Menulis artikel bukanlah sebuah pengalaman pertama bagi saya。 Saat mahasiswa saya pernah menulis artikel,meskipun untuk lingkaran kecil di Organisasi,teman dan mahasiswa kedokteran。 Bulan lalu,saida mendapatkan pengalaman pertama tulisan saya dimuat koran / media cetak。

沙耶因金(Saya ingin membagi pengalaman saya)。 达拉姆·彭布坦(Dalam Pembuatan) Langkah yang saya tempuh mungkin mirip dengan kebanyakan penulis。
佩尔塔马(Mertukan ide), Saya ingin mengangkat mengapa permasalahan HIV / AIDS tidak selesai di negara ini。 LSM阳猛禽pelayanan感染艾滋病毒/艾滋病的人是Permasalah yangsaya angkat sangat relevan dengan lingkup saya di Setelah banyak berdiskusi dengan kolega,ternyata柱头memiliki peran杨signifikan。
Kedua saya membuat kerangka tulisan。 Kerangka tulisan segera saya tambahkan menjadi draf。 Intinya Adalah,Jangan Terlalu喇嘛berkutat pada kerangka tulisan。 Setelah ada draf,mina teman untuk meninjau,kembali artikelnya。 Kalau Bisa,upayakan dapat tinjauan dari berbagai orang sesuai dengan tingkat pemahaman terhadap isu。 Minta tinjauan dari para ahli,praktisi dan awam。
Ketiga,finalisasi artikel。 Pastikan seluruh artikel bebas dari kejanggalan pemilihan kata,typo dan grammar yang tidak sesuai。
Keempat,kirim artikel。 Untuk di opini thejakartapost silahkan untuk mengirim keOpinion@thejakartapost.com dengan ketentuan jumlah kata maksimal 1000 kata。 Jangan lupa menyertakan简历。
Tunggu散文Kelima担任《 Tinjauan oleh》编辑。 散文ini relatif喇嘛。 Pengalaman kemarin,saya harus melakukan revisi sebanyak 3 kali karena istilah yangsaya pakai masih sulit dipahami oleh orang awam。 Saya kirimkan artikel di tanggal 2018年11月27日dan sekitar sebulan kemudian baru terbit。
Keenam,artikel diterbitkan oleh koran。 Saya tidak mengetahui状态彭比坦·阿蒂克尔·萨伊亚。 Secara Tidak Sengaja saya buka koran tersebut dan menemukan artikel saya。 Tidak ada Pemberitahuan sebelumnya yang menyatakan artikel akan masuk cetak。
Ketujuh,行政管理散文。 Setelah artikel dicetak,saya dihubungi oleh pihak koran untuk mengirimkan NPWP dan reinging bank古纳pengiriman荣誉menulis。 Honor Yang Diberikan thejakartapost adalah Rp 600.000,00 sebelum dipotong pajak。
Demikian pengalaman yang dapat saya bagi。 Semoga dengan membagi pengalaman ini dapat memacu saya dan pembaca untuk mencoba mengirimkan artikel lebih banyak ke berbagai media cetak di Indonesia。