Bergeming acapkali aku bertemu orang-orang yang berbeda。 Tetapi Mengulang rutinitas yang sama,membawa harapan yang sama,dengan kantung penuh kepesimisanku。
Susu Cokelat Yang Kutenggak setiap pagi harusnya rasanya tetap sama。 Tetapi terasa berbeda bila pesan singkat ucapan’selamat pagi’darimu tiba-tiba muncul dilayar telepon genggamku。
Aku harusnya mengerti bahwa kecupku tidak akan menjalar sampai ke jantung hatimu。 阿达·巴扬·阿布·扬·桑蒂安纳萨·孟加兰吉·丹·梅斯基·阿塔胡,阿米·米尔米·迪亚姆。
Ibarat aku mulai berjalan menjauh tetapi rasanya tak kuasa melepas dekapanku yang kian melekat hingga berubah menjadi serpihan yang menempel pada tubuhmu。 Tetapi tetap tidak menjalar sampai ke jantung hatimu。
Apa kau sungguh pulang ke“ rumah” yang sungguh-sungguh“ rumah”?
啊… Mungkin kau tersesat,sayangku。
Karena ketika kau membisikkan kata’rindu’di telingaku,aku tahu kau masih saja tetap mendelik ke arahnya。
Ketika kau jamah setiap inci tubuhku,menelusuri peta erotisku,menggerayanginya sampai peluhku kepayahan。 塔皮(Tapi),空气穆卡穆(malkamu malah)莱比赫·塞拉(cerah saat menggenggam lengan)
Ketika aku berusaha menghadang mereka dengan cumbuan panas yang kujatuhkan bertubi-tubi pada bibirmu。 塔皮(Tapi),德鲁·安金·丹根·塞帕特·姆巴瓦穆·帕达·德卡帕妮(dekapannya)。
Ketika kau berteriak padaku bahwa kau mencintaiku。 塔皮,harusnya aku tahu! Bila apa yang terjadi di atas ranjang akan tetap berada disana。 Dan Hanya Akan Tetap Berada Disana。 Menjadi saksi bisu darimu yang menelanjangi harga diri dengan buai rayu。
Dan aku terguncang dalam diam。 Menyaksikan potongan-potongan jiwaku mulai runtuh satu-persatu。 Lihat,bayangnya berusaha tegar mati-matian berdiri menatapmu dari lingkaran yang lain。 Lingkaran terluar dari hidupmu。
Aku kekasih,tapa bukan siapa-siapa bagimu。