高松都

(来自Randi Arif Ananda的#30天写作挑战故事

Nino Setiawan terbangun。 Dua kereta berselisih,menambah riuh suasana pagi itu karna bunyi peluit yang bersahutan —莱昂尼·杜拉·奥朗·特曼·杨(Salay Menyapa)。 Ditiliknya果酱tangannya。 Pukul 02 Dini Hari,Dan Hari Berhujan。 Nino Setiawan duduk di kursi yang berada di dekat jendela,diperhatikannya bulir-bulir air yang bergerak turun dengan ritme yang membosankan。

Ia memperhatikan sekitarnya,di depannya duduk seorang wanita muda。 Usianya kira-kira tak berbeda jauh dari dirinya。 Mungkin,sekitar awal 20-an。 Wanita itu memakai头巾。 Nino baru ingat kalau akhir-akhir ini tren memakai hijab sedang sangat digandrungi oleh kaum hawa。 恩塔拉,我是曼德拉·蒂达克·佩尔纳·门格蒂·塞加拉·特泰克·本杰克·唐加尼·瓦尼塔。

Wanita itu tengah membaca sebuah majalah wanita dengan海报seorang personil少年乐队asal inggris,yang malah membuat Nino jadi ngeri sendiri。 Sialan,pikirnya Apa menariknya sih mereka?

Lalu Hal Yang Dibencinya Terulang拉吉。 Nino menengadah ke atas,kepalanya pusing。 Seperti dunia ini berputar tanpa dirinya。 Kepalanya berat sekali dan begitu pula dengan citra yang selalu muncul dalam keadaan seperti ini。 塞拉卢

Waktu itu umurnya 10 tahun。 阿迪克尼(Adiknya),杨布鲁莫(Yang Berumur)5日前。 塔皮·马塔尼亚·特拉卢·贝拉塔(Tapi Matanya Terlalu berat)。 Ia terbangun karna mendengar suara ribut di lantai bawah。 尼诺·凯西尔·特森塔克(Nino kecil tersentak),丹·朗桑·萨哈·杜伦(daja tempat)

Saat ia Turun,Tak ada apa-apa yang mencurigakan。 Semuanya tampak正常,kecuali ketika ia melintasi ruang电视。 迪亚塔斯·梅亚(Diatas meja),杰拉·丹·梅普曼坎(tempdajamnya)–孟买·杜帕提特·兰泰·塞尔塔·塞布亚·玛哈拉·女神·杨·迪比亚瓦坎·特布卡。

Nino Kecil Duduk Di Sofa,ia memegang dagunya。

Itulah Alasan kenapa TV-nya tetap menyala,batinnya sambil mematikan televisi yang sedang menyiarkan siaran berita pagi。

Di ruanan itu terdapat dua Sofa yang disusun membentuk huruf’L’。 Ayahnya pasti sedang membaca Koran sambil menonton acara berita pagi。 Selain itu,Ayahnya juga punya kebiasaan minum teh dengan gelas porselen putih yang umurnya bahkan lebih tua dari umur Nino pada saat itu。 Ayahnya pernah bercerita bahwa gelas porselen ini adalah hadiah dari sang ibu atas pernikahannya。

Sementara ibunya pasti duduk di kursi yang satunya lagi sambil membaca majalah femina,tentu saja。

Awalnya semua baik-baik saja,sampai salah satu dari mereka(Ayah Nino atau ibunya)membuka perkelahian。 Perkelahian awalnya hanya cek-cok mulut。 Kemudian menjadi panas karna suatu hal。 Nino Tak tahu apa,Namun akhir-akhir ini entah mengapa ayah dan ibunya sering sekali bertengkar。
Ayah Nino naik pitam,begitulah menurutnya。 Ayah Nino kemudian berdiri dan hendak menampar ibunya。 伊布尼诺(Ibu Nino)Menggertak Dengan berkata“ Coba saja tampar kalau berani”。 班加罗尔州兰泰市的南马拉邦(Ayahnya Mengurungkan)尼塔尼亚(Neatnya dan menendang meja di depannya)的名字

