Arah dan Kabut

雅加达,1958年7月28日

坎托·贝里塔·安塔拉(Kantor Berita Antara)

Jam 4 Pagi,Sudut Ruang Rapat Di Lantai Dua

阿拉·杜杜克(Arah Duduk)

Ia menuliskan pucuk-pucuk dari pikiran alam bawah sadarnya

Tentang seorang tentara yang berlari dan berhenti

Dikelilingi musuhnya

门盖塔惠阿贾尔尼亚

阿拉·曼科巴(Arah Mencoba)和英国人(Tulisannya)

Dia ingin melanjutkan tulisannya tapi jarinya tidak bergerak menulis baris kata

特伦蒂(Terhenti)

塔皮·塞珀蒂·凯蒂卡·贝尔姆皮蒂(Aapi tidak Sadar Bagaimana permulaannya)

Arah Tidak Mengerti Kenapa Dia Di Ruang Rapat Di Pagi Buta

‘Kenapa Tidak ada nyaliku untuk melanjutkan cerita?’

Sambil dia Kutuk mesin ketik

‘Apa Mungkin aku sebenarnya bahkan tidak pernah bekerja disini?

‘Perang sudah usai ketika Belanda dan Jepang pergi。 Siapa yang sesungguhnya prajurit ini lawan吗?

‘Aku tidak bisa mengingat mengapa aku disini’

Arah Sadar Dia Sedang Dalam Bunga Tidurnya

Arah Ingin Bangun Tapi Pikirannya Melawan

Dari sudut lain di ruang rapat yang gelap,Kabut yang sedari tadi mengamati Arah bertepuk tangan。

“ A,kngapain ngomong sendiri?”

“嘿,Kabut,kalau tau sedari tadi disitu,ngga akan aku ngomong sendiri。”

“哈哈。 Memang kenapa Rah?

“但是,sepertinya aku sedang bermimpi ini。”

“ L? Kau kan memang juru ketik di Antara? Kau habis minum ciu kali。”

“嘿,阿瓜·卡劳·敏·蒂达克·佩尔纳·桑比·克尔雅。”

“哈哈·马夫·拉赫。 Bercanda saja aku ini。 Tadi ku dengar kau ngomong sendiri。 Sudah kau cubit pipi kau? Kalau kau sedang mimpi,kau harusnya yakin tau kalau aku tidak ada sekarang。”

Arah berpikir,塞拉玛26 tahun dia hidup,sepertinya belum ada orang yang dikenalnya yang bernama Kabut。

“ Kabut。”

“纳帕玛卡帕特吗?”

Arah Mungkin tidak selalu ingat segalanya,塔皮Arah cukup pandai dalam mengingat orang-orang yang dikenalnya。 Pergaulannya memang tidak luas,贾迪·塞蒂亚普·奥兰·杨·伯肯纳兰,伊拉·塞拉卢·英加特。

“ Kabut,aku tidak yakin kau ada。”

Kabut menyimpulkan senyum di sudut bibirnya。

“ Karena aku memang tidak ada。”


巴马科,2019年11月14日

Kantor Komite Palang Merah国际

果酱4疮,kubikel

Arah membuka mata。

Ia angkat tengkuknya yang selama ini membuat siisi kepalanya menempel ke sisi meja。

Ia usap juga air liur dari sisi mulutnya。

Ia melihat tumpukan laporan yang sudah Ia pilah-pilah dan sudah Ia lekati dengan pesan-pesan kecil。

Laptopnya terbuka dengan 4 dokumen yang terbuka dan satu tulisan yang harus dia selesaikan untuk ditinjau oleh atasannya pagi esok。

Arah menghembuskan nafas。

“ Aku sudah bangun”。