拉扬安

Angin masih berembus lambat melewati telingaku。 Berembus ke belakang,梅曼坎rambutku。 Angin tadi,saat ini,bermbus bersama suara di atas padang rumput di采样Lembah。 Berembus menuju阿旺。 阿苏卡

Kiranya bukan hanya angin dan suara yang berlomba menuju awan。 Bodohnya diriku seharusnya kusadari hal ini sedari tadi:塞莱恩·米尔维卡·贝尔杜阿·阿达·贾加·塔瓦。 Tawa,ya,kurang-lebih sama dengan suara。

兰吉特贝里西拉扬拉扬。 Kedua kalinya sesuatu luput dari kesadaranku。 Ada satu,dua,tiga layang-layang di atas sana。 蒂加(Bukan Enam) Tiap-tiapnya terbenang ke penggulung,yang tergenggam oleh tangan tiga anak。 梅雷卡(Mereka),拉扬(Layang),拉扬(Layang),拉扬(Layang)Dan Anak-anak Tersebut,特里哈特(Telihat)Senang Disiram Angin Siang hari。 阿久ju Meski aku duduk。

Atas dasar perasaan tersebutlah aku betah di sini berlama-lama。 Udara sejuk yang menerpa termasuk dalam alasanku,pun layang-layang dan tawa anak-anak。 Kini kulipat jemariku,kuturunkan telapak tangan dari dahiku,dan kupandang langit。 Awannya beriak jarang seperti goresan kuas。

“ Nala!” Namaku dipanggil。 Kuperhatikan siapa dari tiga pemain layang-layang di pandanganku yang berkata demikian。 Tidak ada yang melakukannya,lebih-lebih menoleh ke arahku。 “ Nala!” Suara itu kembali hadir。

Untuk ketiga kalinya sesuatu luput dari kesadaranku。 素拉 Tiga orang di pandanganku adalah laki-laki,dan suara yang barusan terlalu perempuan untuk menjadi suara laki-laki。 Bukan hanya warna suara,arahnya juga。 Suara barusan tidak datang depan。

Hentakan pelan menggoyang bahuku。 “ Nala。” Suara itu berembus melalui rambutku。 “ Rupanya di sini,是的,” tambahnya。 Kepalaku kudongak,bertemu dengan pandangan pemilik suara tersebut。

“ Bikin kaget saja,An。 Unisa Lagi Duduk的Bisa tersungkur nih kalau berdiri。”

“ Seorang Nala berusaha kesal,” ejeknya sebelum tertawa。 Pendapatnya benar,dan aku pun ikut tertawa。 塔瓦·杨·迪帕克萨坎。 Jujur saja,aku tidak suka kejutan。 Biasanya pun aku tidak akan tertawa jika dikejutkan,tetapi sepertinya An memiliki suatu hal yang menekan rasa kesalku。

“ Ada apaan?”

“ Justru seharusnya,ada apaan sampai seorang Nala berada di sini吗?” Setelah ia duduk di sebelahku的bertanya balik。

“ Malah nanya balik,” sergahku。 库里哈特比比尔(Kulihat bibir) Matanya bertanya,seakan-akan menyuruhku menjawab pertanyaannya meski aku bertanya duluan。 Begitu kuat pesan yang disampaikan mata An sehingga aku menyerah。 “ Jadwal kuliah kosong。”

Kulihat An sedikit membungkuk,atau lebih tepatnya condong ke arahku。 Matanya基尼tersenyum。 Bibirnya berkata,“哦,贾迪·纳拉·博洛斯?”