Ibunya,Yang Sedang Membaca,Meletakkan majalah feminanya begitu saja diatas Sofa dan Dengan langkah cepat menyusul ayahnya kedalam kamar。

伊图拉·阿拉桑·肯纳帕(TVU-NYA Dibiarkan Menyala)。

Nino kecil beranjak dari沙发,Melangkah ke kamar orangtuanya。 Sesuatu membuatnya bergidik,ketika menoleh kebelakang ternyata itu adalah’Empuk’,kucing peliharaannya。 Empuk adalah kucing dari ras angora yang dipeliharanya sejak umurnya 7 tahun。 Sesungguhnya itu adalah kucing adiknya,Namun karna Nino yang merawatnya jadi otomatis itu adalah kucingnya juga。

“ Mengagetkan saja” keluh Nino kecil。 Kemudian memberi isyarat kepada si’Empuk’untuk pergi,kucing itu pun menurutinya。

Sesampainya di depan kamar orangtua-nya,Nino mengetuk serta memanggil-manggil orangtuanya“ Pa…” panggilnya“ Ma…” namun tak ada颚木。 Setelah mengetuk untuk kesekian kalinya dan tetap tak mendapatkan颚木,Nino pun menyerah dan memilih untuk kembali ke kamarnya。

Saat melintasi koridor,Nino mendapati adiknya Salsa sedang berjalan gontai。 Ia tersenyum ke arah adiknya,Namun dengan cepat senyumnya berubah menjadi ekspresi ngeri。 Kepala Salsa mengucurkan darah segar – seperti baru saja dihantam benta padat。 Nino dengan cepat berlari ke arah adiknya,dan menagkap演唱了Adik tepat sebelum terhempas ke lantai。
“莎莎!”特里卡尼亚,桑比尔·曼纳吉斯。 Dan Yang diingatnya kemudian hanyalah api Yang besar。

Nino tersadar ketika wanita yang duduk didepannya itu – mengogoyang-goyangkan lengannya“ Kamu tidak apa-apa?”

“ Tidak”格伦·尼诺。 Mengusap darah di hidungnya menggunakan tangan。

土耳其的瓦尼塔(Wanita itu den den cepat),“ Terima kasih” ucapnya。

Nino mengusap darah di hidungnya menggunakan组织。 Lalu diremasnya tisu itu dan dibuangnya ke bawah kursi。

Setiap kali citra itu muncul dikepalanya,hidungnya selalu saja mimisan。 Ia tidak merasakan sakit apa-apa,hanya saja kepalanya yang sedikit berat。 Ia benci kalau hal ini sampai terjadi,benci sekali.Pernah suatu ketika,saat citra itu muncul。 Kira-kira kejadiannya terjadi saat ia duduk di bangku SMA。 丹(Dan),塞班(Sampai),塞班拉斯(Sampai),狄拉里坎(Kara)和鲁玛(Rumah Sakit)。

“ Kau kenapa?” tanya wanita yang memakai hijab lagi。 “ Tidak apa-apa” ucap Nino tersenyum,“ Percayalah ini sering terjadi”

Wanita Yang duduk di depannya menampakkan ekspresi khawatir,yang menurut Nino terlalu berlebihan。 Nino menyugingkan senyum yang dibalas dengan senyum juga dari wanita tersebut。

Tidak buruk juga,pikir Nino,diberi senyuman oleh seorang Wanita yang baru dikenalnya。 Ia lalu memandang keluar jendela –丹吉·里特梅·扬·阿内(Megandangi Bullir-bulir air di Jendela)。

Percaya atau tidak,senyuman adalah sesuatu yang sulit sekali di dapatkan di kota besar seperti雅加达。 Jangankan oleh seorang gadis,dengan orang yang kebetulan berpapasan di tengah jalan saja,belum tentu dirinya diberikan sebuah senyuman。 Bagaimana bisa sebuah senyuman menjadi barang langka di tengah masyarakat yang kompleks seperti ini吗? 恩塔拉。 Nino menggeleng kecil sambil memandangi bulir air yang masih bergerak Turun di jendela。

