
Oleh:Khatmil ImanM。
Cerita ini terdengar di tahun 2016年,拉塔尼亚·萨拉赫·萨图·潘蒂·迪·哥打日惹,雅,di ibukota DIY。 Mur Hayat bersama dan suaminya yaitu Wut Tamat sebagai tokoh utama dan kedua,atau mungkin ada tokoh utama lainnya,pokoknya serba tak jelas。 Cerita yang hanya sebagai gujingan di warkop belaka,pun bagi yang mengetahuinya,Namun sepertinya hanya segelintir orang yang tahu,sebab tak penting juga diketahui。 Bisa jadi malah kisah fiktif yang tak jelas asal-usulnya,tak dapat dipastikan kebenarannya。 Jadi,Jika Ada,Kedidaksesuaian cerita harap maklum。
Berawal pada masa mudanya,Mur sebagai anak pertama tak kuasa menatap kenyataan,yaitu kedua adik laki-lakinya gila secara berurutan。 Kiranya Bukan Kebetulan,Bisa Dikata Penyakit gen。 Sebab Bapak Mur Mur dari umur tiga puluh tahun hingga akhir hidupnya(47 tahun)hidup dipasung di bekas kandang ayam,bahkan sejarah menuturkan gen gila itu menurun dari kakek buyut jalur bapakny。 Tamol(julukan adik pertama Mur)suatu malam menggumam tak jelas,dan tiba-tiba saja diam membisu hingga subuh。 Belakangan kala itu diketahui Mur,例如,putus cinta dengan kekasih hatinya。 Kasihan sebab Tamol tak bisa tidur,Mur memberinya obat warung yang mengandung 对乙酰氨基酚 。 Mur menganggap Tamol hanya正在使用kepalanya。 塔皮(Tapi)使用itu tiada habisnya,setiap kali Dan Rogo-纳玛·阿斯利·达里·塔莫尔(nama asli dari Tamol)-menggumam,克木甸membisu tak bisa tidur,Mur memberikan obat itu lagi。 Pantas saja membuat Tamol ketagihan。 Sampai suatu saat Tamol meminta obat dengan berteriak; “塔莫尔! 塔皮!塔皮·穆·德·塔曼尼·塞巴布·沃伦·迪·塞贝拉·拉曼纳·科哈比桑·斯托克(Si Tamol Ngamuk Menjambak rambut panjang mbakyu-nya)。 Membuat Mur takut,apalagi ditambah teriakan keras bagai keluar dari toa。 Dalam hatinya Mur bertanya,apakah iya Tamol akan berakhir dipasung seperti bapaknya?
Beberapa minggu setelah kejadian tersebut bungsu Dan Jiwo juga terdapat tanda-tanda kegilaan,塔皮·贝达·杰亚拉·丹·佩尼巴贝尼。 Dan Jiwo seketika saja menggempur tembok rumahnya dengan linggis,berusaha merobohkan。 Tembok batako yang rapuh sebab campuran adonan lebih dominan gamping daripada semen dan pasir,membuat mudahnya bolongnya tembok。 Sebelum benar-bear roboh ibu mereka berusaha menenangkan dengan memeluk Dan Jiwo,lalu mengatakan sejumlah kata-kata menenangkan di dekat telinganya。 塔皮亚西亚(Tapi sia-sia),杨达(Ida)伊本尼(Ibunya)Terlempar dorongan丹吉沃(Yi Jiwo) Setelah terhempas dan mengeluh kesakitan,伊本尼·特森塔克·奥莱·卡利马特·丹·吉沃; “ seharusnya Ibu tak menikahi orang gila!”。 Meneteslah Air Mata Ibu。 继续前进,Mur Hayat,memojokkan dirinya ke pinggiran。 Dalam keadaan kepepet,dan tak ingin berkelanjutan serta mengulangi kesalahan yang sama,Mur memberanikan diri memanggil dokter kejiwaan yang kemudian menyuntikkan cairan chlorpromazine。 塔皮圣古(Tapi Sungguh),拉吉-拉吉(Lagi-lagi gen yang berkata banyak)。 Dan Jiwo tetap gila。
Kedua adiknya akhirnya tinggal di tempat bapaknya dulu。 Namun rantai yang dahulu mengikat sepasang kaki bapaknya dibagi,satu untuk Dan Rogo,satunya untuk Dan Jiwo。 Pancangnya juga tak menyatu,dipisah kurang lebih empat meter,dengan tujuan jangan sampai energy dua pemuda itu meluap menjadi satu。 塔皮莱姆扬亚(Tapi Lemahnya),本当贾拉克(仰光) Di dalam bangunan gelap yang mirip lorong dan terbuat dari bambu petung tersebut mereka terkurung,mirip ayam。 Sesekali mereka diam,seringkali berkata tak jelas apalagi saat menunggu makan。 Hanya saja yang keluar bukan telur tapi kencing yang pinging dan tai yang busuk。