Bisa-bisanya萨拉赫·卡普拉。 Ini harus kuluruskan。 Aku tidak membolos,melainkan memang sudah tidak ada apa-apa lagi untuk siang ini。 Rumahku jauh sehingga aku harus pulang lebih dahulu。 Ini bukan membolos karena jadwal kuliah-siangku dipindah ke minggu depan。 “伊亚。”

Apa Yang Barusan Kukatakan吗?

tanggap An terhadap suatu kata yang entah mengapa meluncur dari lidahku。“ Katanya seorang Nala enggak akan pernah bolos”。

Aku tidak membolos! Sorot Mataku Canggung Setelah Mendengar tanggapannya,juga setelah melihat wajahnya yang tertawa kecil。 Pasti dirinya senang karena orang sepertiku pun bisa melanggar peraturan。

Mungkin tanpa kusadari diriku ingin melihatnya senang。 “ Memang tidak pernah。”

“ Sekarang kan lagi bolos”,ujar An。

东古(Tunggu),孟加巴(tig-tiba),蒂桑(tiba),蒂巴(tiba),蒂桑(kusanggah)sendiri ucapanku sebelumnya吗? 库皮基尔(Kupikir),泰塔皮(Tetapi Tidak)库拉萨(Tetapi Tidak Kurasa),阿达·杜阿·凯库坦(Adam dua kekuatan),达兰·杜布(dalamtubuhku yang) Satu pihak ingin膜猴饼piakk lainnya ingin terus jujur。 Tak tahulah mengapa bisa begitu。

“伊图·博洪,”桑加库。

“卡劳·贝吉图,蒲甘玛娜·杨·提达克·博洪?”

Ternyata sulit meluruskan ini。 Jika kubilang bahwa yang pertamalah yang tidak bohong,ia kan bertanya apakah yang pertama itu“ jadwal kuliah kosong” atau“ iya”。 吉卡·库贾瓦布(Jika kujawab)扬·贾德瓦尔·库利亚(ia jakwal kuliah),阿卡·默拉古坎·唐唐·卡利玛特(tidak pernah)达里库。 Bagaimanapun阿肯色berusaha mencari celah di omonganku,达德佩杜利masuk akal atau tidak。 “ Iya deh,anggap saja bolos。”

Angin terlihat mengacak poni An,menyingkap dahinya yang terbawa senyuman matanya。 Bibirnya dikulum dan sepertinya ia menahan napas。 Raut wajah macam apa itu aku tidak tahu,yang pasta aku merasakan rona licik darinya。 “贝拉蒂”,巴拉斯·安,“考·卡拉·塔鲁汉”。

Saat ia ubah kuluman menjadi cengiran barulah kusadari bahwa,untuk yang kedua kalinya和telah kubuat senang。 “塔鲁汉·阿帕(Taruhan apa)?”

Tentu tanpa perlu jelaskan sebenarnya aku tahu taruhan apa yang dimaksud。 Belum lama taruhan ini dibuat,tidak lebih dari sebulan yang lalu。 Rinciannya aku lupa,tepatnya bagaimana sehingga aku bisa bertaruh dengannya。 Intinya Adalah siapa yang kalah harus mentraktir makan malam di kota。

萨胡图尼亚:“江安be。” Ia agak menjauhkan leher dan kepalanya dariku sebelum melanjutkan,“ Masa iya Nala lupa bahwa,di saat pergelaran layang-layang,Nala setuju untuk mentraktirku makan malam maika jika mengaku pernah membolos。”

Tetapi aku tidak membolos!

“ Aku tidak peduli Nala jujur atau tidak,yang pasta sudah ada pengakuan secara lisan,” jasab An setelah kujelaskan ulang。 Suara tawa anak-anak yang bermain layang-layang seperti menertawai nasibku。

Setelah aku menyerah dan setuju untuk membayar makanan - hanya makanan - untuk makan malam nanti dan setelah kami beradu mulut untuk memutuskan di kedai mana,头巾。 Makan malam hari ini,karena ia berdalih bahwa hanya malam inilah ia bebas dari tugas kuliah。 Aku berdiri tepat sebelum ia melangkahkan kaki,dan kusahut namanya。

Ia berpaling padaku。 Aku agak mendongak karena tubuhku hanya setinggi dadanya。 “玛娜·贾瓦班·佩坦尼亚·杨·佩塔玛,安?”

