Jogja Berhati Mantan

Untuk yang pernah tinggal di Jogja atau hatinya pernah tertinggal di Jogja。 Ada sepotong ulasan yang sampai sekarang saya belum ketemu creditnya / authornya siapa。 Terimakasih telah menciptakan potongan ulasan sebagus ini dan akhirnya saya tersentuh sebagai yang pernah tinggal di Jogja dan(mungkin)hatinya tertinggal。

JOGJA BERHATI MANTAN。 (Mangayubagyo ultah Jogja)。

Sulit Bagi saya untuk tidak menyerta-kan Yogyakarta sebagai sebuah周日pendewasaan。
Saya cinta kota ini,karena pada beberapa derajat,ia jauh lebih mendewasakan,lebih mencerdas-kan dan membuat saya lebih’matang’dari yg saya peroleh dari keluarga dan sekolah。

Di Jogja saya menemukan terlalu banyak alasan untuk menjadi sebenar-benarnya manusia。
Tentang bagaimana kota ini menjadikan keinginan’membaca’pada titik paling tinggi,juga tentang bagaimana di kota ini saya menemukan manusia-manusia getir yang begitu optimis menjalani hidup。
Lebih dari itu,哥打伊纳达拉圣殿圣典萨塔纳普kenangan bermuara dan berujung haru。 班雅克·哈尔·西蒂曼蒂尔·扬·比萨·基塔·加利·达里·乔贾。

塔皮(Tapi yang)膜猴Jogja jadi istimewa,塞拉因·古德(Selain gudeg),巴克米·戈多克/戈林(Bakmi Godok / goreng) ,凯贝萨哈哈安 (Kebersahaja-an),凯拉马汉(Karamahan),亚达拉·卡雷纳(Adalah karena):

阿达·班尼亚克(Ada banyak)阿兰·孟加帕·米尔卡·帕里卡·扬·佩纳(dan perau dan atau)
Jogja terlalu banyak memiliki sudut melankolis yang menjadi kediaman kisah。 Tanyakan teman,rekan,handai tolan yg pernah punya hubungan kehidupan di Jogja。
Mereka pasti akan berkata bahwa tiap sudut kota meninggalkan residu perasaan yang indah,haru dan segenap rasa lainnya。

Pernahkah kalian merasakan bersepeda menelusuri jalan yg sempit dan berliku di sekitar Ngasem,menikmati nikmatnya makan di emperan yg selalu tersedia sampai tengah malam bahkan smp suuh,merasakan keterpkanmana” an,nangkring cukup dgn segelas hangh dan sedikit camilan bisa guyon sampai tengah malam。

Banyak kenangan lain tersedia dan tertinggal di Jogja。

Jogja terlalu sempit untuk hanya dimaknai sebagai sebuah kota。
Ia adalah peristiwa,dimana masing-masing2 Yang datang ke kota ini psti mengalami dan memiliki nostalgi和sensasi yg个人。

Di kota ini pula kita belajar bahwa uang bukan segalanya,Mungkin ia bisa memberimu banyak hal。

Tapi di kota ini,kebersamaan dan keberadaan teman yang selo,kurang pegawean dan punya能量iseng yang melimpah-ruah adalah alasan untuk tetap hidup。
Di kota ini kalian akan menemu-kan keriangan-keriangan dungu,tolol,Namun ngangeni。
Tentang obrolan di angkringan,wedangan,warung kopi hingga perihal cerita lucu dan lelucon yang diulang-ulang namun tak pernah kehilangan kelucuannya。

Di Jogja kalian akan merasakan bahwa menjadi bodoh dan tak tahu apa-apa bukanlah pilihan。 Di kota ini terlalu banyak sumber pengetahuan yang membuat orang paling bodoh,setidaknya bisa memahami hidup dengan membaca,berdiskusi atau sekadar kursus singkat。
Terlampau banyak perpustakaan,toko buku murah,kantung2 kebudayaan,伙伴berbantah,yang membuat kita cerdas。
Terlalu sedikit阿拉桑·安图克·蒂达克·曼达塔吉·贾梅卡·丹·孟贾迪·平塔尔·卡雷南亚

Di kota ini makanan murah enak dan nikmat bukan keajaiban。
Itu sebuah keniscayaan,dan semuanya itu yang menyelamat-kan mahasiswa-mahasiswi disaat’tanggal tua’。 Mereka selalu ada dan tetap阿拉米。

Jogja Adalah kesadaran,ia menjadi penting bagi banyak Orang,krn membuat tiap2 yg datang merasa nyaman,m’rasa punya kenangan,merasa memiliki’mantan’yg merupakan bagian dr kehidupan。

Jogja terlalu besar untuk dilupakan。 Jogja benar2 berhati mantan。 伊津坎库巴利基拉吉

Bersama Dila,2017年10月