Mungkin,penyebabnya adalah tekhnologi yang berkembang sangat pesat beberapa tahun belakangan ini,pikirnya lagi —迈西·默佩尔哈蒂坎·布卢尔·布尔耶·布尔迪 Yang dimana membuat manusia bisa menjalin komunikasi secepat kedipan mata。 Membuat seseorang yang jauh merasa dekat,namun ironinya malah membuat yang dekat terasa jauh。 Orang-orang lebih tertarik untuk tersenyum di dunia maya ketimbang di dunia nyata。 Sangat Ironis,皮基尔·尼诺。 Namun begitulah kenyataannya。

Wanita didepannya menyentuh pahanya,阳膜Nino memalingkan muka ke arahnya。 Wanita itu dengan baik hata memberikannya sebotol空气矿物。 Ia Merasa Tidak Enak Hati,Namun ia Menerima空气矿物矿物质,Dengan Tersenyum“ Terima kasih”,卡塔尼诺,Dengan Nada扬汉普尔Seperti Berbisik。

“ Kau serius tidak apa-apa?” tanyanya

提达克,成古。 Ini sering terjadi jika aku kecapean”,“哦”,孟冈古的balas wanita itu。

Nino mengangguk“ Mau kemana?”,

“ Bekasi” balas gadis itu,例如kemudian menutup majalahnya dan diletakkannya diatas paha“ Kau sendiri?”

ujar Nino:“ Aku akan turun di Stasiun Jakarta kota”

“ Aku seperti mengenalmu”,现场表演。 Bagian采样mata Nino langsung berkedut,Benarkah吗? Batinnya。 “ Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

“ Kurasa tidak”,格伦·瓦尼塔·图。 “ Mungkin hanya perasaanku saja”。

Ya.Pasti Cuma perasaanmu saja。 Aku juga merasa tidak pernah bertemu kau。

“ Kenapa nyengir?” tanya wanita itu。

Nino Tidak Sadar bahwa ia sedang nyengir sendiri pada saat itu。

“ Anu ..” ucapnya,tergagap“ Tidak apa-apa。 hanya lucu saja”。 怀尼塔·图·曼格鲁特坎·肯宁尼亚(Sewanti Tidak yakin dengan perkataan Nino)“ Apa yang lucu?”

“ Tidak” gelengnya,“ Tidak apa-apa”。

Wanita itu Hanya Mengangguk,Kemudian dibukanya kembali majalahnya,dan melanjutkan孟买。 Nino tahu bahwa sejak itu percakapan mereka telah usai。 Secara Tak Sengaja Matanya Menangkap kembali海报人物Boyband asal ingris itu,yang membuatnya反映了membuang wajahnya ke arah jendela。

Sekarang pukul 02 lebih sedikit,皮基尼 Langit masih gelap dan belum ada tanda-tanda matahari akan muncul。 Mungkin mentari masih bercumbu dengan bintang-bintang,atau ia masih tidur dipelukan sang bulan吗?

Diluar sana,hanya ada kegelapan dan sedikit penerangan olehlampu-lampu jalan yang muram。 Lampu-lampu itu sama muramnya dengan batu-batu dibawahnya。 Entah Mengapa,Batu-batu itu mengingatkannya dengan hatinya sendiri。 Hati seorang pria yang patah hati,keras dan dingin。

Kereta Melaju Dengan Mantap。 Seakan menantang唱hujan yang mencoba menghentikannya。 Bagi Nino sendiri,pemandangan diluar jendela membuatnya seakan berada di dalam pembukaan sebuah电影– setidaknya begitulah menurut Nino。 Ia ingat Pernah Menonton电影Tersebut,Namun ia Lupa Dengan Judulnya。 电影itu sendiri,mengisahkan tentang perjalanan seorang pria yang tengah berjuang mencari makna kehidupan。 Dimana Nino menempatkan dirinya sendiri sebagai pria yang tengah berjuang itu,yang tengah dilanda kegusaran yang sangat hebat sehingga memilih mencari sebuah tempat yang baru untuk menenangkan dirinya。
Semakin喇嘛suhu semakin dingin — giginya gemeletukan。 Ia kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya,yang membuatnya merasa sedikit hangat。 Nino mengedarkan pandangan ke sekeliling,wanita itu masih membaca majalahnya。 纳蒙(Namun),杨达库(Nadu),杨达杜克(Duduk),迪塞伯朗(Kanannya)。