Menerawang Sejenak,Mungkin mengingat-ingat pertanyaan法力。 Aku masih mendongak。 Perbedaan tinggi ini bukan karena umurku dan umurnya yang terpisah tujuh tahun。 Ini hanya karena kaumku dan kaumnya berbeda。 Kaumnya memang setinggi kaum raksasa — maksudku manusia。 Kaum An pun tumbuh selambat manusia,dengan kedewasaan di sekitar umur delapan belas。 Tidak seperti kaumku yang dewasa di umur tujuh。

Cepat dewasa berarti cepat mati。 Kaum lain bisa hidup sampai sekitar 85 tahun sementara kaumku 40 tahun pun jarang。

“哦,”一个牧师,“阿库·博洛斯·库利亚”。

Kalau saja ia menjawab pertanyaanku lebih dulu,akulah yang ditraktir malam ini! Napasku terhela banyak saat tubuhku melengos,sementara mataku menyipit memandangi sosok和sudah berjalan kembali menuju pinggiran kota。 Sekilas kurasa ia sengaja ingin membuatku kesal,namun aku ragu ia berbohong。 Tetapi Mungkin saja jika dari awal ia kupaksa menjawab pertanyaanku ia akan berdalih sebisa Mungkin。

Dasar perempuan licik。

Pilihan kata yang salah。 布坎,一个布坎perempuan。 Ia juga bukan laki-laki。 考姆·李安(Kaum riang),杨大唐(Daita)达拉·巴拉特·乔(Dara Barat Jauh),提达(Tidak Memiliki)詹尼斯·克拉曼(Jennis Kelamin) Untuk waktu lama aku hanya tahu sebatas itu; selain karena tidak pernah membaca apapun tentang kaum riang,aku juga belum pernah bertemu mereka。 Bukan karena aku tidak mau mengetahui lebih banyak tentang mereka,namun karena selama itu aku belum merasa perlu。

Hanya ketika aku masuk perguruan tinggi baru kutemui seorang riang。 Itu pun baru sekedar melihat。 Aku mulai mengenal seorang riang pada saat ada pergelaran layang-layang hampir sebulan lalu。 Dari sastawulan pertama kukira ia raksasa —恩,曼努西亚— perempuan,ternyata di liburan pancaroba baru aku tahu bahwa ia riang。

Ketika aku dan teman-temanku sedang mempersiapkan sebuah layang-layang besar untuk lomba,ia muncul di hadapanku。 Kami berdua berkenalan di saat itu,alih-alih di awal tahun ajaran。 Ia bertanya banyak tentang layang-layang,yang mana tidak aneh mengingat ia belum dua tahun tinggal di daerah sini。 An Dan galurnya-begitu kaum riang menyebut keluarga-adalah pindahan dari Barat Dekat。

Belum genap sebulan aku mengenal An。 Belum genap sebulan pula aku giat ke perpustakaan kota untuk membaca berbagai buku tentang riang。 Dari perjuanganku bolak-balik ke perpustakaan setiap pulang kuliah aku jadi tahu bahwa riang tidak perlu kawin untuk hamil。 Oleh karena mereka tidak memiliki jenis kelamin,semua riang memiliki rahim。

Itukah mengapa aku tertarik dengan An? Maksudku,我是bukan laki-laki。 Atau setidaknya bisa dianggap demikian。

Sebuah pesan dari An sampai ke ponselku,di sore hari,di rumahku,menyuruh menjemput di rumahnya setelah Matahari terbenam。 Indungnya pasti membolehkan名古屋(Sampai)malam karena sekarang malam Minggu。 Setahuku kaum manusia juga membolehkan anak-anak mereka pergi di malam Minggu,Mungkin karena tidak ada yang perlu diburu-buru esok pagi。 Lain halnya dengan kaumku。 Kami hanya butuh kira-kira sejam untuk tidur。 Itulah mengapa orang tuaku tidak marah jika kuhabiskan pagi buta di dunia maya,tidak seperti orangtua kaum lain。 Itulah mengapa kaumku makan lima kali sehari。

Baru saja aku mau mandi setelah makan sore,aku ingat bahwa aku tidak tahu rumah An di mana。 Sepertinya一名孟买加人,阿塔·比萨·门卡里·阿拉玛蒂娜·迪·布库·安卡丹。 哦,betapa ia tidak tahu bahwa buku angkatanku sudah hilang entah ke mana。

