
Tangan kirinya meraba-raba sekadar untuk meyakinkan hatinya。 “ Masih ada。” Ujarnya dalam hati。 Kerupuk dagangannya masih duduk di sampingnya walaupun dia tahu mereka tidak akan kemana-mana。 Dia mengurungkan niatnya untuk menghitung berapa bungkus yang masih tersisa。 Untuk apa juga dia perlu menghitung。 Selama mereka masih ada di sana,dia masih punya sesuatu untuk dijual。
卡塔berjualan terdengar rancu di telinganya。 佩塔玛(Tertak Pernah)伯尼亚特(Benniat Menjajakan)Dagangannya。 “ Sepuluh ribu,aja。” Balasnya ketika ada orang yang berniat untuk membeli salah-salah satu bungkusan itu。 Seseorang yang sepertinya membeli dagangannya tanpa ragu memberinya selembar uang。 Sepuluh ribu? Dua puluh ribu? 利马puluh ribu? Dia tidak peduli。 Kedua,“ Kembaliannya simpan saja,untuk ongkos pulang。” Ucapan yang sudah dia dengar berkali-kali,karena itu dia dia tidak pernah mempermasalahkan untuk mematok harga。 Bahakan kalau ada kesempatan seseorang menguntit dagangannya,dia juga tidak peduli。 Dia juga tidak pernah memusingkan kenapa dia menjual dengan harga sebesar itu。 Dia bukan seorang pedagang,bukan juga pengemis。 Entah pekerjaan apa yang sebenarnya dia lakukan。 Dia raba lagi tumpukan itu。 “ Masih ada。” Ujarnya lagi dalam hati。
。 。 。
Sudah 4布兰迪亚·贝克尔·迪·科塔,森蒂里亚,梅兰托·丹·蒂达克·蓬亚·肯纳拉·扬·比萨·迪亚·ungungi jika sewaktu-waktu和urusan darurat。 Perantauannya di Kota bisa dibilang cukup berjalan mulus,sebagai lulusan SMA dia menyadari tidak mudah mencari pekerjaan ketika orang-orang di sebelahnya贝尔加拉尔sarjana。 Makanya dia berencana setelah tabungannya cukup mungkin dia akan mencoba untuk berkuliah,森巴里bekerja sampingan。 Perantauan sudah menempa dirinya menjadi orang yang keras pada pendirian。 Tapi hal itu yang juga membuatnya menjadi semakin dermawan。
Dia bekerja sudah seperti orang-orang kota pada umumnya,tegasnya dalam hati。 Sepeda motor itu adalah satu-satunya modal dia untuk bekerja di kota besar yang serba ngebut ini。 Satu疮,迪拉扬杨迪巴鲁Pertama卡利勒瓦蒂,迪纳梅肯坎seseorang sedang duduk di trotoar贾拉迪特曼尼setumpuk bungkusan-bungkusan kerupuk。 Dari balik kacamata hitam itu,红毛猩猩duduk itu memandangi jalan。 “ Buta。” Entah dari mana dia bisa mengambil kesimpulan kalau orang itu buta,dia sedang memandangi jalanan。 Akhirnya dia pun mut memutuskan untuk minggir,dan menghampiri si orang yang dia dia duga buta。 “贝拉帕,塞邦古斯派?”丹妮亚。 “ Sepuluh ribu aja”翻译成英文。 Cukup lama dia memandangi pedagang kerupuk buta ini,sampai-sampai dia takut kalau orang ini sadar kalau dia sedang dipandangi。 Tanpa ragu,dia keluarkan urang berapa pun yang ada di sakunya。 “ Kembaliannya simpan aja,pak。” Diambilnya sebungkus kerupuk itu,作者:lulu dia pergi begitu saja。 Meninggalkan si buta yang juga tak berniat mengucapkan terima kasih atau menunjukkan rasa sungkannya。 Belum sempat dia menginjak gigi 3 sepeda motornya,dia disuguhi pemandangan yang membingungkan。 “ Satu,dua,tiga”是印度通达尼亚州达兰·哈蒂桑帕·迪·卢帕·苏达·贝拉帕·奥朗·布塔·杨·迪哈特·里哈德·桑当·杜当·迪·平吉尔·贾兰。 Duduk dengan tatapan yang sama,Dengan dagangan yang sama dan raut muka yang juga sama。 Pemandangan itu benar-bear membuatnya heran,sampai tidak sadar dia terjatuh dari sepeda motornya。
