别拉桑(Semenjak kedatangan pertamaku ke tempat ini)-情节现场场景达拉姆电影pendek yang sering kutonton - berseliweran di kepalaku。 Sebentar-sebentar aku mengingat dan merasakan sesuatu。
Bandara ini tidak berubah meski sebagian penerbangan sudah Dialihkan ke tempat baru。 Masih sama semrawutnya seperti hari-hari di mana aku kerap lari-larian ke loket报到,lari-larian untuk登机,hingga tatapan sinis dua orang yang harus rela membuka kembali sabuk pengaurnya dan berdiridékadérekars Penerbangan凯拉斯·埃科诺米。
蒂达克·阿达·杨·贝鲁巴·萨玛·塞卡里,塞佩尔蒂·哈尔尼亚·因加坦库,丹·佩拉桑库·蒂巴·蒂巴。
Taksi yang Kupesan大唐dan kami menuju sebuah penginapan yang kusewa untuk beberapa hari ke depan,dan Mungkin akan bisa lebih lama dari yang kuperkirakan。
“ Vi,di mana sih?”
Telponku meraung-raung tepat ketika aku menyalakan吹风机。 Suaranya bising jadi kubiarkan berkali-kali sebab aku tahu di seberang sana hanya ada orang yang kepo keberadaanku di mana。 Terbukti ketika kali pertama kuangkat telponnya setelah sekian kali berdering。
“ Di .. di .. Jogja?”
“哈?” Dia terdengar kaget。 “ Ngapain?”
“ Ada begitu banyak makan malam malam di akhir pekan yang terlewatkan dan terlupakan –忘记了周日晚餐。 Aku mau mengulanginya。”
“ Kamu gila ya?”
“坎达·达里·杜卢”。
“ Ya ampun .. laki lo nyariin dari kapan hari。”
“ Ya gue tau sih。”
“是不是?”
“ Gue cuma lagi butuh sendiri di sini,untuk nyelesaiin sesuatu。”
“ Wah lo nggak beres。”
“ Kalo lo temen gue sih mestinya lo ke sini buat bantuin gue。”
Effitra menyusulku di akhir pekan sesuai janjinya。 Seperti dugaanku,satu-satunya hal yang membuat dia sampai rela jauh-jauh dari Jakarta ke sini adalah karena dia pun sudah lelah tiap hari diteror seseorang hanya untuk menanyakan keberadaanku。
“ Kalau memang mau pergi,kenapa sih,nggak bilang aja? Ejak tuh khawatir。”
Aku tersenyum simpul。 Mataku tidak lepas dari seseorang yang memainkan saksofon di depan kami。 Di km dua puluh tiga menuju daerah pegunungan Merapi,ada sebuah kedai kopi yang sangat cantik untuk dinikmati。 Udaranya yang dingin,kopinya kuat,dan ditambah penampilan爵士乐dari panggung现场演奏的setiap akhir pekan menjadikan tempat ini sempurna sekali untukku mengingat sesuatu。
丽莎 卡里·伊尼·雷扎(Kali ini Reza)。
Aku membuka buku catatan yang sejak beberapa hari lalu kubawa ke mana-mana。
迪·梅尔科什(Di Melcosh Coffee)喝咖啡,喝杯咖啡,喝杯咖啡。 Aku jatuh cinta pada Reza pada caranya menatapku dan memohon琼脂kami tidak segera pulang karena hari belum terlalu malam。”
Kututup catatan itu。 Sudah ada dua fragmen soal Reza di buku catatan semenjak kedatanganku ke sini。
“ Vi。”
“嗯?”
“ Lo sebenernya kenapa sih? Sebulan itu waktu yang singkat loh。”
“ Maksudnya?” Aku menutup buku catatanku dan menyimak Effitra dengan seksama。
“ Kalian itu Udah Mau Menikah。 Sebulan lagi,kan? Undangan udah dipesen,katering udah,gedung udah,aracar udah,kenapa lo gini,sih? Kalian berantem,是吗?
“ Enggak。” Aku menggeleng。 “卡塔·萨帕(Kata siapa)?” ujarku lagi。
“ Kalau enggak kenapa harus pakai ilang-ilangan?”