Kutelepon rumah An。 Syukurlah An yang mengangkat,karena aku tidak tahu tata krama riang dalam bertelepon。 Lebih-lebih jika indungnya yang mengangkat。 “哦,buku-angkatan纳拉hilang?”下巴An dengan suara yang sedikit berubah akibat lewat电话。

Mengapa suara An yang kupedulikan? Aku jadi lupa alamatnya di mana,padahal tadi ia sudah bilang。 Kutanya lagi saja。

“ Ah ya,An”,kataku sebelum ia menutup telepon。 Nyaris。 “ Yakin mau makan di situ? Bukannya harus memesan meja dulu atau apalah itu?”

“ Bukannya itu tugas Nala sebagai pentraktir?”

Beruntunglah dinding di depanku karena aku berhasil menahan keinginan untuk menghancurkannya dengan kepala。 Ia benar,seharusnya aku yang mengatur。 Dengan suara agak terbata-bata kubalas,“ Apa-apa,enggak,kalau jadinya di tempat lain saja?”

Di seberang sana hening。 Kuharap ia sedang memikirkan tempat lain alih-alih menutup电话。 Dan Sekarang,Entah Mengapa,akulah yang menginginkan makan malam dengan An。 Sadarkah aku bahwa makan malam nanti memakai uangku吗?

Pada akhirnya An memilih kedai yang berada di sebuah pasaraya di pusat kota。 Masih bingung aku mengapa tubuhku merasa lega。

Aku sampai di depan rumahnya jam setengah tujuh。 Di pembukaan musim kemarau memang Matahari cenderung lambat terbenam。 Rumahnya terletak di pinggir哥打,sama seperti rumahku。 Bedanya ia berada di sisi lain kota。 Seinjaknya kakiku di depan pintu mendadak pintu tersebut terbuka。

Aku mati kata。 Siapa orang ini? 布坎安 Mirip pun tidak。

“阿南! Si Cowok Layang-layang sudah大唐,” katanya,yang membuatku sedikit terkejut。 Ia tahu bahwa aku mengurus layang-layang di acara bulan lalu padahal aku tidak merasa pernah bertemu dirinya。 Terlebih lagi ia memanggil nama Anan。 Kuanggap saja maksudnya An。

Sayup-sayup terdengar suara yang kukenal dari dalam。 Kira-kira dari lantai atas。 “伊亚,卡克,塞班塔尔。 Bilang sebentar pada Nala!”

哦。 迪卡卡克 Aku tersenyum simpul。 “娜拉,kan?”卡塔尼亚。 “ Pasti dengar dong apa kata Anan。 Masuklah。”

Sentguh canggung,恩塔·孟加帕。 Ini pertama kalinya aku masuk ke hunian yang bukan milik teman laki-laki atau teman perempuan。 Karena Riang Berbeda,Ini Menjadi Pengalaman Tersendiri Seperti ketika pertama kali aku memasuki rumah perempuan。 Tidak terlalu lama aku berada di dalamnya。 一位语言专家。

“ Ayo,Cowok Layang-layang!”片安。 Bukannya langsung menuntunku keluar ia malah berpaling dan memanggil indungnya。 “印度的Aku pergi dulu bersama Nala。”

Berdiri aku setelah唱了indung keluar dari dapur。 Jelas kulihat bahwa An dan indungnya segalur。 Tidak seperti kakaknya yang beda jauh dengan An,meski kurasa si kakak memiliki kemiripan juga dengan sang indung。 Kusapa ia,“ Malam,Tante”。

海宁。

Andai An mengizinkanku menghantam kepala ke dining rumahnya tiga kali。 阿库卢帕! 庞吉兰(Panggilan)Yang Salah untuk orang tua tanpa jenis kelamin。 Kini aku berdiri canggung。 Lantas seharusnya kupanggil apa? 炳ung Anehnya sang indung tertawa,seakan-akan apa yang kuulakukan sudah biasa ia dapatkan dari kaum lain。 berbisik kepadaku,“ Dipanggil Tante pun tidak masalah。 巴哈萨西尼(Bahasa sini memang terbatas),”

Kami berdua keluar rumah dan berjalan menuju stasiun rel tunggal。 “ Biasanya teman-teman manusia mengajakku jalan naik mobil,” kata An setelah kereta datang。

“ Enggak suka naik kereta?”

