

Seorang teman baru saja mengabarkan istrinya melahirkan anak keduanya。 Aku pun langsung mengucapkan selamat atas berita gembira yang dia sampaikan。 Setelah beberapa saat dia mengungkapkan kebahagiaannya dengan lahirnya anak kedua,tiba-tiba suaranya berubah parau。 Beberapa bulan terakhir memang dia sering cerita bahwa ada perubahan dalam rumah tangganya。
Menurutnya sejak ada anak,istrinya tidak terlalu memperhatikannya。 Istrinya lebih banyak宗教媒体ketimbang memasak untuk suami dan anaknya。 Ketika pulang kerja biasanya di meja makan sudah tersedia makanan untuknya。 塔皮基尼setiap ditanya masak apa hari ini? Jawaban istrinya membuat dia tidak bisa berkutik。 Karena mengurus anak sehingga tidak sempat memasak atau mencuci dan menyetrika baju kerjanya。
Yang aneh ketika libur dia tinggal di rumah dan istrinya setiap saat menataplayar智能手机。 Sedangkan anaknya main dengan asiknya sendiri di salah satu ruangan rumahnya。 Dia pernah bilang ketika keluarga istrinya datang berkunjung,saat itulah dia menjadi istri yang berbakti。 Tentunya kepada keluarga yang datang berkunjung。 Membuatkan mining hingga membuat masakan yang jarang terjadi。
基尼(Angi keluarganya bertambah satu lagi)。 Lalu bagaimana kesehariannya kelak? Bagaimana ketika suaminya sakit? Apakah si istri ini akan panik? Apakah dia segera ke apotik di depan kompleks perumahan untuk membeli obat? Bagaimana pun keadaannya,雪兰岛istri tetap harus menuruti suami。
فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِوَنَارُكِ
“ Perhatikanlah posisimu terhadapnya。 Sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu terdapat pada(sikapmu terhadap)suamimu。”(HR。Ahmad:18233)