Sudahkah Kamu Menulis Hari Ini?

Pura-pura menulis。

“ Sudahkah kamu menulis hari ini?” Mungkin pertanyaan inilah yang terus menerus terngiang-ngiang di kepalaku sepanjang hari。 Demi dapat menjawab pertanyaan sederhana ini dengan baik,kadangkala aku mesti menjalani hariku dengan berat。

Aku memang selalu ingin menulis。 Namun aku sendiri sampai saat ini masih berada dalam kebingungan tak berhujung mengenai apa yang sesungguhnya harus aku tuliskan。 Kadang-kadang gagasan yang akhirnya menguat dalam diriku adalah; 菜单菜单tang apa saja yang ada di pikiranku

Maka masalah yang pertama-tama aku hadapi sebenarnya bukan mengenai konten atau isi dari tulisanku,melainkan apakah aku bisa membangun karakter kepenulisanku itu。

Saat ini aku menulis hampir di semua tempat。 Dengan semua sarana。 Aku seperti ingin membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku bisa menulis tentang apa saja,kapan saja,dan di mana saja。 Meskipun pada mulanya,dan sesekali masih bermunculan saat-saat ini,ada gagasan yang menguat tentang aku yang seyogyanya fokus kepada satu platform publikasi tertentu。 Apakah媒体社交媒体Facebook。 Ataukah publikasi amatir seperti博客,Entah WordPress,Tumblr,dan juga Medium。 大众媒体专业人士Atau bahkan publikasi。 Namun ketika gagasan itu aku turuti,aku justru tidak menghasilkan apa-apa。 Usaakuaku untuk fokus pada satu saja media publishasi malah membuatku kerepotan memikirkan apa yang stisti aku tulis pada publikasi itu Hingga pada penghujungnya aku tidak jadi menulis apa-apa。 Tidak di publikasi yang aku pilih itu,tidak pula pada publikasi yang lain。 伊尼问题 Kedua,ketika ak akhirnya memebaskan saja diriku,aku mendapati diriku sendiri tidak konsisten pada tema tertentu。

Problematika ini membuatku berpikir lagi seperti semula bahwa yang penting adalah aku membangun karakter kepenulisanku melalui konsistensi dalam menulis。 Bagaimana aku menjawab pertanyaan“ Sudahkah kamu menulis hari ini?” dengan sesederhana颚木’sudah’atau’saja’。 Tanpa perlu memperpanjang pikiran,yang ujung-ujungnya memberatkan,mengenai apa yang semestinya aku tulis。

Selain daripada karakter kepenulisan yang berlandaskan kebebasan ini,aku juga memiliki beberapa pekerjaan di bidang tulis menulis。 Pekerjaan berupa proyek untuk menulis sesuatu。 Pekerjaan ini pada titik tertentu seakan berperan sebagai hambatan bagi karakter kebebasanku dalam menulis。 Atau Mungkin Lebih tepatnya,karakter itulah yang menjadi hambatan bagiku dalam menyelesaikan pekerjaanku itu。

Mungkin karena terbiasa menulis begitu bebasnya,aku jadi memiliki kesulitan tersendiri ketika menulis mengenai sesuatu yang sudah ditentukan sebelumnya。 Kesulitan ini lah juga yang menjadi hambatan ketika aku ingin menulis untuk media。 Aku belum sepenuhnya mengerti apa yang ada da balik kesulitan ini,dan aku masih terus memikirkan mengapa kesulitan ini menghantuiku sampai saat ini。