya sedikit meningkatkan tenaga untuk memutar kunci busi agar busi itu bisa keluar dengan segera。 致命。 Kelebihan tenaga itu membuat businya patah。 Cilaka 12. Setelah patah barulah sisa badan busi bisa keluar dengan keadaan cacat。
Kemudian saya bergegas ke bengkel untuk membeli busi baru。 Apakah masalah selesai? 提达克 Busi baru malah membuat keadaan semakin runyam。 Saat memasang busi baru tersebut,马拉运动tidak bisa menyala。 Berkali-kali saya menstaternya,hasilnya tetap nihil。 Busi saya keluarkan拉吉。 Dan Mencoba成员ihkan lubang busi dengan lap yang saya Masukkan dengan menggunakan sebuah kikir。 Sialnya,ujung kikir itu patah sekitar 2厘米,dan membuat motor tak bisa distater。 Tak ada pilihan lain,摩托罗拉·迪瓦瓦·凯·本克尔。
Kak Aso,tukang bengkel yang tak jauh dari rumah,harus membongkar selurh mesin motor Bapak saya。 卡雷娜·阿达·贝贝拉帕·蒲甘·杨·鲁萨克·阿基巴特·基奇尔·杨·帕塔。 Membutuhkan 4 jam hingga motor itu bisa baik kembali dan biaya yang lumayan banyak。
Pesan Moral hari ini; Jangan Mengutak-atik busi yang tidak rusak,bis rugi banyak。
***
Saat sore saya menyempatkan datang berkunjung ke rum rum Doken(akronim dari Do’da Keren)。 Teman喇嘛sedari kecil。 娜玛·阿斯林亚·阿达拉·穆 鲁卡 Entah alasan apa dia dipanggil Do’da,dan beberapa tahun terakhir berubah menjadi Doken。 Aneka perubahan nama itu tak membuatnya sama sekali berubah。 Dia tetap ramah dan selalu penuh dengan rasa penasaran。
疼痛病史,印度雪兰莪州(Singang duduk di bawah),巴育(donu),Dg。Ibunya,saya sering memanggilnya dengan sebutan itu。 Baso(bapaknya Doken),dan Fajar(teman)。
Pembicaraan hangat terbangun rapi。 Banyak hal yang saya tanyakan,terutama perkembangan teman-teman lain yang tak sempat saya temui。 Beberapa bulan tak pulang memang membuat saya melewatkan banyak hal dari lingkungan saya tinggal。
Pertanyaan tentang jodoh dan pekerjaan tak ada berhentinya dipertanyakan。 Saya Pun Menjawab apa adanya。 Terlalu bosan saya untuk pertanyaan semacam itu。 Apa Tak ada pertanyaan lebih sopan daripada pertanyaan seperti itu?
***
Pulang kampung adalah kerinduan terbesar pada setiap perantau。 Perantau selalu dibatasi oleh jembatan keinginan yang senantiasa sulit untuk terwujud。 Kendala waktu hingga financial semacam wabah pertimbangan yang membuat keputusan pulang adalah sebuah persoalan panjang untuk bertemu titik sepakatnya。 Namun saat kesempatan itu benar-benar ada,maka tada ada penghalang yang bisa membatalkan perjalanan pulang itu sendiri。 Bahkan harga tiket sekalipun。
Bagi saya,pulang selalu mempertemukansaya pada dua hal; Kenangan dan keengganan untuk merantau lagi。 Kenangan selalu bersama cerita pahit dan manis,sementara pergi membuat saya semakin merindukan hal-hal yang telah tertinggal; keluarga,sahabat,dan Bantaeng。
佩吉 Iya,saya akan pergi lagi。
普朗 Entah di waktu seperti apa saya akan pulang lagi。