(oleh:Jipi)
Namanya Pendek Saja,Sukra。 Orang bilang dia mirip seperti orang papua。 Tinggi Badan sedang,kulit agak sawo matang agak hitam,rambut ikal kecil,namun bila tersenyum nampak manis。 Sukra adalah seorang penjual Ikan segar di pasar Rawa Kalong,勿加泗。 Keahlian berdagangnya dia dapat dari ayahnya。 Dulu Ayahnya lah yang berdagang,塞特莱拉·明格尔·科斯图·迪贾兰坎·奥莱·苏克拉。 Berbagai Macam Ikan Dia Jual。 Laut atau pun tawar。 Setiap hari tak lebih dari jam satu dia berjualan,hal ini karna sukra dan keluarganya sudah memiliki beberapa langganan tetap。 Bahkan kadang dia menerima pesanan dalam jumlah beragam。 Udang dan ikan tawar seperti ikan mas dan mujair yang paling laku。 Biasanya para pemilik warung makanan yang rutin membelinya。
Dari sekian langganannya ada satu pembeli yang benar-bear Sukra kenal betul suaranya。 Bila dia sedang sibuk Membersihkan dan memotong ikan pelanggannya,kemudian ada suara wanita yang memanggilnya dengan suara khas dan kalimat yang sama setiap harinya“ Bang,ikan mas dua。Kepalanya dipisah plastik。plastik。” Sukra akan spontan menjawab“ Siap neng,setelah ini,tunggulah..tunggulah ..” dengan tambahan senyum manis khas Sukra。
Pernah Sukra bertanya kepada gadis itu,kenapa harus dipisah antara badan dan kepala ikan。 Gadis itu menjawab:
“ ikan mas ini untuk kucing kakak ipar saya,tiap dua hari sekali diberi ikan segar agar proteinnya terpenuhi dengan baik。琼脂bulunya bagus dan lincah。
Dialah Fatiha,加迪斯·扬·塞拉玛·伊尼·门库里,萨图-萨图亚·彭库里,迪科斯尼亚。 布坎伊坎,梅兰坎·哈蒂尼亚,哈蒂·苏克拉。
Setiap dua hari sekali Fatiha datang ke kios Sukra untuk membeli ikan mas。 Setiap itu pula Sukra merasa sesak di dadanya,nafas berpacu,jemari tangannya Bergetar,ada saja kesalahan yang dia buat。 Kadang salah jumlah potongan,kadang lupa dibersihkannya sisik ikan saat melayani pembeli karna tak sabar ingin segera melayani permintaan Fatiha。 Semua itu setelah Fatiha datang dan mencuri hatinya,setiap kali perempuan itu datang。 Bila selesai dengan peanan Fatiha,kemudian menyerahkannya,Sukra akan tetap terpaku menatap Fatiha pergi hinggal hilang di balik kios sayur tak jauh dari tempatnya berdagang。
马拉姆·达唐·苏克尔·肯巴利·帕达·佩尼·塞佩蒂·马拉姆·马拉姆·塞贝鲁姆尼。 孟戈斯·凯萨娜·凯马里(Malggores kesana kemari),哈卢斯·佩拉罕(halus perlahan)。 Membentuk sebuah raut wajah nan ayu dengan senyum manis dan wajah tertunduk,法提哈。 Disudut kiri bawah kertas dia selipkan sebuah puisi:
Aku menaklukan keliaranku
Lebih dari biasa
Memupuk asa hari ke hari
偏头痛
Aku menikmati senyummu
Mempesona
Bersabarlah dengan waktu
Aku akan menghiasmu dengan baik
Secantik bidadari-bidadari莱尼亚
绿袋鼠
Rumah Kita
Sukra tidur dengan memeluk lukisannya,dengan senyum yang lepas。 卢萨(Lusa),阿坎(Akan dia temtem)法提哈(Fatiha),七叶树(sepulangnya dari)帕萨(pasar)。 孟加纳普兰(Mengantarnya pulang),印度回教党(kemudian meminangnya),回教徒(kejutan)。 Dipandanginya lukisan itu beberapa kali,diusapnya perlahan。 Hingga jatuh tertidur masih dengan senyuman。
Di rumah yang lain,Fatiha bersama kakak perempuannya tengah duduk di ruang tamu。 Membicarakan rencana beberapa waktu kedepan selama Fatiha berada di kota。
“法蒂哈(Fatiha),考苏达(Saueh Menelpon)伊布?
