Wanita-wanita itu satu persatu menyerbu,迈拉素拉鲁·梅鲁萨克·卡拉布。 Mereka Sama Cantik Layak Bintang Gemerlip Pendar Cahayanya bergantian,Namun ibu masih tetap sebuah purnama; Cantik Tiada Dua Dia,Meski Dekat dan Jauh Ibu Tetap Indah。
Wanita-wanita itu menepi lalu menepis dari mimpi dan inging yang terlampau pendek,mereka pernah aku raih satu-persatu lalu raiblayak hujan tiadakan awan pada sepinya langit。
Tangan-tangan mereka sempat menunjukkan arah bahagia,tap tak jarang juga menusuk penuh bahagia。 Mungkin dungu itu aku,手枪。
Entah Kapan,kian saja tambah tiada Pasti。 Tak kutemukan satupun bersemi,selalu aku nanti senyumannya berseri。 Tapi di mana dia kini?
基尼 Langit sepi,milik purnama saja。 Hangat peluk ibu belu terganti dan semoga tak henti hingga kutemukan titik terindah,aku kutuk diri sendiri sebagai sebuah rumah yang menyendiri dan tunggu waktu datangnya engkau,bila waktu itu tiba,engkau reabah sangaha pahah abah s。 Semoga。
Jika kau kedinginan,尼亚拉坎saja perapian。 比拉考拉帕,马坎萨哈阿库达兰达拉姆。 Mengantuk dan tidurlah,mimpimu bebas。