(Khatmil Iman M.)

Ketika aku kelas利马sekolah dasar,ibuku mengantarkanku ke seorang psikolog,untuk tes kemampuan konsentrasi。 Mungkin ia merasa khawatir,sebab ia seringkali dipanggil pihak sekolah untuk melaporkan kelakuanku yang terlalu mengganggu(menurut guruku)。 Psikolog itu memutarkan sebuah film pendek,kemudian ia bertanya kepadaku tentang apa yang salah dengan film itu。 Kalau saja ia jelek aku tidak mau menjawab,玛卡kuceritakan padanya semua isi kepalaku。 Barangkali merasa terkesan ia menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum。 Aku sendiri biasa saja,sekadar untuk menghargainya aku mengikuti gerakannya seraya melototi dadanya yang besar。 Dan ia berkata,“卡穆阿达拉·阿纳克·扬·塞达斯,纳克。”阿库·泰山中塔皮·提达克·门纳帕克坎妮,马拉加·达达 Lalu aku keluar ruangan untuk jingkrak-jingkrak bergembira。 Saat itu juga aku serasa menjadi profsor yang sedang mengamati病毒ganas dengan mikroskop di laboratorium。 Aku adalah tokoh perubahan dunia,yang akan mengobati kesakitan manusia di penjuru muka bumi。 Dan sejauh yang kuingat,har itu adalah hari paling bahagiaku yang kedua。 Telah malas kegirangan,aku ingin mendengar komentar psikolog cantik itu sekali lagi。 Ketika kudekatkan telinga di antara daun dan kusen pintu,ia berkhotbah kepada ibuku yang aku tak paham maknanya。 Yang juga,kini aku lupa semuanya,kecuali satu kata yang aku abaikan:添加[1]。
Seminggu kemudian aku dian tar ke sekolah yang baru,kata ibuku sekolah ini lebih cocok untuk anak cerdas。 Memang benar,Pertama siswa-siswinya istimewa dan sedikit,kedua gurunya banyak dan punya kemampuan khusus。 Tapi aku tak suka,karena di sana tidak ada ruangan yang ada kotak kecil yang bisa mengeluarkan uang seperti di depan sekolahku sebelumnya。 Maka aku protes pada ibuku。 Setelah dapat yang sesuai dengan kemauanku,aku selalu ditemani guru pendamping。 Ia adalah orang yang selalu ingin tahu,kesukaannya adalah bertanya,dan hobinya ialah berbicara。 Untung saja,ia montok,jika tidak seratus persen aku mengusirnya。 Di sela-sela omelannya yang seperti nenek sihir,yang menghambat bayanganku tentang istanaku bersama bidadari-bidadari ayu dan seksi,ia bertanya,“ mengapa kamu suka di sini?” Aku mengatakan jika di ruangan singgasanaku ini suasananya dingin,dan orang-orang yang datang selalu tersenyum padaku,yang tidak aku rasakan di rumah。 Keesokan harinya,kelasku dipasang待定,uden dan semua大师,senyum-senyum seperti orang gila padaku,namun aku tetap tak beranjak,hingga pada akhirnya nenek sihir lelah menemaniku。 Aku ditinggalkan besama kamera pengawas yang dipasang sekolah。
Suatu hari bapakku大唐Menjenguk di ruangan singgasanaku,tiba-tiba matanya berair kemudian mengajakku pulang。 Aku menolak。 Tapi ia tetap bersikeras dan mulai menarik tanganku。 Aku katakan padanya bahwa jam sekolah belum usai。 Antara putus asa dan tidak,ia jongkok menunggu di luar。 Aku cuek saja dan melanjutkan obrolan dengan anak di film pendek yang kutonton beberapa minggu lalu。 Anak itu keberatan dengan perhatianku yang tak tertuju padanya。 Padahal sumber kesalahan电影itu ada padanya,yaitu ia tak punya telunjuk di masing-masing jari tangannya。 Katanya aku malah memperhatikan dan mengomentari rumahnya yang menjadi latar film itu。 Aku menyanggahnya dengan santai,sebab jujur,rasanya suasana rumah itu panas dan sumpek。 Dan aku ingin begitu saja meruntuhkannya dengan buldoser atau bom nuklir。 Ia menjadi sebal dan memakiku,“ kalau begitu bangun saja rumahmu sendiri!”
