
Untuk beberapa minggu kedepan aku akan menghabiskan waktu bersama keluarga kecilku,Sheila dan Leha,sebelum kembali lagi ke dunia perfilman。 Ya,aku hanya bekerja jika ada projek dan tidak seperti kebanyakan orang yang menjalani rutinitas kantorannya。 Rasanya lega sekali setelah menyelesaikan projek besar。 Leha akan sangat senang sekali jika mendengar aku akan menghabiskan waktu bersamanya。 Apalagi musim libur sekolah sudah dimulai。 Ada begitu banyak sekali 规划 untuk mengisi liburan。 Hitung-hitung membuat keluarga kecil ini lebih ceria lagi。
Sheila,istriku yang dulu aku perjuangkan dengan keras,tengah menyiapkan makan malam untuk kita。 Tetapi Ada Yang Berbeda Dengan Gaya Memasaknya Kali Ini。 Agak Murung dari biasanya。 阿帕杨萨拉赫? 皮基尔库。 Tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya。 “ Sayang,Tenben Murung Begitu,kenapa? Nanti makanannya jadi asin,lo。“ Sedikit candaanku membuahkan setitik senyuman。 泰塔皮(Tetapi)蒂达克(Tetapi) “ Ya sudah kalau gak mau cerita。” Aku mengalah。 Ketika perempuan ada masalah maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikannya ruang dan waktunya untuk sendiri。 Yang kedua adalah…“ 康 ,印度。” Yap,yang kedua adalah memberikannya kesempatan untuk bercerita。 “ Ibu?” Aku mendadak terpikir tiga tahun lalu。
Senja itu aku bersiap mendatangi seseorang yang akan menjadi pendamping hidup aku。 Tepat Didepan rumahnya aku mulai memberanikan diri melangkah menyusuri halaman rumahnya。 Jantung Berdetak Kencang。 Bagaimana tidak? Keputusan unduk melamar di usia dua puluh tahun memang berat。 Tetapi keputusan ini merupakan tantangan bagi aku untuk lebih bertanggung颚 Tanpa basa-basi aku mengetuk pintu rumah besar itu。 Sepersekian detik kemudian pintu dibukakan oleh seorang wanita yang mirip sekali dengan Sheila。 Sudah pasti ini ibunya Sheila ,kataku dalam hati。
“ Kamu Dio?”
“嗯,我叫坦达,赛亚·迪奥。”贾瓦布·丹根·纳达·扬·古格普。
“玛苏克。”
柏林(2)