
HUJAN hari itu masih sama。 Deras dan basah。 Aku sedang膜孟买sebuah puisi milik Joko Pinurbo ketika sebuah pesan pendek masuk ke WhatsApp ku。 Nada Pemberitahuan yang berbeda langsung memberitahuku bahwa pesan itu bukan pesan berasal dari kerjaan,melainkan dari dia:si perempuan pemilik hujan。
Hujan rasanya tak pernah segera reda di sudut matanya。 Keputusan untuk meninggalkan印度尼西亚demi kepentingan studi ternyata tak banyak membantu meredakan hujan itu。 阿克塔胡(Aku tahu bahwa)du dunia ini ada dua hal yang tidak bisa dibendung:Cinta dan air mata。 南门(Namun),北达科他州(Neinggalkan sejuta pertanyaan bagiku)。 Sebegitu terlukakah ia karena cintanya untukku?
Aku masih duduk berselimut jaket di Bandara I Gusti Ngurah Rai,巴厘岛,马来西亚。 Penerbangan ke澳大利亚masih beberapa jam拉吉塔皮rasa gelisah sudah sejak dari Jogja menggelayuti。 Sebulan ini,santeang dalam kondisi tidak baik di tempatnya sana,tante rutin sekali mengabari bahwa dia。 Walaupun tante tahu hubunganku dengan dia kini bisa dibilang tidak spesial lagi,beliau masih menaruh asa kepada kami。 Itulah mengapa hari itu –setelah serangkaian usaha untuk menyakinkan,tante memintaku untuk menemuinya,di Australia sana。
Bandara malam itu bisa dibilang masih ramai。 Riuh orang dengan obrolan berbagai bahasa silih berganti。 Anak-anak kecil白俄罗斯人。 Troli-troli dipenuhi barang bawaan。 Orang-orang menunggu的人。 到每一个达拉孙义的学历。 Ragaku masih terpatri di kursi dingin Bandara I Gusti Ngurah Rai,tetapi jiwaku rasanya sudah terbang mendahului。 蒙金(Mungkin),澳大利亚国王(Kinginan untuk),孟加拉国(Dangannya),孟加拉国(Singlei)痛心痛澳大利亚 Ditinggal jiwa,rasanya raga ini tak berdaya saat panggilan terakhir penerbangan ke澳大利亚dikumandangkan。
Di dalam kabin,aku duduk di kursi dekat jendela。 Semua yang ada di luarnya terlihat begitu gelap。 Pekat,ibarat kau coba menelurusi ruang di pikiranmu yang dipenuhi kesunyian。 悉尼机场的Menurut Jadwal,Setidaknya Butuh waktu lebih dari 4 jam sebelum aku sampai di。 Pesawat mulai lepas landas dan pikiranku masih dijejali kebingungan-kebingungan tentang apa yang akan kusampaikan kepadanya begitu sampai di sana,南蒂。
Pertemuan terakhir kami setahun lalu masih saja datang menghantui。 Bagaimana tidak。 达里·塞肯·班尼亚克(Dari Sekian) Masing-masing dari kami cukup sadar bahwa kami tidak mungkin lagi menjalani sebuah hubungan yang tak memiliki masa depan。 Sebanyak apapun hal yang sudah kami lakukan。 Sejauh apapun rencana kami pikirkan。 Nyatanya,Tetap Ada Batas Yang Tidak Serta Merta Bisa Kami Terjang。
Batas itu bagi perempuan Bali seperti dia adalah sebuah kutukan yang mengekang。 Batas adat yang membuatnya tak jenak dalam melakukan segala hal yang ia suka。 Batas itu baginya tak lebih dari simbolisasi dominasi lelaki untuk melanggengkan apapun yang mereka mau。 Dia tidak suka itu。 Dia suka kebebasan。 Dia ingin bisa lepas melakukan apa saja tanpa harus mempedulikan batas-batas yang dibuat tanpa persetujuan darinya。 Dia ingin jatuh cinta dengan siapapun yang dia mau。 Dia ingin mencintai tanpa perlu bersitegang dengan banyak hal。