Entbang berapa menit dia tidak sadar,dia terbangun ketika orang sudah ramai mengerumuninya。 Sepertinya lengan kanannya patah。 Seorang lelaki mencoba memeriksa kondisi lengannya dengan cekatan。 “ Mendan langsung dibawa ke tukang urut ini mas。” Lelaki itu menyarankan dengan nada seperti seorang tenaga medis yang sedang menangani keadaan darurat。 Dia mencoba berdiri,dia sadar kalau mustahil untuk bisa ke tukang urut dengan kondisi tangan seperti ini,apalagi pulang。 Tanpa ragu dia mengikuti rujukan paramedis dadakan ini untuk mengantarnya ke tukang urut terdekat。
Sekitar利马公里,Dara tempat dia jatuh akhirnya dia sampai di tempat praktik urut bersama si paramedis。 进入大城市。 Sementara si paramedis tanpa banyak basa-basi juga segera meninggalkan tempat praktik itu ketika dia belum sempat berniat mengucapkan terima kasih。
Saat tabib memeriksa lengan kirinya,sakit di lengan kirinya ternyata tidak seberapa ketika dia sadar kalau pergelangan kakinya juga keseleo sampai dia tidak kuat untuk berjalan。 锡塔比布·卢卢·马苏克·克·贝拉坎·菜单·达普尔·丹·肯巴利·孟巴瓦·贾穆·贾穆·扬·苏达·迪拉克。 “ ini biar sakitnya gak terlalu kerasa mas。” Saran si tabib,丹·迪·邦·隆·桑格·米努姆·詹姆斯·图伊里·卡雷娜·蒂达克·塔汉·丹根·拉萨·萨基特。 Beberapa Menit,Setelah dia Merasa Badannya Sedikit Tidak Terlalu Sakit,Si Tabib Mengajaknya Masuk ke ruang praktik urut。 Direbahkan Badannya,Dan Si Tabib Mulai Mengurut lengan lalu kakinya dengan salep yang baunya seperti jempol yang cantengan。 Salep dan ramuan yang diminumnya tadi sepertinya sangat mujarab。 Saking Mujarabnya,Badannya yang sedang diurut pun tidak merasakan sakit sedikit pun。 Tidak喇嘛setelah itu,双关语ketiduran。
。 。 。
疼痛,急诊室急诊。 Mengingat-ingat kecelakaan yang terjadi di sore terakhirnya。 Entah pagi,siang,疮,马拉姆,sudah bukan urusannya lagi。 “ satu,dua,tiga。” Benaknya membayangkan dirinya sedang duduk di urutan ke berapa diantar orang-orang buta yang bernasib sama。 Mungkin ke tiga,atau mungkin sendiri,mungkin juga jalanan yang ada di depannya sudah bukan jalan yang dia lewati kemarin。 Beberapa malam dia masih sering bermimpi,Melihat pemandangan-pemandangan kota,gedung-gedung tinggi。 Mimpi yang mengirim pesan dari dua mata yang dulu pernah bertengger di wajahnya。 Dia merogoh sakunya dan mencoba merokok dengan hati-hati。 Dia mencoba merokok walaupun ragu kalau ujung batang itu sudah benar-benar terbakar。 Dimasukkan lagi korek itu ke sakunya,拉鲁迪亚·门科巴-梅拉巴-拉巴sesuatu yang ada di sebelah kirinya。 Tumpukan yang walaupun dia tahu kalau mereka itu tidak akan kemana-mana。 “ Masih ada。”