哥打阿达拉(Kota adalah)哥打阿达拉(Kota adalah)哥打阿达拉(Kota adalah) Di dalam kota itu,keluarga Mur hidup dicap keluarga gila merambat,maksudnya,gila yang menular。 Di dalam kota itu juga,kabar berita cepat menyebar。 Maka Yang Terjadi Adalah Pengasingan terhadap keluarga Mur。 Siapa yang mau dekat-dekat dengan keluarga gila? Hanya orang gila yang mau berbaur dengan orang gila。 Anak-anak,terutama anak laki-laki dilarang bermain di sekitar rumah keluarga gila,padahal di selatan rumah itu ada sebuah sawah nganggur yang rumput tekinya relatif pendek。 Pas untuk bermain bola atau layangan。 Larangan itu pula yang membuat anak-anak tahu bahwa mereka keluarga gila,bisa jadi Mbak Mur guru TPA mereka dulu turut gila。 Alhasil setiap kali Mbak Mur keluar rumah sekadar ke warung,ia jadi pusat pandangan aneh anak-anak yang tak bisa bohong。
Jangan pula dipikir Dinas Sosial yang bertanggung颌骨terhadap masalah seperti ini acuh terhadap Keluarga Mur。 Dinsos saja tak peduli apalagi Pemda。 Pokoknya saat itu,pemerintah itu apalah,bertolak belakang seperti sekarang jika mendengar pemasungan manusia,yang berarti juga pelanggaran atas HAM。
Awalnya Mur juga merasakan gejala akan压力。 Di dalam otaknya berseliweran pikiran-pikiran yang tak masuk akal,salah satu contohnya ia ingin kabur mengasingkan diri dari lingkungan dan menciptakan hidup yang aman tanpa tekanan,entah bagaimanapun caranya。 达佩德利清真阿特哈拉姆。 Namun pikiran yang lain menggat langkahnya saat memasukkan barang-barang ke dalam tas,pikiran itu memiliki kemungkinan yang lebih buruk daripada jika dia di rumah,bahwasannnya di tengah jalan ia bisa benar-benar gila,泰兰扬·希亚·贝拉拉帕·普雷曼·杨(sial beberapa preman merebut keperawanannya)。 达卡拉(Tak kalah)Bisikan-bisikan turut mengganggunya,达(dak diketahuinya)darimana。 Semuanya begitu rancu dan benar-benar membuat ia penat,kepalanya terasa penuh dan berat。 Persis seperti dua saudaranya。 Tapi satu yang dipelajarinya ialah tidak mau mengonsumsi obat。 Begitu gejala menyerangnya,例如,bergari menjatuhkan diri di pangkuan ibunya。 Ngobrol Ngalor-ngidul,Dan pokoknya ngobrol。 卡劳·佩鲁·贝尔图卡·克拉卡 Nah setelah sedikit reda,teringatlah ia pada Al-Qur’an的sandarannya dirubahnya di atas sajadah。 Ibunya juga ikut-ikut,瓦劳达鲁丁森巴赫央丹塔克比萨孟巴卡kitab suci pokoknya ia berdoa。
Dengan kepungan kondisi seperti demikian,Mur Hayat mau tak mau tetap harus bekerja untuk kebutuhan makan。 Modal yang pas-pasan ia belikan bahan membuat gorengan bakwan kobis。 Mur harus berusaha sendiri,sebab ia tahu masyarakat和akan menolak tenaganya。 Pasta pula ia menjajakannya jauh dari rumahnya,dengan harapan tak ada yang tahu membeli gorengan kepada anggota keluarga gila。 Sedikit-sedikit dapat untuk beli beras,kalau sisa ya dijadikan lauk。
Di satu waktu akan pulang berjualan,tak sengaja Mur melihat lelaki yang menyita perhatiannya。 Tampak dari wajah dan tubuhnya sedikit lebih tua darinya。 Bertelanjang bulat di pasar selatan perempatan jalan Plengkung Gading。 Warna kulitanya hitam legam dan terlumuri noda-noda berwarna hitam。 Tak pelak jika ada yang membayangkan segala jenis rambut yang tumbuh di mana saja di tubuhnya gondrong。 Ketika itu,lelaki tersebut sedang mencari-cari sisa makanan di tempat sampah,atau lebih tepatnya mengobrak-abriknya dengan amarah。 Amarah itu terlihat dari sampah yang benar-benar berantakan,sepertinya ia kelaparan dan tak ada yang mau memberi makan。 Wajar jika ibu-ibu pedagang empunya tempat sampah mengamuk dan menyuruh tukang parkir mengusirnya。 Tenaganya yang lemah membuatnya tak berkutik dan pergi dengan alis yang menyatu,wajah yang merah,tangannya mengepal,ia marah。 Pemandangan yang tertangkap mata Mur membuatnya teringat adik-adiknya。 Maka Mur memberinya tiga bakwan sisa,sedangkan empat lainnya ia bawa pulang。