“伊亚·马斯(Iya Mas),叫法提哈(Afa telpon)ibu”。
“ Dulu mas selalu juga lakukan itu bila ada hal penting seperti test kerja atau ujian saatkuliah。Selalumenelpon ibu terlebih dahulu meminta doa dan restu。
“ Iyamas。Fatihaijin ke kamar dulu”
“ Silahkan。Oiya Jangan lupa seperti biasa besok belikan ikan dipasar buat kucing mas ya”
“ Insya真主mas,besok seperti biasa”。
Kakak iparnya tengah mengusahakan琼脂Fatiha bisa mengajar di salah satu sekolah dasar swasta。 Kakak iparnya yakin Fatiha bisa lolos test dan diterima bekerja。 Karna sejauh yang iparnya tahu,Fatiha cukup menjanjikan lolos seleksi yang terdiri dari beberapa ujian。 测试tertulis tentu Fatiha tidak akan kesulitan,tilawah古兰经punk的karna Fatihah pandai benar mengaji,微型教学pun Fatiha tidak akan kesulitan karna sebelumnya dia pernah mengajar di madrasah saat di kampung。
Hari yang ditunggu datang,Sukra akan mengutarakan apapun yang ada dihatinya。 Sengaja dia tidak berjualan hari ini。 Semua sudah dipersiapkan sejak beberapa hari lalu。 Dia akan menemui Fatiha di belakang pasar,tak jauh dari tempatnya menitipkan sepeda。 Fatiha akan melalui rute seperti biasa。 Nanti di dekat tanah lapang diseberang塔listrik yang tertutup ilalang,Sukra akan mengejutkan Fatiha dan mengutarakan semua isi hatinya。 Tapi terlebih dulu akan dia bawa Fatiha ke rumahnya,rumah yang lain tentunya。 Rumah dimana Sukra menghabiskan waktu bersama istri-istrinya terdahulu。
达赖喇嘛(Hanya Sekitar Sepuluh Menit Sukra menunggu)。 法提哈大唐纪念馆。 Sukra bergegas menghentikan sepeda Fatiha。
“ Assalamu’alaikum” Sukra mengucap salam tiba-tiba saja sudah berada di depan sepeda Fatiha。 桑塔克·曼达达克(Santak Mendadak)
“瓦莱库姆萨拉姆,阿邦迪尼。帕塔斯·塔迪·提达克·胡兰。肯纳帕·蒂巴·蒂巴·贝迪里·孟根蒂肯·塞佩达?
“ Iya,Abang libur,Sengaja ingin menjumpai Fatihadisini。Inginmengajakmengobrol。Abangtidak lupa kok seperti biasa pesanan Fatiha,Ikan mas dengan kepala dipotong bungkus terpisah”
“ Aduh makasih邦,塔皮塔迪萨伊达苏达贝利迪基奥斯莱恩”
“ Tolonglah jangan mengecewakan harapan pria yang penuh ketidak beruntungan ini。阿邦·巴瓦·伊坎妮,阿达·迪莫比勒·迪克塔就地。Mari ikut sekalian阿邦·印因·门古塔拉坎
“蒂达克。Maaftapi saya harus segera pulang”
Baru saja Fatiha akan mengayuh sepedanya,Sukra dengan sigap mendekatinya menutup wajah Fatiha dengan saputangan yang telah dipersiapkan Sukra。 Saputangan dengan cucuran minyak kayu putih,yang sedari tadi dia sembunyikan di dalam kantongnya。 Malangnya Fatiha,daerah itu adalah daerah sepi,hanya ada pemakaman umum dan perumahan yang belum selesai dibangun。 Sukra memasukan Fatiha ke dalam mobilnya dan membawanya ke rumah,dimana para istrinya menunggu。
Sebuah rumah tua dengan arsitektur belanda berdiri kokoh。 Di kanan kiri rumah hanya ada kebun ilalang。 Seperti sudah lama tak tersentuh tangan manusia,rumah itu terlihat kusam dan -mungkin kata angker lebih cocok- suram。 Namun bila tlah masuk ke dalamnya,Suasana akan berbeda jauh。 拉皮(Rapi),Bersih dan tertata dengan bagus。 Sukra membawa Fatiha ke kamar。 迪达拉姆(Didalam) Sepasang baju pengantin berupa kebaya putih dengan bawahan kain蜡染丹sebuah jas hitam beserta kemeja putih dan bawahan celana hitam。 Dia membuka dan mengganti baju Fatiha dengan baju pengantin,mendandaninya dengan bedak dan lipstik。 Mendudukannya di kursi bersebelahan dengannya。 阿达·图胡·库尔西(Ada tujuh kursi),总苏丹(Sembilan bila dihitung beserta kursi) Kursi-kursi yang lain telah terisi penuh。 Ketujuh kursi itu berisi wanita-wanita dengan berpakaian kebaya,persis yang dikenakan Fatiha。 Hanya saja mereka terlihat lebih pucat namun kaku,特里卡特·迪库西
“ Kau lihat,kau sama cantiknya dengan istri-istriku yang lain,aku harap kau akan akur denganmereka。Tenangsaja mereka tidak akan rewel atau menjahatimu。 sangat cantik”,ucap Sukra berbicara dihadapan Fatiha yang masih pingsan,duduk di kursi,terikat
Hari itu Sukra menikah untuk yang kedelapan kalinya,达兰·基宁宁,达兰·杜尼安亚·森迪里。 Sukra bahagia,tersenyum lepas。 Istri yang cantik telah dia dapatkan lagi。 哈里·哈里尼亚·阿坎·佩努·塞曼加特·拉吉。 Sepulang dari pasar sebelum pulang kerumah ibunya,Sukra akan mampir menemui istri-istrinya。 法蒂哈岛Terutama istri barunya。 Sukra akan menikmati indahnya pengantin baru sebelum kemudian setelah seminggu akan dia abadikan Fatiha seperti istri-istrinya yang lain。 凯德拉潘(Kedelapan Istrinya)。