“ Cuma enggak biasa。 Ayo jalan。 布坎登加拉姆邦的Kita kan mau makan di malam哈里。”

Bukannya aku tidak menikmati perjalanan ini,tetapi menurutku tidak ada hal yang membuatnya patut dikenang。 Semua hal yang dan dan an lakukan sepanjang perjalanan tidak beda dengan apa yang bia di dakukukan saat bepergian dengan teman-teman lain:aku diberi duduk di kursi Prioritas,sementara An berdiri menggenggam tiang pegangan di hadapanpan。 Kami membahas apa yang terlihat di luar,bicara tentang tata kota dan tempat makan,melayang-layang dalam keramaian kereta。

“惠安”,阿库·梅里里克·凯·阿兰尼亚。 Ia sedang memandang gedung-gedung yang selalu tertinggal di belakang sebelum melirik ke arahku。 “ Tadi si kakak memanggil pakai’Anan’。 伊图·纳玛·潘让?”

Perubahan raut wajah An sangat terasa sampai kukira ia terlewat satu stasiun。 Salahkah aku jika memanggilnya Anan?

碧西克·安(Bikik An。) “ Cukup panggil aku’An’saja,” kali ini lebih terdengar jelas。

贝克拉,安。 Aku hanya penasaran mengapa bisa namamu berubah。 Ataukah memang begitu rumusnya,seperti,jika memakai namaku,maka anggota keluarga akan memanggilku’Nalala’? Tentu saja pikiran ini tidak kuucapkan。

Beruntung aku karena udara tadi cepat tergantikan dengan udara luar。 Kami tiba di kedai jam delapan kurang。 telah kembali sediakala,dan percayalah bahwa ia mencoba memesan minuman mahal。

Dengan cengiran-setengah aku berkata,“ Pasti ingat kesepakatan awal,Dong? Yang dibayarin cuma makanan。”

“啊。 拜克拉,tidak apa-apa。”

Namun seharusnya kusadari bahwa cengiran An lebih lebar dariku,jika saja daftar sajian tidak menutupi wajahnya。 Ia memesan makanan yang paling mahal di situ。 Ini,seingatku,adalah ketiga kalinya aku tanpa sengaja membuat An senang。 Kubilang padanya untuk bersungguh-sungguh karena jika makanan tersebut tidak enak dan ia tidak mau menghabiskannya,阿寒kujejali makanan tersebut ke mulutnya。

“ Peraturan itu juga berlaku buat纳拉,”,巴拉斯·安。 Aku mengangguk cepat琼脂ia tidak menambah-nambahkan peraturan baru。

卢马扬喇嘛menunggu hidangan大唐。 丹·库萨达里(Dan kusadari),塞特莱拉·塞利林(Setelah Melihat Sekeliling),巴瓦·提达(Bahwa Tidak)和阿达·里安·扬(Mahang Kanan)合作。 Mereka entah makan dengan galurnya atau bergerombol dengan teman。

“ Enggak risih?”

“里西·肯纳帕(Risih kenapa)?”巴拉斯·伯坦尼亚(Balas bertanya)。 Kuutarakan pikiranku tadi。 Ia tertawa kecil setelahnya dan berkata,“哇。 哦,ini sama sekali bukan kencan。”

“ Menurut apa yang manusia perkotaan sepakati ya seperti itu。”

“ Aku bukan perempuan”,巴拉斯·安。

“ Enggak ada yang bilang,kan,kalau kencan harus antara laki-laki dan perempuan。”

一个门刚喀特(Baengya)。 “ Aku tidak Mengerti kenapa kalian selalu menyangkut-pautkan’jalan berdua’dengan apa yang kalian sebut sebagai kencan。 Sama bingungnya dengan cara kalian mengartikan kata cinta。”

“ Memangnya menurut riang cinta itu apa吗?”