啊,巴杜斯! Aku berutang pada anak itu。 Maka kuputuskan setelah lulus sekolah nanti,aku akan menjadi sopir penyuplai uang kotak kecil。 Dan pemimpin perusahaan tempatku bekerja adalah seorang yang luar biasa。 Namanya diikuti Bergelar-gelar dari perguruan tinggi termahsyur。 Jika ia pernah menonton电影dangan anak tanpa telunjuk di tangannya,ia pasta merasa iba hati lalu berdoa琼脂tidak menemui pada anaknya。
Pertama kali kerja,Ketika sampai di kotak kecil,sembari rekan-rekanku mengisi uang secara rahasia aku menggambar bentuk dan mencatat ukurannya ruangan itu。 Saat itu juga,sebuah mesin menyemburkan cairan ke mukaku,baunya wangi sekali,membuatku tersadar bahwa perangkat ruangan kotak kecil banyak macamnya。 Selain itu,ada juga kotakan yang di dalamnya kertas begitu berserakan,entah untuk apa。 Kemudian satu hal yang kusuka,ternyata perusahaan juga menyediakan majalah yang hanya selembar,bisa jadi maksudnya adalah menambah wawasan orang-orang。 希巴特·塞卡利(Hebat sekali)。 Barangkali aku juga harus memasukkan广播电台ke dalam daftar,音乐制作人ampuh untuk mengusir kebosanan。 Beruntungnya aku,dibayar sekaligus bisa survei rancang bangunnya。
Berbulan-bulan aku keliling。 Detil demi detil aku rangkum dan kelompokkan。 Aku jadi hapal betul。 Semua tercatat rapi di bukuku。 Pada prosesnya,aku sering bertemu mereka yang aku temui semasa sekolah dasar dulu,membuatku terimpit ingin segera menyelesaikan ideku。 Tapi aku hitung-hitung duitku tak cukup。 Pun,aku rasa ruangannya terlalu luas,efeknya pastiendinginnya tak bekerja maksimal。 Aku ingin singgasanaku dingin sekali,kalau bisa sama persis di Antartika。 Aku bosan tinggal di rumahku。
Suatu malam,aku pikir ternyata,aku hanya butuh kubus yang sisinya semeter saja。 Kurasa cukup untuk sebuah待定,aku sendiri,dan sebuahlampu。 Tinggal kulapisi 聚苯乙烯泡沫塑料 setebal dua senti di bagian dalamnya。 土耳其国立军事学院,阿塞拜疆国立佛教大学。 Hari ini adalah hari terbahagiaku。 Esok hari,aku keluar dari perusahaan dan mulai membuatnya。 Tak pernah aku rasakan gelora semangat melebihi ini。
semua yang kukatakan terdengar bodoh的Aku tahu。 Maksudku,Bagaimana Mungkin seseorang akan bekerja mengumpulkan uang untuk membangun sebuah tempat tinggal yang konyol? Walaupun,sebenarnya bagiku demikian sempurna。
Segeralah kukumpulkan bahan dan alatnya。 Sebagian besar kayu aku dapat di pengrajin kayu bekas,harganya murah dan berkualitas。 Memang susah untukku yang tak pernah sekali pun memegang palu,paku,gergaji serta kawan-kawannya。 塔皮hasratku telah meluap。 Bahkan ketika jempolku terpukul palu,aku malah tertawa dan memakinya,Kenapa ia harus di situ。 Sesudah lima hari kubus yang tak tampak seperti kubus itu selesai,克穆迪族人gehitcat hitam seluruh permukaannya。 Dengan bangga kububuhkan tulisan warna putih pertanda namanya:SAMAWA HARMONI。 Akhirnya selama dua hari setelahnya aku merampungkan seluruh garapannya。
Sebelum masuk,aku mandi dari tujuh sumur yang berbeda。 Aku pikir seakan-akan pengganti仪式syukuran pindahan。 Setidaknya itu yang aku yakini。 Kemudian aku masuk ke singgasanaku。 Di dalam,aku duduk,kemudian menyalakan待定。 Kusetel tujuhbelas derajat celcius。 达·喇嘛(Tak Lama),电影(Mungkin Sepuluh Menit),电影胶片(dek pentitu)。 Ia mengacuhkanku,例如锡伯克(Sibuk)贝尔曼(Bermain)丹根(Dangan)微型rumahnya。 Aku biarkan saja,itung-itung balas budi。
Sesaat kemudian aku seperti di sorga。 Aku melihat sungai yang mengalir di bawah tanah,serta bidadari-bidadari bayanganku dulu,mereka tak jauh berbeda — hanya saja tanpa busana。 Membuatku demikian bahagia。 Selain aku,di sorga ternyata ada juga seorang pelacur yang kudengar dulu memberi minum seeker安靖yang sedang dehidrasi。 Aku rasa juga melihat seorang laki-laki yang menanyakan bagaimana Tuhan membangun kembali kota yang telah hancur,kalau tak salah juga Abu Nawas juga ada。
Dikatakan kepadaku,bahwasannya sorga tak sepenuhnya seperti kata pemuka agama yang dihuni oleh orang penuh kebaikan。 Tuhan demikian pemaaf dan penuh kemakluman pada khalifahnya。 Ia maha semuanya,termasuk maha ketidakterdugaannya。 Dan bahwa penghuni sini memiliki caranya masing-masing untuk masuk sorga。
Kemudian aku ingin dibelikan kartu bapakku,sebab di sini rasanya begitu membosankan dan mengajak Mbak Pelacur,Mas Uzair,dan Abu Nawas main remi。
[1] 注意缺陷障碍