Begitulah ia selalu meyakinkanku dulu。 Bahwa aku telah memenangkan hatinya。 Bahwa tidak ada suatu apapun yang mampu memisahkan kami berdua。 菩提呀? 纳蒙(Namun,Memang ada Jatuh cinta yang tidak diselimuti kebodohan)。
Di dalam kabin pesawat itu,an antara kami yang hampir habis。 肯雅塔(Kenyatan)bahwa batas yang mengisi 80%aliran darahnya itu tetap bukan lawan sepadan baginya。 Aku yang terlahir bukan dari kelas kasta yang setara dengannya tentu bukan pasangan yang理想的menurut aturan adatnya。
Dia Murka。 Dia marah kepada dirinya sendiri kenapa harus dilahirkan di lingkungan di mana kelas sosial yang tak disepakatinya harus memisahkannya dari apa dia dia cinta。 Sedari awal mula aku sadar bahwa tak Mungkin bagiku yang bukan apa-apa ini berharap untuk bisa bersama dia。 Tapi teduh matanya begitu meyakinkan。 Begitu menguatkan。 Hingga muncul penolakkan yang begitu keras memukulnya。 Sejak saat itu,hujan tak pernah reda dari sudut matanya。
Tak banyak yang bisa aku lakukan。 Dari sekian banyak ide yang muncul di kepalaku untuk menembus batas itu,mengizinkan dia untuk jatuh cinta lagi dengan orang lain adalah sebaiknya hal yang bisa aku lakukan。 Sebagaimana yang tertulis di agamaku bahwa tidak ada paksaan untuk menganutnya,aku juga ingin dia jatuh cinta dan menjalani cintanya tanpa paksaan。 Dari Hampir seluruh keluarganya,hanya tante yang percaya kepadaku。 Itulah kenapa beliau memintaku untuk menemuinya。 Dengan harapan untuk menghapus hujan itu。
Dini hari pesawat itu mendarat dengan lembut。 Berselimut dinginnya udara musim panas,aku celingukan mencari sosok yang aku kenal。 Tak Butuh喇嘛untuk menemukan sosok perempuan dengan postur jenjang dan rambut berwarna madu yang tergerai panjang。 Wajah ngantuknya begitu kentara,塞布亚佩塔纳·巴赫·迪亚·苏达·迪·萨那·塞贾克·喇嘛。 Ada sebuah senyum yang malu untuk dimunculkan hingga pada akhirnya dia menghambur ke arahku memberi sebuah pelukan yang hangatnya melebihi hangat matahari musim panas di belahan dunia manapun。 Berbarengan dengan rapatnya tubuh kami berdua,aku juga merasakan serbuk-serbuk air terbang ke arahku。
“ Sudah ya…Jangan sedih melulu,” kataku sambil menghapus linangan air mata di pipinya。
Angin dingin menerpakan serbuk-serbuk air hujan musim panas saat kami berjalan meninggalkan bandara mencari semacam transportasi umum menuju tempat tinggalnya。 Kami berjalan dengan kecepatan pelan sambil bergandeng tangan。 Saking pelannya,aku bahkan tak taaka apakah bayangan kami masih mengikuti atau justru pergi mendahului。 Sesekali ia juga menelusupkan tangannya ke pinggangku yang diikuti gerakan kepalanya yang menyender di pundakku。 Seketika itu,aku merasakan,sebentuk kenyamanan yang sangat aku rindukan。 Wangi香薰植物。 Sejenak untuk dini hari itu aku merasa begitu bahagia ibarat orang yang sedang berdoa tanpa harus banyak bersuara。
