
森美亚坦帕克萨玛(Semuanya tampak sama)。 Rumah-rumah kayu sederhana yang di depannya ada pohon besar。 Di halaman belakangnya ada kandang ayam atau kolam ikan。 Jauh dari riuh kendaraan。 Di sebelah kanan jalan utama ada rumah-rumah warga,sedangkan di sebelah kiri sungai mengalir beriringan dengan jalan utama yang sedang kutapaki ini。 Sungai yang airnya tak terlalu deras sehingga seringkali dipakai anak-anak untuk menghanyutkan perahu kertas yang mereka buat lalu berlomba sambil mereka berlari di pinggir sungai。
Semuanya sama。 Kecuali satu。 Sejak awal aku mengamati rumah paling ujung itu。 Letaknya di sebelah kiri jalan,berbeda dengan rumah lain yang berjejer di sebelah kanan。 Ada jembatan kecil yang melintang di atas sungai sebagai sarana menuju rumah itu。 Aku pun mendekat lagi。 Berusaha mengamati lagi setelah kemarin-kemarin aku hanya mengamati dari jauh。
Perempuan tua itu,seperti biasa,sedang duduk di kursi bambu di teras。 Dia selalu memandang ke arah langit sambil sesekali matanya terpejam dan bibirnya tersenyum。
阿瓦尼亚(Awalnya),库桑卡·迪·比比卡拉(Sendiri setiap hari)。 Tapi kali ini aku mendengar sebuah suara yang menimpali setiap kali perempuan itu bicara。
“ Ceritakan lagi padaku tentang senja,” katanya sambil tetap menatap langit。
Lalu kudengar suara mengeong seperti menjawab pertanyaannya itu。
多年生土生植物。 “英达,是吗?”
Penasaran,aku pun mendekati mereka。 Ternyata perempuan itu memang tidak sendiri。 Ada…搜寻者kucing hitam di dekat kakinya。 Dia berbicara dengan搜寻者kucing。
Langkahku terhenti,takut suara kakiku menyadarkan mereka akan keberadaanku。 塔皮terlambat。 Mereka menghentikan perbincangan lalu menengok ke arahku。 阿库的月经。
苦苦挣扎。 Aku mundur selangkah。
“ Siapa kau?” tanyanya。 啊,ternyata kucing大衣。 Seumuran ayahku atau mungkin kakekku。 “ Dari kemarin kulihat kau mengawasi kami。”
“ A-aku mintamaaf。Akutak bermaksud……”
Percakapan kami terhenti ketika perempuan tua beranjak dari kursinya – mendekati kami。 Aku menelan ludah。 Haruskah aku berlari sekarang?
Perempuan tua itu berjongkok。 Tangannya menggapai-gapai hendak menyentuhku tapi wajahnya tak ikut mengarah padaku。
“ Ada temanmu,是吗?” tanyanya。 Si kucing temannya itu mengeong mengiyakan。 “ Suruh ikut duduk bersama kita。”
Kucing berwarna hitam itu lalu mengedikkan kepala mengajakku untuk bergabung。 Awalnya aku ragu,Namun akhirnya aku menurut juga。
卡米·蓬·杜杜克·贝尔蒂加·孟加达
“ Aku merasa ada yang aneh dengan perempuan ini”,kataku takut-takut。 Takut si perempuan tua mengerti maksudku。
“ Dia tidakaneh。Diahanya perempuan yang sangat menyukaisenja。Setiapsenja datang dia selalu mengajakku duduk disini。Menikmatiudara dingin yang justru membuat hati hangat。 Tentang senja dan setiap aku menceritakan tentang langit yang jingga,burang-burung yang beterbangan di langit,dan orang-orang yang mulai masuk dan mengunci pintu rumahnya,dia selalu merasa senang。Selama hidupnhat yaauhitang langau yaauhhatang langau yaaulihata yaaulihata yaahhata yaauhata yaahhata yahahitanahata diaah dahàtyaakhata yahahitang yaauhata yahànahitah langah tiah hatah yahahitang yaau tiahhata yeah tiahhata yah tiahhata yah tiahhat的成员。丹·兰吉特·马兰”。
“ Dia?”
“布塔。”
Aku terkesiap。
“ Aku menemaninya di usia kami yang sudah sama-sama senja。”
“ Apa dia sendiri?Kemanakah keluarganya?”
“ Dia tidak pernahmenikah。Ibunyadulu mengurungnya di dalam rumah karena malu mempunyai anak yangcacat。Sampaisemua keluarganya pergi,dia jadi tinggal sendiri。”
啊,hatiku terenyuh mendengarnya。 伊布·玛卡·阿帕图。 Seandainya dia dulu menluh dan punya anak,setidaknya mungkin akan ada manusia yang menemani hari-hari senjanya。
Sayup-sayup terdengar suara adzan magrib。 Perempuan itu beranjak dan masuk ke rumah。 Dia mengambil air wudu lalu menggelar sajadah dan mengenakan mukena。 卡西汉·塞卡利(Kasihan sekali) Dalam kegelapan普拉。
“ Aku yakin,dia bisa melihat warna jingga dalammatanya。Dalampikirannya。Dalamhatinya。塔皮蒙金jingga kita dan jingganya berbeda,” kata kucing hitam lagi。
Aku tertegun。 喇嘛aku berbincang dengan kucing hitam tentang jingga dan senja。
Tiba-tiba aku menyadari sesuatu。 Ketika kutengok,苏达·达里·塔迪·迪·达拉姆·波西西图。 卡米(Kami Melompat)Menghampirinya。
Lalu kucing hitam berkata padaku,“ Dia sudah tidak tahan untuk melihat warna senja yang sesungguhnya。
Kami pun berlari ke luar berusaha memangil-manggil siapa pun yang lewat untuk menolong perempuan itu。
“ Meonggg〜meonggg。” Kami terus memanggil。
#Katapertama #senja#3mei2017#00.08 #onedayonestory