泰达(tidak)的孟买(Menjawab Karena Hidangan Telah)大唐。 Aku juga tidak memaksanya untuk menjawab。 Selanjutnya kami habiskan setengah jam dalam diam,yang kami pakai untuk bicara mengenai hidangan dan keadaan sekitar。 丹娜玛

“阿帕·阿蒂·纳拉(Apa arti Nala)?”

“库兰塔胡,” jawabku setelah menelan。

“古兰塔胡?”

希伯特。 “ Artinya bukan Kurang Tahu! Kayaknya sih,Nala itu artinya jiwa。 Bahasa kuno daerah sini,daerah raksasa。 嗯,躁狂。 雅库图拉(Russasa / manusia)。”

一个门江国 “白卡拉,塞卡朗·吉利兰库。 An,达兰·达尼安甘,berarti angin。”

Aku tertawa sebentar。 伊卡·赫兰(Ia Heran),玛卡·库耶拉斯坎(maka kujelaskan)。 “ Namamu merupakan dua huruf pertama dalam kata angin。 Sungguh kebetulan yang aneh,” ujarku。 Dan,merasa kini giliranku lagi,aku meneruskan,“ Apaan tuh Daniangan? 娜玛巴哈萨?”

“ Bisa dibilang begitu。 Tetapi jangan sangka bahwa itu satu-satunya bahasa kami。 Itu hanya dipakai oleh bangsa Dani,yaitu kaumku yang datang ke Nusantara,” ujar An sementara aku menyimak saja dalam diam。 “ Bangsa-bangsa lain yang adidaya seperti Dani ada dua lagi,yaitu Sangi dan Rahi。 Tetapi mereka tidak pergi sejauh Dani ke timur。 Mani dari itu di daerah sini hanya ada Dani。”

“ Awalnya tuh kirain semua riang ya riang。 Ternyata terpisah-pisah juga ya,seperti manusia yang terpisah banyak banget sampai susah dihitung。 Dan kaumku juga:神父(Namiantara dinamakan Pandua)。

Sekarang kulihat kesamaan kami makin banyak。 Meskipun Riang secara kasar terlihat seperti manusia,mereka lebih mirip kaumku karena mereka sama sekali tidak menumbuhkan janggut atau kumis

Sementara perbedaan卡米·杨·帕林·门科洛克·阿达拉·巴赫·瓦格·里安·蒂达克·梅米利基·詹尼斯·克拉明。 Kurasa mereka sangat kaget ketika ratusan tahun yang lalu tiba di Bumi karena semua hal di sini tercipta berpasang-pasangan。 Pasti pertama kali mereka kira jantan dan betina adalah dua hewan yang berbeda。

“ Giliranku lagi,”萨胡特·安。 Hidangan kami telah habis dan aku masih menunggu uang kembalian。 “ Apa nama panjang Nala? Apa artinya?”

“塞班塔尔,” sergahku。 “ Itu kebiasaan buruk,安 Pertanyaan yang pertama belum dijawab。”

安宁。 Entah berpikir帕帕下颚骨entah berpikir pertanyaan阳法力。 “ Tentang cinta吗?” Akhirnya ia颌骨juga。 Pikiranku merasa bahwa aku perlu tahu461abannya。 “ Cinta ya Hanya ada dari indung ke anaknya。 Kalian biasa mengartikannya ke sebaya,Bukan? Aku bingung dengan hal itu,karena teman sebaya tidak ada hubungan darah。 Lebih-lebih tidak mungkin anak menjadi teman sebaya。”

jelasku,“ Teman sebaya ya teman sebaya”。 “ Seumuran tapi tidak dari keluarga yang sama。 Tidak dari galur yang sama。”

“纳卡尼。 Kok Bisa kalian cinta ke sebaya?”

“ Ya karena kami diciptakan berpasang-pasangan。 Sutan-istri的Jantan-betina,pria-wanita。 Harus saling mencinta supaya nanti bisa nikah。”

“塞班塔尔。 贾迪(Jadi),仪式尼古拉·伊尼·迪贾兰坎·奥利·杨(saling terhubung darah)?”

