Tantangan Pendidikan Hari Ini

Perkembangan dunia pendidikan hari ini harus berurusan dengan budaya konsumtif。 Budaya tersebut bisa dikatakan sedikit memperlambat perkembangan pendidikan。 Esensi pendidikan untuk mengembangkan peserta didik supaya menjadi lebih baik mengalami kemunduran。 Lebih baik yaitu berarti ia bisa memikirkan tentang budaya barunya dan berusaha memilahnya,seperti budaya konsumtif,apakah bernilai positif atau sebaliknya。 萨扬尼亚(Sayangnya),问题玛莎基尼(Masa kini)比塞塔(peserta)Didik Justru拉鲁特(lamut)达拉布达(budaya tersebut)。

Budala konsumtif di dalam dunia pendidikan berupa kecondongan mengonsumsi banyak hal yang tidak berhubungan dengan pendidikan。 Bahkan membeli buku pun menjadi hal yang sangat dihindari。 Penggunaan HP,misalnya,yang seharusnya membantu proses belajar,dijadikan问题dalam kepraktisan,yaitu melampaui sikap sebagai seorang pelajar。

康托(Contoh)散文论证了丹帕西·比斯塔·迪梅图坎·凯蒂卡·西斯瓦丹·马哈西斯瓦·蒙盖杜普坎·布达亚·斯瓦夫特(dan plagiarisme)。 Dua problem itu membuat pendidikan sedikit kehilangan orientasinya。 Sehingga sangat wajar jika siswa dan mahasiswa sekarang lemah,baik dalam keilmuan dan gerakan。 Hal ini bisa dilihat dari jumlah massa yang mengkritisi lembaganya。 Seolah-olah diri mereka dibebani ketakutan,dan ketakutan menjadi kebodohan。

Sangat tidak diinginkan jika,misalnya,ketakutan ada pada gerakan membaca dan menulis。 Karena membaca dan menulis merupakan kunci dasar peserta didik dalam belajar。 Namun tidak bisa dielak,Jika memang semua ini dibiarkan mengalir,seperti budaya konsumtif yang menjangkiti siswa dan mahasiswa。 达兰·巴哈萨·海德格尔(Dalam bahasa Heidegger)。 Artinya mereka lebih suka mengikuti arus keseharian tanpa berpikir apakah ia positif atau negatif。

Karena ini sudah menjadi kebiasaan,maka sering kali tumbuh rasa gengsi dalam diri peserta didik。 Rasa gengsi tumbuh di antara jumlah pemakai产品现代。 Bahkan rasa gengsi masuk di ruang-ruang kelas atau pembelajaran。 Akibatnya,budaya belajar terisolasi dan digantikan hidup manusia杨punya keinginan besar meniru gaya-gaya Barat。 Tergantikan di sini maksudnya,tidak tercium bau khas pendidikan di dalam kelas,kecuali bau persaingan mode atau时尚手工艺现代。

Mengakarnya budaya konsumtif ini tidak lepas dari lembaga pendidikan itu sendiri。 Memperhatikan fenomena masyarakat全球yang sedang gencar dalam pembangunan dan persaingan,lembaga pendidikan juga sibuk melakukan pembangunan。 Kita sekarang bisa melihat gedung pendidikan kita seperti pencakar langit,megah dan mewah。 Sepintas,ada kepercayaan dari orang tua sebagai tempat yang tepat untuk anaknya。 Di sini sudah jelas bahwa bentuk(konsumtif)menjadi ukuran pertama。

Hampir semua lembaga pendidikan tidak ada yang tidak melakukan pembangunan。 Bahkan lembaga besar seperti PT(perguruan tinggi)pun di setiap kota juga melangsungkan pembangunan。 Sulasaya PT tetap dalam persaingan global的Alasan dari itu。 Pembangunan itu bisa berupa infrastruktur dan meningkatkan jurnal ilmiah。 Tapi semua itu bukan tidak menyebabkan masalah baru。