Nino menebak pasti umurnya sekitar akhir 30-an。 Pria botak itu memakai kemeja garis-garis coklat serta celana bahan。 Ia juga memakai kacamata,yang sama sekali tidak menambah kesan intelektual diwajahnya和malah sebaliknya。
Kepala pria itu plontos,satu hal yang membuat Nino geli setengah mati。

Namun ada sesuatu yang membuatnya betah memandangi kepala pria itu,sepertinya kepala tersebut memiliki daya tarik magnet untuk menarik Nino agar terus memandanginya。 恩塔拉(Neta merasa),尼曼(Nino merasa)尼泊尔(Memanggil-manggil namanya)。

Aneh Tapi Indah。 Begitulah kira-kira cara yang tepat untuk menggambarkan bentuk kepalanya。 Saat memandanginya,Nino Bak Seorang kurator yang tengah mengamati karya legendaris Salvador dali atau Da Vinci-yang terus mencari detail-detail unik karya seni bernilai tinggi。

Kepala pria itu mengingatkannya kepada seseorang — bagaimana menyebutnya是吗? —图康·sulap,蒙金。 Yang biasa membawakan sebuah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta nasional sehabis maghrib。 Jika kacamatanya dilepas,dan ditambahkan sedikit celak di lingkaran matanya pasti mirip。 Nino tersenyum simpul。 Mungkin Tidak Perlu Celak,Karna Lingkar Matanya Sudah Menghitam。

Pria botak itu sadar tengah diperhatikan,Nino dengan pandangan heran。 Karna tertangkap basah,Nino pun memberikan senyum simpul yang selebar-lebarnya,yang dimana bertujuan untuk mengurangi rasa besalahnya。 Puri botak itu hanya tersenyum getir,curiga bahwa bisa jadi Nino adalah seorang pemuda brandalan。

雅加达迪科塔塞珀蒂,塞古阿·塞古蒂·塞库拉 Apalagi jika orang itu adalah pemuda yang tengah memperhatikan bentuk kepalamu,maka kau harus mencurigainya dua kali lipat。 Siapa tahu dia ingin mencuri kepalamu。

“ Mau kemana mas?” Tangya Nino,begitu saja。

帕拉·博塔克·图·蒂达克·孟古布里斯尼亚(Pria botak itu tidak menggubrisnya),阿塔·朱加,比萨·贾迪·伊·普拉·波达·蒂达·曼登加尔·尼诺(Minog Mempunyai masalah dengan alat pendengarannya)。 Menurutnya,阿拉善terakhir itu adalah yang paling masuk akal。

“ Kamu Nino,Kan?” Tanya Wanita Berhijab itu,Menthentikan apa yang Sedang dibacanya。 Nino langsung saja berhenti memandangi Si Pria Botak,dan langsung menghadap wanita yang memakai hijab tersebut。

Nino Menyipitkan kedua Matanya,黑兰– Mencoba untuk mengingat-ingat siapa sebenarnya wanita berhijab ini

“ Iya” kata Nino pada akhirnya,门岗郭。

“ Bagaimana anda tahu?” –扬·泰尔纳塔·加加尔(Nin tidak bisa mengingat sama sekali dimana atau kapan ia pernah bertemu dengan wanita tersebut sebelumnya)。

“ Anggap saja saya sedang beruntung” katanya,tersenyum。 Senyum yang汉普尔licik,yang mengingatkannya pada tokoh antagonis dalam电影。 Dengan perasaan tak berdosa,wanita itu kembali membaca majalahnya,meninggalkan Nino dengan tanda tanya besar。

Nino Setiawan pun menyilangkan kakinya,memegangi dagunya yang hanya ditumbuhi beberapa helai janggut kemudian kembali memandangi Pria Botak yang duduk diseberangnya,memandangi kepala pria itu membuat Nino mengingat sesuatu yangs。 Entahlah,pikirnya terlalu庸俗的untuk dibahas,lalu nyengir sendiri。
Melihat Nino bertingkah aneh,Wanita berhijab itupun tak kuasa untuk tak bertanya“ Kau kenapa?”

