Toko buku itu bersebrangan dengan taman kota。 Lampu jalan bersinar terang sedikit menggerutu。 Kau lalu dengan sepeda berwarna biru。 Kemudian singgah sebentar。 Hanya untuk Mengenang masa lalu。
Kau berhenti,Menatap Sunyi pada jalan-jalan yang pernah di lalui。 Tepat di antara taman kota dan toko buku。 Menatap pohon rindang tempa kita menciptakan kenangan。 Dahannya menantang dirimu untuk perang dengan masa silam。 Kau menolak untuk meladeninya。 Padahal aku ingin sekali kau mengingat-ingat masa lalu itu。 洋芋头-jelas bukan aku的Agar kau berpaling dari masa depan。
Lalu aku memperhatikanmu masih sebagai kursi taman。 Yang sudah tak lagi ada tawa。 Tak Lagi ada ceria。 Karat yang berada dimana-mana pada tubuhku,hanya menyisakan rapuh,menunggu di pindahkan ke toko besi tua。
Aku ingat,waktu itu kau menderita。 Karena cinta yang kau berikan seutuhnya di hancurkan oleh ia yang kau cinta。 考达唐·克塔曼·伊尼。 Menemuiku,menangis tersedu-sedu。 Mendiamiku,库尔西·塔曼·杨·克塞普安。 Dan dirimu sungguh membuatku bingung waktu itu。 Harus apa aku dengan mu。 Sahaituku Saat itu juga aku berbicara kepada pohon Dia berkata“ Hibur dia,kawan”,seru sahabatku dengan semangat。 Waktu itu juga bahkan aku bing ung harus bagaimana menghiburmu。 Melihat aku yang kebingungan,sahabatku spontan mengayun-ayunkan dahannya。 Hingga daun-daunnya rontok menjadi serupa salju yang jatuh perlahan。 Beberapa mendarat di kepalamu,lalu di tubuhmu。 九重坑tersenyum。 Langsung merontokkan kesedihan bersama gugurnya daun itu。 Sungguh waktu itu,bagi ku kau adalah bidadari yang kembali mendapati bahagia。 Sunyi pun pergi entah kemana。
考龄·大唐·科帕达库(Semenjak itu) Hari-harimu tak pernah berhenti untuk menemui diriku。 Untuk menghabiskan waktu luang atau untuk memperbaiki hati yang sudah tidak tertata lagi kala itu。 Seringkali kau berharap bisa memiliki kami。 Atau Mungkin maksudmu keindahan kami。 Ketenangan yang kau rasa saat bersama kami,苏达·孟买·贾图·辛塔·帕达塔曼·伊尼。 Aku dan sahabatku sepakat,dirimu kami panggil dengan panggilan kekasih。 Seseorang yang telah kami cintai,Yang selalu mendiami taman ini。 孟格斯(Mengusir kesunyian)kami。 Orang-orang enggan untuk menikmati ketenangan。 Banyak dari mereka yang sibuk dengan dunia mereka masing-masing。 Mengejar sesuatu yang tak akan pernah habisnya。 梅雷卡·卢帕·卡劳·卡达 Kursi taman dan pohon rindang,keindahan yang selalu setia menunggu seorang kekasih melalui sunyi-sunyi taman ini。
Masih ingat sekali dalam pikiranku,kau pernah berkata menginginkan ketenangan yang kami berikan sepanjang waktu。 Saat itu juga,kau berjanji kepada kami bahwa setiap hari kau akan menghabiskan waktu bersama kami。 Paling tidak sekali sehari。 Sahabatku bahagia mendengar niatmu yang akan mendatangi taman ini setiap hari。 Pohon itu tumbuh bersemi merayakan seseorang yang masih suka dengan taman ini。 Setidaknya,dirimu akan mengilangkan sunyi pada taman ini。 Yang sudah mengerogoti kami sekian喇嘛。
Ketika itu juga,lampu jalan pernah berbicara kepada kami,kepadaku dan sahabatku。 Ia berkata,“ Jangan terlalu berharap kepadanya,nanti suatu saat ia akan meninggalkan kalian,menyisakan kembali sunyi”。 Sungguh Kami kesal atas ucapan lampu jalan saat itu。 Sejak dahulu kami memang di buat kesal olehnya。 Kadang-kadang ia mematikan cahayanya。 Kadang-kadang ia juga iseng memainkan cahayanya bak bintang di langit yang berkedip。 Sehingga tak ada yang ingin mengunjungi taman ini karena terlalu gelap,tak ada cahaya dan terlihat seram。 Aku tidak tau apakah ia sengaja melakukannya atau tidak。 Tapi Bagaimana pun juga,香美but。 Bayangkan jika dia tak ada di sisi kami,tiada tiada satu pun yang gin in mengunjungi taman ini。