Aku terdiam beberapa detik sebelum akhirnya kubuka lembar pertama dari buku catatan yang kubawa-bawa semenjak kedatanganku ke Jogjakarta。
“例如,sebagai temen gue,lo percaya nggak sih,kalau gue tuh pengennya nikah itu cuma sekali?”
“以利亚。”
“特鲁斯(Terus),卢佩卡亚(Lo Percaya Nggak),卡劳·盖·杜(Kalau gue tuh bener-bener nggak Pengen salah)?
“依亚。 拉露?”
“ Dan lo percaya,kalau gue merasa butuh untuk gue harus yakin seyakin-yakinnya?”
“是的。 桁架?”
“ Gue ngelakuin ini untuk mencari keyakinan itu。”
“ Maksudnya?”
“ Ini Umar”,ujarku sambil menunjuk摄影:seseorang menggunakan jaket almamater kampus yang kutempel pada halaman pertama buku catatan。
“阿库塔胡。”
“ Ini Andre。” Telunjukku mengarah ke seseorang yang tersenyum manis di depan tugu kebanggaan kampus。 “ Ini .. ini Rakhman”,ujarku lagi sambil menunjuk seseorang berkacamata dengan seragam SMA yang rapi。
“ Yang terakhir lo nggak usah sebutin,gue udah tahu。”
“依亚。 Bagus deh,” kataku。
Bulu kudukku merinding karena dingin angin dari utara semakin terasa saat jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul setengah sebelas malam。 Aku kembali teringat sesuatu。
“ Ayo pulang! 乌达(Udah Malem nih)。”
“纳加克。”
“哦。 Mau ngapain lagi ?!”
“ Aku Mau 8 jam main sama kamu。”
“ Ini Uda 8果酱!”
“贝鲁姆! Masih 7.5果酱。”
“你是个双刃剑。 Kan pulangnya bisa setengah jam sendiri。 犹他州。”
“纳加克。”
“哦。 Katanya nggak boleh主要malem-malem。 Kamu sendiri ngajak主样本果酱塞吉尼!”
“博多。”
“ Ya udah,aku balik sendiri。”
“ Ya udah sana。 Balik aja kalo bisa。 惹兰柿茂吗?”
“奈克·塔克西!”
“ Cari aja kalau ada。”
“真是的!” ujarku geram sambil mencubit perutnya。 Orang di depanku mengaduh kesakitan。
Aku tersenyum-senyum sendiri sambil menuliskan satu fragmen di buku catatanku。 Reza lagi。
“ Vi?”
“嗯?”
“ Kalau ngomong jangan setengah-setengah dong。”
“对不起,我想你,”乌加尔库·拉吉(ujarku lagi)。 Aku menarik napas panjang。 Kutarik ujung-ujung jaketku agar dinginnya tidak terlalu menusuk tulang。 “ Jauh sebelum gue ketemu Ejak,ada ang orang-orang yang tadinya gue pikir akan bareng sama gue untuk waktu yang lama。”
Aku mulai bercerita。

Di Kampus Bulaksumur,蒂达克·阿达·扬·勒比赫·罗曼蒂斯·科蒂姆邦,哈里·塞莱帕斯·胡扬·贝贾兰·贾兰·迪·西吉塔尔·雷克托拉特。 Bangunan tua yang nampak kokoh mulai menampakkan keanggunannya dibalut sorot-sorot lampu kekuningan dari taman di sekitarnya。 Beberapa meter ke timur,hiruk-pikuk Jalan Kaliurang穆莱Menampakkan geliatnya。 Pedagang-pedagang di pinggir jalan mulai menggelar dagangannya dan orang-orang yang hilir-mudik dengan kendaraan membuat jalanan selalu bising。
纳蒙(Namun),哈拉曼(Halaman Rektorat Seperti)防毒面具(Dari semua kechaosan yang terjadi di luar batas pagar kampus)。 丹宁(Tenang),丁宁(dan beberapa),卡利(anali),孟买(membelai)lembut rambut rambut yang mulai kusut karena berkali-kali dicepol dan digerai sekadarnya。
Pekerjaan menunggu tidak pernah semembosankan ini,tapi aku mencoba tetap suka。
“ Nunggu lama banget,是吗?” ujar seseorang merangkulku dari belakang。
Selengkung senyum langsung terukir di wajahku。 Aku menggeleng。 “ Nngak爸爸。”
“ Y?”