尼诺·门德卡(Nino Mendekat),丹·古古坎(Nen Mengucapkan),塞达·纳帕(Nada Hampir Seperti Seperti berbisik)。 Wanita berhijab itu –杨阿涅亚(Nannynya),三宝se(Sampai Sekarang)Nino tak tahu siapa namanya –默里克·科普(Emilg keapa)

“ Tidakkah ia mengingatkanmu pada seseorang atau sesuatu,atau apa saja yang熟悉吗?”

坦帕(Tampak)Sedang berfikir Sebentar的Wanita itu diam,“伏地魔?”

Nino tertawa。 “伏地魔电影哈利·波特? 是的,卢玛扬巨鳄。 Tapi,Menurutku Kau Tahu Pesulap Yangbia,Membawakan Acara Talk Show sehabis maghrib?”

Sontak saja wanita berhijab itu terpingkal,“ Astaga” katanya“ Kau kejam sekali。 Iya tapi memang mirip sih,jika kacamatanya dilepas lalu ditambah celak”

Mereka kemudian tertawa,

“哦是的。 Aku belum tahu siapa namamu?”

瓦妮塔·图伯迪姆“ Bukankah tidak sopan jika wanita memperkenalkan namanya dahulu?” Nino mengangguk dua kali“好吧,考苏达·塔胡·纳玛库,贾迪·库拉萨·图·苏达·库库普”

Wanita itu kembali tersenyum。 Lagi-lagi senyum yang sedikit licik itu“ Usaha yang bagus。 娜娜娜娜(Namaku Nina)。 妮娜·卡列尼娜(Nina Karenina)

“阿库(Nino Setiawan)。 Panggil saja aku Nino。” Menyambut uluran tangan Nina,“ Nama yang bagus,ngomong-ngomong。 Mengingatkanku pada salah satu Novel Tolstoy”

“ Maksudmu Anne Karenina?”,“ Ya,yang itu”,安古克·尼诺(setguju)。

“是的,Percaya atau tidak,ayahku adalah penggemar nomor satu Tolstoy,namaku memang terinspirasi dari Novel tersebut”

Nino memegangi dagunya,杨汉亚·迪图姆布希·贝贝拉帕·赫莱·扬古特“ Lalu bagaimana kau bisa mengenalku?”

“ Kau benar-benar tidak mengingatku?” kata Nina,Balik bertanya。 Nino Setiawan mengerutkan kening,tampak berfikir sebentar,kemudian menggeleng“ Tidak” katanya。

“ Kau ini sombong atau ingatanmu memang lemah?”。

“ Aku memang tidak ingat”,kata Nino tersenyum。

“ Tentu saja kau tidak ingat”尼娜·特塔瓦“ kita memang tidak pernah bertemu sebelumnya”

“阿帕阿帕安。 “ Kau mencoba mengerjaiku吗?” kali ini尼诺·贝纳尔·贝纳尔·塞萨尔。

Nina menarik nafas。“恩,Aku mengenalimu dari照片,Itupun sudah lama sekali,sekitar 6 tahun yang lalu。 Temanku yang menunjukkannya。”

Nino Mencoba Mengingat Susuatu,Namun Otaknya Menjadi Seperti Puzzle Dengan Banyak Teka-Tiki Yang Belum Sempat dipecahkannya

“贾迪(Jadi),锡帕(Siapa temanmu itu)?”丹妮亚(Tanyanya),恩塔·孟加帕(Entah Mengapa),拉萨·彭纳萨兰(Rasa Penasaran Menggelitik dadanya)。

“塞拉皮纳”

Waktu Serasa Berhenti,Nino Masih Tak Percaya Dengan Apa Yang Baru Saja Didengarnya