Keesokan hari laki-laki tersebut tempat yang sama duduk termangu。 Kemudian Mur Hayat perempuan penjaja bakwan melintas di depannya。 Ia memandangi Mur Hayat,mata penuh pengharapan,seolah menunggu pemberian bakwan。 Tak sampai hati Mur tak memberinya dua sisa terakhir,dengan resiko Mur dan keluarganya makan nasi campur garam。
Secara berturut-turut sepasar [1] , laki-laki itu tetap seolah menunggu dan Mur tetap memberinya bakwan。 Penuh dengan inisiatif dan perasaan,临时工Mur ingin mengajaknya pulang dan merawatnya hari itu juga。 Namun sebelum itu,Mur ingin tahu asal-usulnya,meskipun ia sadar dengan ngobrol akibatnya ia masuk ke dalam dunia yang mengganggu keseimbangannya kemarin,yaitu dunia sakit jiwa。
“ Jenengmu sopo吗?” Tanya Mur setelah memberinya bakwan。
“呵呵呵,呵呵呵,” jawab lelaki itu。
“ Aslimu soko ndi吗?”
“呵呵呵,呵呵呵。”
Demikian perkenalan Mur Hayat dan Wut Tamat(nama yang diberikan oleh Mur)。 Perkenalan yang melekat di ingatan Mur Hayat。 Sementara itu,Melihat Mur membawa orang gila ke rumahnya,tetangga heran dengan yang dilakukannya。 Apa kurang jumlah manusia gangguan jiwa yang berada di rumahnya? Bagaimana cara mereka bertahan hidup hanya dari berdagang gorengan? Kurang lebih begitu bahan rerasan tetangga。
Pertama kali datang,Wut ditempatkan tidak,Tamol serta Dan Jiwo。 Sebab perilaku Wut tak begitu membahayakan,terlebih sering hanya senyum dan senyum sendiri。 Wuga Juga Kooperatif Dengan Mau Dimandikan Mur,瓦劳·哈鲁斯·特塞达克·卡琳娜·特雷拉卢·巴哈吉亚·丹·塔塔瓦。 Dia juga menurut ketika dikenakan baju。 Polahnya tak aneh-aneh,membuat Mur leluasa mengajaknya mengobrol,meski obrolan tak selalu berbalas selain senyum lagi dan lagi。 Syukur setelah Mur hari demi hari rutin merawat Wut,kejiwaan Wut membaik。
Menurut cerita,Hal Yang Paling,Tunggu-Tunggu sekaligus membahagiakan bagi Wut adalah ketika Mur selesai menggoreng bakwan。 Begitu mentas dari minyak panas dan sedetik ditiriskan langsunglah Wut memakannya。 Kenikmatan melepuh lidahnya melebihi apapun saja。 Saat itu juga,saat aura kebahagiaan muncul dari Wut,Mur sadar satu hal:tidak ada orang gila,yang ada adalah orang yang tidak diperhatikan。 Satu lagi,Mur jadi mencintai Wut karena hal yang aneh tak masuk logika,yaitu membantu kurikulum penyembuhan orang sakit jiwa。 Maka pagi itu,ketika surya lahir Mur memutuskan tak keliling。
Tersusunlah tiga prinsip:pertama,orang gila sebisa-bisanya diajak ibadah。 Kedua,orang gila harus senantiasa diperhatikan kehidupannya。 Ketiga,orang gila harus,bahagia bagaimanapun caranya,kalau bisa halal。