“ Bukan begitu,An。” Kutepuk dahi sambil menggeleng。 猛禽kosong。 “ Justru dari nikah ini nanti terbentuk ikatan darah。 Setelahnya Baru ada的Awalnya enggak ada。”

“哦,天啊,”安古克·安。 “里雅。 Mesti diikat ke galur lain kalau mau punya anak。 Kualitas anak pun tergantung siapa yang ikut nikah。 Hidup kalian kaku juga ya。”

“ Tunggu sampai kau tahu cara kami mengurusi harta warisan。”

叔叔 “ Du,恩加克·比萨·巴扬金。 Terus kau mau hamil —嗯,尼古拉·乌莫尔·贝拉帕?

“ Masih tiga tahunan lagi,缠绵。 Jauh banget lah。 三宝垄巨人kebayang。”

“加里(Tali)加里(Tali) Aku kayaknya baru mulai hamil di umur 30-an。 Kejar Pendidikan Dulu,Kalau Bisa sampai S3。 Nanti kuundang kau ke upacara kehamilanku!”

“ … di umur segitu,aku kemungkinan sudah punya cucu。”

Pramusaji yang memberiku uang kembalian beserta struk seolah-olah memecah kecanggungan。 Si pramusaji adalah seorang manusia。 萨玛·塞佩尔蒂(Sama seperti An),阿曼·马西(hi pupusaji)阿西·马西(hidup)丹·布加尔·茹阿(da bugar jauh setelah jasadku disemayamkan)。 Minuman Kami贝鲁姆·哈比斯。

“ Nalagareng,”基尼·库贾瓦布·佩坦亚妮亚(Kini kujawab pertanyaannya)。 Tergelak,Mungkin aku terlalu mendadak。 “ Arti nala adalah jiwa,dan jika digabung dengan gareng akan berarti’jiwa yang kosong’。 Maksudnya bersih。”

“ Nama panjangku An Pahasi,”一个merasa ini gilirannya。 “帕南阿达拉·纳玛·玛加·indungku yang berasal dari pasi ,贝南。”

“ Lalu arti Anan sendiri apa?”

Wajah An Padam。 Aku tahu aku melakukan kesalahan,tetapi aku sangat penasaran mengapa ia bisa tersinggung。 Kuutarakan hal ini,dengan bodohnya。

“ Aku tidak tersinggung”,kata An sedikit terbata-bata。 Masih kurasa omonganku bodoh,卡雷纳(Karena)Menjawab dengan agak terpaksa。 “ Hanya saja tidak biasa bagi bukan-galur untuk menyebut nama panggilan。”

Aku diam。 Sejenak kemudian uang kembalian大唐。 Kuberikan senyum kepada pramusaji sebelum kualihkan pandangan ke An lagi。 Baiklah,aku menyerah。 Tidak akan kuungkit-ungkit lagi hal tersebut。 Udara berat ini sangat tidak kusuka,apalagi setelah ini aku harus mengantar和pulang。

“泰塔皮(Tetapi sepertinya)tidak apa-apa。 Nala tidak terlalu asing bagiku sekarang,” lanjut An。 Mataku Langsung Berbinar。 Sekarang aku berusaha menyembunyikan senyum。 Bagaimana tidak,例如,menganggapku segalur denganya。 Kurasa ini merupakan bentuk kepercayaan tertinggi bangsa Daniang。 “阿南·贝萨拉(Anan berasal)达里· 安南蒂斯(dani anantis) 。 Artinya kira-kira layang-layang”,jelasnya。

“贾迪,阿南·贝拉蒂·拉扬安?”

Ia mengangkat bahu dan memiringkan kepala sedikit。 “ Pembentukannya sepadan。 Anantis menjadi anan ,拉扬·拉扬·门贾迪·拉扬安。 是的,bisa kauanggap begitu。”

“ Layangan,”,kuulangi kata tersebut。 “安南。”

“ Nalagareng,”巴拉斯·安。

Menurut hitunganku ini adalah ketiga kalinya aku mengenal An lebih jauh。 Tetapi ini entah keberapa kalinya aku suka dengan An。