腾加特

安静 安静 安吉 Umpatanmu tertahan。 Kelima jarimu masih meraba-raba tuts 键盘 tanpa berkeinginan mengetik apa pun。 Di pukul dua dini hari,di hadapan海报电影Dunkrik,pikiranmu melayang seperti pesawat yang kehilangan daratan。 Tirai notifikasi menampakkan satu pesan yang belum dibaca,tapi kau benar-benar tidak ingin membacanya。 Sebab pesan itu berisi dua kata,seratus persen menggunakan huruf kapital,dan dua kata itulah yang menghancurkan hari-harimu ke depan。

托克! Terdengar suara jendela kamarmu diketuk。 Kau masih bergeming。 Bola matamu menangkap getaran kecil di gorden,jemarimu perlahan gemetaran。 类比pesawat yang kehilangan daratan menjadi pesawat berada di tengah hujan小行星。 Layar 智能手机 -Mu kembali Menyala,ada pesan masuk,masi dari pengirim yang sama,kali ini dengan retetan kata berkapital yang lebih panjang dari sebelumnya。 Tak lupa tanda pentung dan angka satu saling bersilangan。 Kau makin enggan membacanya。

Spotify yang sedari tadi memutar器乐akustik,tetiba mutmutar“ Kelam Malam”,lagu yang menjadi 原声带电影Pengabdi Setan。 Kau melempar 耳机 -mu,dan berlari ke arah kasurmu。 Ketukan di jendela kamar kembali terdengar,kau tetiba mengutuk dirimu yang menempatkan ranjangmu di bawah jendela。 Kau ingin berteriak,kerongkonganmu menolak mengembuskan suara。 Segalanya menjadi gelap。

*

Di kesunyian malam ini。 库达当,孟加里比。

Dirimu telah berjanji,sehidup dan semati。

考特邦邦。 议长杨·穆罕默德·穆罕默德(Kelam Malam)。 Kau melempar selimutmu,beranjak dari ranjang。 Tanganmu杨Bergetar memencet tombol spasi untuk membangunkan laptopmu dari mode tidur。 Laptopmu dalam posisi terkunci。 Bismillahirrahmanirrahim ,阿达拉密码laptopmu。 Kau bersungguh-sungguh ingin mengutuk dirimu。

Lagu seram itu sudah mati。 Kau masih melihatlayar kertas kosong di sana。 Tumpukan buku dan lembaran-lembaran teks bacaan dengan bahasa yang tidak kaupahami。 Kau memilah-milah buku yang ingin terlebih dulu kaubaca。 巴彦甘-巴央甘-塞拉姆(Sedari tadi tidak terpikirkan lagi olehmu)。 Kau hanya terbayang-bayang tugas dan tenggat,tanganmu kembali Bergetar。 Bukan sebab ketukan di jendela atau lagu“ Kelam Malam”,泰达语ketakutan mengulang mata kuliah yang diampuensen yang kaubenci。 Jam Sudah Menunjukkan Hampir pukul empat pagi。 Kau perlahan-lahan membuka kembali buku teori Sosiologi Sastra yang paling tipis,Disusun oleh Sapardi教授。 Selagi kau membaca-baca yang sekiranya bisa kaupahami,wajah berkerut,pentantitmu terbayang-bayang,beliau duduk di bangku semen di halaman fakultas dengan rokok。 Wajah yang tidak pernah tersenyum itu begitu menikmati nikotin yang disesap,tidak mengacuhkan apa pun yang yang terjadi di sekitarnya,termasuk asap-asap yang menyelubungi paru-paru beliau。 帕林·提达克(Paling tidak),原住民哈尔·杨·曼巴哈贾坎·希杜普尼亚。

Kau perlahan-lahan mengetikkan BAB I. Dalam hatimu kau memang berniat menulis babi。 Lalu dilanjutkan dengan Latar Belakang。 Hingga kau benar-bear mengerjakan tugasmu di tengah azan subuh yang berkumandang。 Berhubung fajar akan merekah,tanda tenggat bagiku,aku sebaiknya meninggalkanmu。 Aku beranjak dari Sofa kecil di pojok kamar dan menembus dinding。

Cerpen ini sebelumnya telah dipublikasikann di kibul.in