Memperhatikan为perkembangan lembaga pendidikan hari ini terdapat beberapa faktor jika diamati散文。 Setidaknya ada Empat。 Pertama,kurangnya perhatian pendidik kepada peserta didik。 Kurangnya perhatian di sini berada dalam interaksi sosialnya。 多森·丹·古鲁·贝萨(Dosen dan guru besar)(di PT) 提达(Tidak mau berbaur)Dengan mahasiswa。 Bahkan kebanyakan mahasiswa mengeluh di saat konsultasi。 Mereka Merasa Tidak Nyaman Dengan Sikap Tidak acuhnya。 Hal ini sering Dialami莫。 泗水(Purnomo),雪兰圣公会(Suorang mahasiswa usuludin di salah satu PT Surabaya)。

印度人,印度人,印度人,印度人,印度人,印度人,印度人。 Pengembangan pendidikan tidak saja bertatap muka di ruang kuliah,tapi di luar kuliah juga sama wajibnya。 Karena esensi pendidikan adalah mengembangkan peserta didik。 吉卡·吉拉尔·贾斯特鲁·孟汉巴特·佩克尔姆邦·比塞塔·迪迪克,玛卡·塞拜克尼亚·吉拉尔·蒂达克·迪巴瓦·巴瓦·达兰散文belajar。 Karena tenaga pendidik adalah orang yang mampu mendidik,bukan hanya orang yang bergelar tinggi saja。

克杜阿(Kedua),彭巴迪南(Lembaga Pendidikan Terlalu fokus melakukan pembangunan),塞金加(Sehingga melupakan)esensi dari pendidikan itu sendiri。 Ini semacam kemajuan membanggakan tapi juga menyisakan sekat-sekat keironisan。 Karena pembangunan sering kali tidak mengukur kemajuan potensi peserta didik。 Tapi kemajuan dilihat dari kemegahan dan kemajuan jurnal baik tingkat nasional atau internasional。 Dalam hal ini lembaga pendidikan sendiri bisa disebut terjangkit budaya konsumtif jika hal itu tidak memberikan nilai positif。

Jika Mengacu Pada ideologi KI Hajar Dewantara bahwa pendidikan harus selaras dengan kebudayaan,maka selain pendidikan menyelaraskan dengan budaya global dari segi pembangunan,maka lembaga pendidikan juga harus menyelaraskan potensi buderta。 Bukan sebaliknya,yang berjalan hanya pada satu sisi。 Jika misalnya pendidikan hanya meniru perkembangan dari sisi infrastruktur,maka pendidikan pasti akan dibentur oleh budaya ideologi,seperti konsumtif。

Benturan-benturan itu sudah sangat jelas,betapa naifnya pendidikan menjunjung IPK dan juara kompetisi yang diraih siswa dan mahasiswa sebagai prestasi。 IPK,Misalnya,menjadi ukuran segalanya。 Bisa mendapat pekerjaan yang bagus atau cepat diterima di lapangan pekerjaan。 Tapi pada satu sisi masih terjebak dalam ideologi konsumtif。 Artinya tidak ada kesadaran Idealistis untuk menerima atau tidak。 Sikap Kritis hilang bersama arus keshararian banal yang menyenangkan。

Keempat,Lembaga Pendidikan Seperti PT dan sekolah dasar-menengah kurang memperhatikan pengembangan potensi peserta didik。 伊妮拉·莱塔克·波洪 阿帕·杨(Apa Yang)取消了对孟买(Megembangkan)丹蒂达(Tidak Mengembangkan)的反击。 Mirip karena bingung apakah取消mengembangkan atau tidak。 Untuk menyelubungi persoalan tersebut,tiga ajaran Ki Hajar Dewantara, ing ngarso sung tulodo (pendidik berada di depan memberi teladan), 在Madyo Mangun karso (pendidik selalu berada di tengah dan terus menerus tenduridan menasus memprakarsai / me dan mendorong peserta didik untuk maju)bisa diterapkan dan dihayati kembali。 Supaya lembaga pendidikan tetap tidak kehilangan esensinya sebagai散文pengajaran di tengah arus globalisasi dan perkembangannya。