Berdua kami mulai melangkah menyusuri koridor-koridor bangunan rektorat yang khas dengan pilar-pilarnya yang tinggi menjulang。 Pukul利马疮lebih sedikit。 Jogja selepas hujan di jam-jam seperti itu adalah waktu teromantis untuk berjalan kaki tak peduli seberapapun jauh dan dekatnya。 Dari Balairung kami menyusuri摊铺地块Ke arah Fakultas Isipol,Kehutanan,dan keluar melalui pintu belakang menuju jalanan yang mulai semrawut untuk hidangan ayam geprek kesukaan kami yang berada di sebelah Selokan Mataram。
Ini hari kesekianku makan bersama Umar,dan obrolan kami sepertinya mulai habis。
“阿库·波莱(Aku boleh tanya sesuatu)?”乌加尔库(ujarku)。
“ Ya boleh lah。”
“ Memang benar ya,kamu mau jadi卡隆布特BEM?”
Umar menatapku lekat-lekat。 Sorot mata yang selalu kukagumi itu tiba-tiba linglung seperti pencuri tertangkap basah oleh segerombolan bapak-bapak di pos ronda。
“阿库·贝卢·陶(Aku belum tau)”,乌加尼亚·辛卡特(ujarnya singkat)。
“塔皮·贝纳尔,?”
“ Masih ada konvensi。”
Sedetik kemudian kami cuma diam sambil menghabiskan hidangan kami dan kembali ke kampus untuk mengambil motor di parkiran地下室dan mengantarku pulang。
“ Jadi .. lo putusnya karena politik? Kompleks ya。”
Bagi Effitra的yang seumur-umur berada di pergaulan anak Teknik Mesin,perihal politik dan hal hal semacam ini Mungkin terlewatkan sepanjang kehidupan kampusnya yang sibuk。 Aku tidak begitu tahu bagaimana anak-anak ITB berpolitik。
“ Nggak seserem itu sih。 Mereka aja yang lebay”,kataku sambil menyerahkan beberapa lembar uang ke waiter dan mengucapkan terima kasih。
Effitra mengambil kunci mobil dan berinisiatif menyetir。
Sepanjang Melcosh ke penginapan kami yang berjarak beberapa ratus meter,aku melanjutkan ceritaku。
Buatku tidak ada yang benar-bear menarik di kampus kecuali orang-orang yang mau diajak berpikir terus-menerus。
“ Berada di kampus ini merupakan hak yang istimewa。 Tidak semua orang seberuntung kita。 Tukang becak,tukang parkir,aa burjo,petani,mereka membayar pajak setiap bulan untuk mensubsidi biaya pendidikan kita di kampus negeri。 Sudah Menjadi kewajiban bagi kita sebagai kaum terpelajar untuk turut bertanggung-jawab terhadap apapun yang terjadi pada bangsa kita。”
在迪滕加论坛上,pemimpin diskusi mulai memantik dengan kalimat-kalimat standar yang sering kudengar di tiap sesi seperti ini。 Orang yang dipanggil’Abang’itu演说家ulung。 Sudah kesekian kali aku melihatnya berapi-api bicara perihal kampus kerakyatan dan keadilan yang selalu dilihatnya timpang。 Kampus sedang tidak baik-baik saja menyusul adanya beberapa aksi yang dilakukan oleh para aktivis di kampus terkait kebijakan rektor baru。
Keberadaanku tidak jelas untuk apa。 Aku cuma ingin tahu apa yang terjadi。 Jika menarik aku ingin menulis sesuatu。 Tadinya aku pikir di论坛seperti ini阿寒ada lebih banyak orang yang berpikir,南门yang kudengar hanya caci-maki dan sumpah-serapah pada pejabat-pejabat di rektorat。
Tepat ketika aku mulai bangkit dari kursi dan beranjak ke pintu keluar,seseorang mengikutiku dari belakang。
“ Ovi,” katanya memanggilku。 Aku menoleh。 Dia setengah berlari menyusulku yang sudah berada di halaman Gelanggang。
“ Manggil aku?”
“伊亚。”
“ Ada apa ya?”
