

“ Mariyem,阿帕拉萨拉赫melarikan Sukma吗?” Bahu terselubung otot berpeluh,与其他成员一起在仰光工作。 Sebelum ayam berkokok tadi,Nendra melangkah ke bilik,dan menghadirkan desis cantrik yang telah ditendangnya ke lantai。
Aku menggeleng seraya tetap memijat batok kepala yang tak terbebat mahkota。 Ujung telunjuknya mulai melingkari bagian yang aku sebut kelemahan terbesarku。 Kami beradu seperti马拉姆kedua sejak dulu Bupati menyerahkannya pada pengasuhanku。 Aku ternyata memang merindukan kelebatan hasratnya。 Seorang Gowok seharusnya tidak boleh menyerahkan hatinya pada cantrik,seharusnya。
Sayangnya dia tak pernah menganggapku sebagai istri pertamanya walau menjadi hasrat abadinya。 Semata tidak memancarnya aura penguasa kraton,dari yoni saat aku mengajarinya bersikap pada calon istri。 Sukma gadis dusun berkain putih tanpa konde akan melahirkan putranya yang dipercaya akan merebut tanah leluhur。 Nendra memang tak kuasa puasa birahi hingga tersesap tiap malam menyambangiku kembali。
“ Bukalah bebat di dadamu,aku punya ramuan obat。”
*
“ Berani benar seorang punggawa merampas calon istri Yudha。 Derajat Nendra sudah diangkat derajat junjungan,tapa apa balasannya?”
Hidung kekasihku aku benamkan dengan bertumpuk arak。 Dia mirip dengan Yudha putra kandungnya。 Seorang pangeran yang menjadi kesayanganku karena lebih tertarik pada arak daripada berpeluh besama。 Terkadang aku memang lelah menjadi gowok。
Memang beberapa kali keris para cantrik terlampau kasar saat bersarang,dan arak tak selalu menolong raga 30 tahun ku untuk tetap utuh。 Entah apakah lelah pernah juga dihirup Goo Wok Niang,ataupun pendahuluku yang lain saat terombang-ambing di kapal Laksamana Cheng Ho?
Tak jarang penat pikiranku untuk bersiasat dalam dunia lelaki bukan semata di peraduan atau pengetahuan tentang bagaimana suami bersikap。 Semua dimulai saat tiga cantrik kesayanganku mulai tinggal di sekotak besar di mana rakyat jelata termasuk aku,harus tunduk dan membayar upeti。
Kraton terbagi banyak daerah kecil berseteru,dan terkadang aku harus pandai membagi kasih dalam lidah。 培拉特(Berat),南门(Namun)汉亚比萨(Humia Bisa bergumam pada kicauan pipit) Bukan takut terhujam pisau,tapi tanpa hati harus meredakan aura kegeraman semua lelaki yang pernah menjadi cantrik kesayangannya。
**
“ Gowok,kau harus membuktikan cintamu,” desah di peraduan di antara semilir keputren membuatku terjaga。 Daun kelor sudah tergenggam kain hitam,丹马拉姆穆莱哈比斯。 Aku membebatkan kain,dan beranjak melewati lorong tanpa penjaga。 Nampak junjungan menunjuk seorang selir untuk keluar dari kolam pemandian。 Untunglah kekasihku bukan lagi istri bupati ataupun selir raja,dan masih terbujur di peraduan。 Aroma arak masih menyelubungi balutan kainku。
Aku melipat paha di samping bangku permaisuri。 Yudha membunuh Sukma selepas Nendra terbujur dengan kelor merangkas di betantan luka dadanya。 Memang tak menikahiku namun putri dari kerajaan seberang pulau。 Aku tertawa dalam gemertak bibir saat melihat cantrik terbenam dalam pakaian pengantin kraton。 Dia begitu letih,dan berulang kali meminta aku mendekati melalui tatapan matanya。
Aku tak mencintainya,layaknya seorang gowok pada cantrik。 Jika aku sekarang berpakaian sewajarnya selirnya,maka untuk membalas hutang budi。 萨特·波纳玛·拉卢(Saat purnama lalu),苏达·阿达·雪兰莪·塞里尔·拉里(sirang rair dija) Kekasihku memang begitu cerdik,menyingkirkan manusia yang menutupi langkahnya ke tahta。 Dia bukan perempuan yang melahirkan raja,Namun membuat mereka mengangkat pasukan untuk setiap keinginannya。
Aku Mariyem,Seorang Gowok,Kekasih ibu tiri卡隆拉贾,Istri Pertama Para Cantrik,Dan Tak Lagi Perlu Menyimpan Daun kelor。 Aku akan meminta kisah hidupku dipatrikan di dinding batu candi。 Bukankah sejarah menurut pada penguasa?