Maka secara bertahap ia menjadi dokter jiwa atas kedua adiknya dan Wut Tamat。 Menerapkan tiga prinsip yang dipegangnya。 Berbagai metode telah dicobanya sebagai eksekusinya,tapi gagal,gagal dan gagal。 Tak pantang menyerah ia meminta doa seorang kiai di Kediri,diberilah Mur kalimat dzikir agar dibaca ketika pasiennya。 佩拉汉(Perlahan)Sabar Mur Mengajarkan kaalimat tersebut。 Sedikit-sedikit mereka mampu menirukan,terlebih bagi Tamol serta Dan Jiwo。 Hasilnya lumayan,mereka tak perlu dipasung dan tinggal satu atap bersama yang lain。 Salah satu metode lain yang berhasil yaitu senam dan menyanyi。 Keduanya dilakukan pada pagi hari,ketika hari masih segar untuk bergerak,dan saat sinar matahari masih baik。 Ada juga satu cara lain yang berhasil,yaitu pijat,dengan itu bermanfaat untuk mengurai otot-otot dan syaraf yang kaku。 Lumayan untuk pengobatan raga。
Sembari Menjadi Dokter,Mur memiliki peran lain yaitu manajer。 达克蒙金计划(Real Tantis),Tak Mungkin Program Yang Dijalankannya tanpa biaya。 Maka dengan muka tebal,Mur dan ibunya keliling kampung meminta sumbangan,minimal beras untuk penyambung隐藏。 Karakter Mur dan ibunya ini,Adalah orang yang tak mau menang,maka ketika ada orang yang menlak memberi atau bahkan mencacinya,mereka memilih untuk kalah dan segera pergi setel setel setelah mengucap maaf dan terimakasih。 Tapi ada satu dua tetangga yang mungkin terpaksa memberi beras dan sedikit bahan makanan。 Pada saat itu juga ucapan mereka sama,yaitu maaf dan terimakasih。 Dua kata yang ampuh untuk melancarkan散文pengobatan jiwa。
Singkat cerita menurut Abdul yang diutarakan apa adanya padaku,Wut Tamat yang sembuh juga jatuh cinta kepada Mur Hayat。 梅雷卡·凯文(Mereka kawin)。 不,Tamol serta Dan Jiwo juga sembuh,bahkan turut membantu Mur mengelola panti。 Tamol berperan jadi kiai,Dan Jiwo jadi perawat dan kepala dapur。 Panti yang dibentuk tak sengaja oleh Mur dan Wut karena mereka sering menemukan orang gila di jalan dan dibawa pulang。 潘蒂·德兹鲁(Panti Dzikrul)Majnun namanya。 Bertahun-tahun kemudian panti semakin besar。 Puncaknya,mereka menjadi terkenal karena rasa kemanusiaan yang tinggi dan mampu menyembuhkan orang gila sehingga banyak orang menitipkan anggota keluarganya yang gila。 Kini Saja Dihuni 47 Orang sekaligus。 Kalau ingat lorong tempat pemasungan atau bekas kandang ayam,telah digubah jadi pendopo yang luas tempat kumpulnya orang gila。 Semua itu membuat seorang主持人acara inspiratif tertarik meliput kisah yang mengharukan dan memotivasi。
Namun apa yang dilakukan Mur Hayat dan Wut Tamat menurut Abdul hanya omong kosong belaka。 Abdul adalah salah seorang mantan pasien Dzikrul Majnun。 Akhir-akhir diketahui Abdul,panti dijadikan ladang bisnis。 Adalah akal-akalan Mur dan Wut untuk memperkaya keluarga mereka dari gilanya manusia,yang sesungguhnya merupakan kejahatan besar,begitu katanya padaku。 比亚亚Pengobatan ditarik maksimal,阿拉斯加尼亚untuk乌鲁桑·达普尔,padahal sumbangan sembako melimpah,马拉kekesannya semacam jadi biro jasa。 Uang dibelanjakan seminimal Mungkin yang penting makan,dan labanya ditumpuk dibelikan tanah dan sapi yang banyak。 Mereka berdalih pasien yang akan sembuh harus diberi kesibukan dengan bekerja,yaitu mengurus ladang sekaligus merawat sapi。 达巴乌(Tau ubahnya pasien itu jadi pekerja mereka)。 Sedangkan nuansa islami berguna sebagai“ baju” saja,琼脂dilihatnya sesuai dengan seluruh sistem di dalamnya。 Dengan begitu ketiga prinsip hanyalah tai setan。
阿库·英加特(Aku ingat),塞拉卢·孟古帕(dia selalu mengumpat)。 Tak Lain tak bukan untuk Mur Hayat dan Wut Tamat。
八景安! Sepasang orang bejat!” kata Abdul,“ tuliskan cerita ini! 琼脂semua orang tahu dan tak tertipu! 卡劳·德考·图里斯(Kalau takau tulis),阿库·比萨(Ab Bisa Stres)!
[1]利马哈里(Lima hari)perhitungan Jawa。