“ Kenapa balik?” Dia balik bertanya。
纳加梅纳里克。 巴斯 Nggak ada Idenya。”
红毛猩猩。 Aku mengerutkan kening。 Tiba-tiba ingat wajah ini sepertinya很熟悉。
“哦,对不起,卢帕·贝卢姆·凯纳兰。 Aku Umar,” katanya sambil mengulurkan tangan。
“ Ovi,” ujarku menyambut uluran tangannya。
好的。 Sekarang aku ingat siapa orang ini。
巴吉乌马尔(Bagi Umar),孟买(Menyadari Bahwa)塞阿卢(Syalu)萨拉特(Selalu Salah di Mata)塞索朗(Selulu Salah di Mata seseorang)和印度中萨摩拉(Sung)孟买(Mungkin sangatlah Menyebalkan)。 Setiap kali ia berargumen A,Seseorang tidak喇嘛kemudian membalasnya dengan argumen B. Setiap kali mengidekan C,seseorang lekas-lekas mencacatinya dengan betapa tidak rasionalnya ide-ide ide dipaparkan。 Selalu begitu。
Umar tentu tidak akan mengira bahwa orang itu kini ada di hadapannya,menghabiskan hari-hari yang panjang besama dia,berdiskusi,menjelaskan sikap,dan mendebat。 Sekaligus pada beberapa waktu sangat kekanakan,manja,dan menyebalkan macam anak SMA yang maunya macam-macam。
Semenjak perkenalan malam itu,sesuatu yang menarik terjadi di antara kami。 Umar adalah yang pertama membuatku percaya bahwa keberadaanku di tempat ini tidak sia-sia。 Aku bertemu’partner’yang sesungguhnya,yang setiap minggu kutunggu buah pikirannya untuk kucari-cari salahnya,untuk kubantah,namun diam-diam kukagumi sebab ia tidak lelah berpikir。
Umar juga demikian。 Tidak ada Yang Lebih Menarik剥夺了Seseorang yang dengan sangat perhatian mau menyelami kekalutan-kekalutan dalam pikirannya。 Maka hari-hari setelah itu,Kampus Bulaksumur tidak pernah membosankan的diskusi dan论坛。 大安杜唐(Dua orang itu),大唐杜安(duduk diam mengamati di pojokan dan Mendengarkan dengan seksama apapun yang terjadi dan dikatakan orang-orang)。
卡塔·乌玛(Kata Umar),伊万·塞班纳尼亚·提达(betitu benitu menyukai jurnalis sepertiku)卡琳娜·卡米·提达(meenaiki posisi)杨·杰拉斯·凯蒂卡·塞哈鲁斯尼亚·波西斯·卡米·苏达·杰拉斯。
“杨纳尔(Jurnalis yang)先生说。 不知何故,卡米·普尼亚·阿卡·丹·哈蒂·努拉尼。 Kami jelas berempati pada pihak yang semestinya dibela。 Tapi .. asas jurnalisme mengajarkan kami untuk覆盖双方。 汉亚·别鲁沙哈·奥贝耶克蒂夫·苏苏·梅德(Hanya Berusaha Objektif sesuai metode)的Bukan tidak ada keberpihakan。
网上论坛-网上论坛-网上论坛-网上论坛 Kadang sambil duduk membaca materi kuliah di Taman Sansiro,kadang sambil menikmati mie ayam di Kantin Fisipol。 Tetapi Yang Paling Menyenangkan Adalahtenda-tenda sekitar rektorat yang bersebelahan dengan hutan milik fakultas sebelah。
“ Hari-hari itu gue selalu mikir seandainya gue menghabiskan seumur hidup gue sama Umar,rasanya menyenangkan banget。 乌尔库库·桑比尔·芒戈莱斯坎·克里姆·马兰·迪·穆卡(Kajar kita sampai punya anak)
卡米(Kami)Bersiap tidur。
“卡里·梅斯蒂·普图斯(Garian masih nggak habis pikir sih kenapa untuk hal sereceh itu)。”
“萨玛”,sahutku。 “ Sekarang setelah gue umur segini,gue jadi mikir waktu itu kita cuma emosional。”
Cerita Kami Tidak喇嘛。 BPK Pogung yang berada tidak jauh dari rumah kost yang kutempati的Hari itu Umar menemuiku di BPK。 Umar berbelit-belit mengatakan佩里哈恩(perhalhal penokohan),丹唐·克本汀丹·班纳克(Tangang kepentingan)班纳克·奥兰(danang-lain yang yang berujung pada kalimat),“塞拜克尼亚·基塔·肯巴利(Sebaiknya kita kembali ke Jalan)
“ Maksudnya?”