Lampu jalan sebenarnya benci dengan toko buku yang berada tak jauh darinya。 Toko buku yang bersebrangan dengan taman kota — tempat kami berdiam。 Konon,您的浏览器。 Sahabatku pohon yang bercerita kepadaku。 Ia lebih dahulu mendiami taman ini besamalampu jalan itu。 Ia tau banyak tentang daerah sini。 Tentang masa lalu taman ini。
达鲁鲁,阿达·雪兰加斯·杨·门尤凯·兰普·贾兰。 Dengan kaca mata klasiknya dan tas ransel di punggung nya,ia selalu duduk di samping tianglampu jalan itu。 孟买(Sampai Tengah Malam)的Menghabiskan waktunya di sana。 兰普贾兰拉萨(Lampu Jalan rasa) Begitu setiap harinya。 Sampai suatu ketika,toko buku baru saja di buka tepat persis di sebelahlampu jalan itu。 Dan gadis itu tertarik dengan toko buku itu。 Semenjak itu,ia tak lagi duduk di sisi Lampu jalan。 Ia lebih memilih toko buku dan menghabiskan waktunya di dalam sana bersama buku-buku。 Lampu jalan pun patah hati。 Lalu kekesalannya kepada toko buku abadi sampai hari ini。 Mungkin itu alasan kenapa ia menasihati kami soal kekasih。 Karena ia pernah mengalaminya。 “ Tidak ada yang bertahan di sisi kita selama-lamanya,suatu saat cepat atau lambat,ia akan pergi di perintahkan oleh takdir”,坦巴·兰普·贾兰·萨纳特·马纳西哈蒂·卡米。 Waktu itu aku acuh akan nasihatnya。 Karena aku lebih percaya kepadamu dari pada dirinya。
Sampai pada akhirnya,高加索地区兰都惹隆本那。 酸痛,苦恼,苦恼 塔皮桑皮克格拉潘(Kapielapan)马拉姆·孟古斯(Mengersir Warna jingga saat sore pun) Esok harinya pun sama,Kau Tak Kunjung Jua大唐。 Sahabatku pohon sampai hilang asa。 Sesekali ia mengayunkan dahannya hanya untuk menggugurkan daun-daunnya,katanya ia melakukannya demi dirimu。 Sahabatku berharap kau akan datang jika ia menggugurkan daun-daunnya seperti salju yang jatuh perlahan。 Karena kau menyukainya。 Beberapa hari setelah itu,sahabatku sudah kehilangan banyak daun-daunnya,keindahaan tak lagi ada padanya。 Sedang aku,sudah bertambah karat pada tubuhku。 Dengan tanpa semangat,tiba-tiba kami melihat dirimu memasuki toko buku itu。 九角仙德连。 Kau bersama seseorang yang tak kami kenali。 Kau menggandeng tangannya saat masuk ke toko buku。 Lalu beberapa saat setelah itu kau keluar dari sana。 Pergi meninggalkan luka pada aku dan sahabatku。 Bahwa kau telah menemui keindahan yang lain dari pada kami。 Kebenaran kadang menyakitkan,Namun lebih baik dari pada tidak mengetahui kebenarannya itu sama sekali。
Dua Tahun Telah Berlalu,Kini Sunyi Berhasil Merajai Kami。 Sahabatku pohon telah sekarat。 Daun-daunnya tak lagi tumbuh karena terlalu banyak yang gugur。 Aku menjadi kursi taman yang bertambah karat,engd untuk di duduki oleh siapapun。 Lampu jalan masih saja tak berubah。 Ia masih kesal kepada siapapun yang mencuri dan meninggalkan。 Setelah Sekian喇嘛,Kini kau kembali melewati jalan di antara kami。 Menggunakan sepeda biru itu。 丹考邦伯亨蒂。 Sahabatku berteriak kesal kepadamu,lewat dahan-dahan gundulnya。 Lampu jalan menggerutu karena kehadiranmu。 Dan aku,terdiam membisu karena melihatmu,yang sepertinya merindukan ketenangan dan keindahan kami。