Akhir-akhir ini Aku Belajar Sesuatu dari Ajal。

Sekarang,di depanku terbaring丹加·隆莱·巴丹妮亚·阿塔斯·蒂拉姆·拉瓦特·阿纳普。 Matanya cekung menatap dua hal berbeda setiap detik:Bunga kembang sepatu di jendela dan ajalnya。 Ia selalu berpikir umurnya tak pernah bisa dihitung。 “ Seluruh hewan,tumbuhan,dan makhluk hidup lainnya tumbuh dengan waktu yang berbeda-beda。 Mereka punya kadar waktu masing-masing。”

卡米·泰迪亚姆·瑟拉玛 Kamar Rawat Inap Ini Tak Hanya Dihuni Seorang Saja。 Ada seorang lagi yang terbaring di atas tilam yang lain,tertutupi tirai。 Aku menyiah tirai dengan pelan,lalu melihat sosoknya yang tertidur。 Aku Tak Kenal siapa sosok itu。 Kupecahkan keheningan dengan bertanya。

“ Kau akrab dengan tetangga kasurmu?”

“是的。 Aku dan dia ser ser bercakap-cakap。” Katanya。 “卡米·塔胡·阿贾尔·阿肯·孟金卡·吉瓦·卡米。 Aku mulai bicara dengan memperkenalkan diri dan seterusnya dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda。 Dia ternyata seorang穆斯林taat dan religius,dia suka membaca kitab sucinya sepanjang hari ketika terjaga。 Kami akhirnya memutuskan tabiat baru setelah cukup lama bersama。”

Dia Mendahak ketika suaranya agak serak setelah bicara panjang。 Dia melanjutkan,“ Tiap pagi-pagi sekali,kami membuka tirai,saling menatap sambil menyunggingkan senyum…Aku membuka Bibel,kukutip satu ayat dari situ dan membacakan padanya。 Ada satu-dua ayat Bibel yang bisa dia hapal sejak itu。 Setelah aku selesai,Dia melafalkan ayat kitab sucinya,Alquran,dengan suara serak dan parau。 Dia tak perlu membuka kitabnya karena dia sudah menghapalnya。 Setelahnya,dia,印度 Aku hapal sekali satu ayat dan sering sekali ia sebutkan。 考茂登加尔?”

Aku Mengangguk。

Dia menarik napas,Dengan tenang dan rileks dia melafalkannya。

“Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm。”

Aku menatap lamat-lamat matanya; 阿库·巴鲁·曼格蒂·法力·莱塔克