“维达·乌达·比达,”卡塔尼亚。
Aku tahu Umar dibidik untuk sebuah posisi dalam perpolitikan mahasiswa yang rumit dan nggak penting。 Keberadaanku tidak begitu menguntungkan untuk nama baiknya。 Calon orang penting dalam posisi strategis di kampus sebaiknya’tidak punya siapa-siapa’,terlebih Umar rupawan dan semua orang-terlepas dari bagaimana ia menilai seberapa pintar Umar berargumen atau bepikir-阿卡兰卡。 伊图洋林。
Hari itu Kami Mungkin baru sekitar 20an tahun,dan ia hanya selisih beberapa bulan lebih tua dariku。 Jadi,Apapun Keputusan Yang Kami Ambil,Kini,6 Tahun Kemudian,Bisa Saja Kami Sesali。
“ Aku ke Jogja karena ingin memastikan Umar juga tidak menyesal,sama sepertiku yang tidak menyesal terhadap apapun keputusan yang telah kita ambil。”
Dari beberapa teman yang berhasil kuhubungi,aku akhirnya mendapatkan kontak Umar dan mengetahui kabar ia terkini。 Praktis semenjak kami memutuskan berjalan sendiri-sendiri,aku memang tidak pernah lagi mengetahui kabarnya。 Aku tahu ia akhirnya mendapatkan apa yang ia dan teman-temannya inginkan dan aku cuukup senang dengan hal itu。
Aku lulus dari kampus sekitar dua tahun setelahnya dan sepanjang ingatanku,semenjak hari itu aku memang tidak tahu keberadaan Umar di mana。 Meski mungkin sekali atau dua kali aku masih sempat melihatnya di kampus,tapi selebihnya aku buta。 Aku tidak tahu ia besama siapa,bagaimana perasaannya,apakah ia masih suka menuliskan pemikirannya di media kampus seperti dulu,atau apa。
Aku meninggalkan banyak hal seperti yang dikatakan Umar bahwa kami memang sudah pincang。 Aku tidak seambisius dulu untuk selalu melihat sesuatu secara skeptis dan bermimpi besar untuk mengubah banyak hal menjadi lebih baik karena aku seorang jurnalis,atau paling tidak,aku punya alat untuk menyuarakan pikirank。 Aku melepaskan banyak hal seperti aku melupakan Umar dan hal-hal yang kuingat dalam potongan-potongan cerita kami di rektorat ketika musim hujan,di Taman Sansiro,di Perpus Fisipol,di kantin,di parkiran地下室,semuanya。
Buku catatan yang kubawa penuh dengan fragmen bersama Umar sebab setiap detail Kampus Bulaksumur kuingat-ingat sebagai cerita kami yang pernah sangat indah-pada waktu itu。
“ Lo yakin masih mau menghubungi Umar?” tanya Ef meyakinkanku sekali lagi。
Aku tersenyum misterius。
“ Vi,Umar kan sudah punya kehidupan baru。 老婆 Sekarang coba lo pikirin deh,伊斯兰共和国的卡洛罗阿达迪波西西。 Kira-kira perasaan lo pas tahu suami lo dikejar-kejar sama mantannya yang udah 6 tahun lebih putus?”
“ Gue nggak ngejar-ngejar dia。 Gue cuma mau mastiin apakah dia nyesel apa enggak dengan keputusan dia。”
“ Lo nyesel ya?”
“ Enggak,” kataku mengelak。
「Ya kalo lo nggak nyesel,大洞。 Dia tuh udah nikah lho。 Lo bahkan nggak diundang。 Dia Mungkin udah lupa pernah suka sama lo。 Setiap orang berhak melupakan kan,Vi?”
“ Iya sih。”
“ Ya udah,Balik Aja Yuk? Atau paling nggak lo kabarin Ejak deh,lo ada di mana。 Dia masih chat gue terus nih。”
“恩加克。 Masih ada seorang lagi。”
Bersambung ..