悉尼学生宿舍,克利夫兰圣雷达拉塞布亚萨克西比苏胡扬·杨·瑟林·大唐·达胡·塔克瓦图。 Kamarnya selau tertata rapih seperti kebiasaannya。 Ada sebuah rak memanjang di atas kasurnya yang dipenuhi dengan buku-buku yang entah ia bawa dari印度尼西亚atau dibelinya di sana。 Di meja belajarnya,《 Sebuah笔记本电脑》,夏季电影《 Tom dari》,电影《 500 Days of Summer》,Dengan beberapa,《 Lembar kertas,catatan berserakan》。 卢肯亚(Lucunya)和其他地方的孩子:卡米(Kami berdua)。 Dia mengizinkanku menjelajah kamarnya sebentar lalu menunjuk sebuah沙发panjang di samping pintu masuk kamarnya。
“ Kamu tidur di sana ya”,katanya yang hanya berbalas anggukkanku saja。
Rasanya aku baru beberapa menit saja memejamkan mata sebelum dia kemudian membangunkanku。 Raut wajah terakhirnya yang begitu kuyu danlayu tak terlihat lagi。 Pagi itu dia terlihat begitu bersinar。 Bercahaya。 丹万吉,天通雅。
Pagi itu dia dia mengenakan kemeja putih dengan lengan yang ia gulung sampai siku。 Tampilannya semakin terlihat ayu ketika dia padu padankan dengan rok selutut berwarna abu朦胧。 电影《 500天的夏日》,Pooninya tergerai begitu saja mengingatkanku pada sosok Zooey Deschanel di film。 Dia tak membiarkanku喇嘛terdiam menatapnya。 Ditariknya tanganku dan pagi itu kami berangkat ke kampusnya。
悉尼大学(Sydney University)双语教育(Disa ditempuh dengan berjalan kaki tak lebih dari sepuluh menit dari tempat tinggalnya)。 Hari itu merupakan momen spesial baginya karena dia akan menempuh sidang thesisnya dan segera menyandang gelar master di bidang sastra。 Momen ini semakin bertambah indah karena bertepatan dengan ulang tahun ke-25nya。
皇家植物园,自然保护区,皇家植物园,自然保护区大师班尼古拉·杨·潘杰图。 悉尼歌剧院(Kami duduk di sebuah kursi taman panjang yang menghadap ke Gedung Opera)。 Udara khas musim panas berhembus pelan membawa berbagai macam bebauan laut di dekatnya。
“ Selamat ulang tahun ya”,kataku sambil mengusap pelan kepalanya yang sedari awal kami sampai sini tergeletak begitu saja di bahuku。 “ tapi maaf ya,aku enggak nyiapin kado apa-apa。”
Kepalanya terangkat lalu dia tersenyum。 “ 对我来说,您的光临是我有史以来最好的礼物 ,尼优。”
“ Setelah ini,jangan sedih-sedih lagi ya。 Jangan nangis-nangis拉吉。 Jauh kalau aku harus nyusul ke sini tiap kali kamu nangis。” Ia kemudian semakin merapatkan duduknya。 Memeluk tanganku seolah itu ada sebuah guling。 Pelukkannya kurasakan semakin lekat响当当tanganku yang kesemutan dan mati rasa。
“ Aku bacakan puisi ya buat kado ulang tahunmu。”
巴厘岛的Aku mengeluarkan buku puisi yang belum selesai aku baca sejak。 Berulang kali aku membalik lembar demi lembarnya,门卡利Sepilin puisi yang sekiranya dia suka。 Dia menunggu dengan tatapan berbinar seperti seorang anak kecil yang menunggu hadiah出生。 Pilihanku jatuh pada puisi berjudul Kamus Kecil yang ditulis oleh Joko Pinurbo。 Puisi itu,walaupun bukan semacam puisi yang cocok untuk kado ulang tahun,tetap aku pilih karena alasan lain。 Aku suka kata-kata yang digunakan si penyair。 Aku takjub dengan kemampuannya dalam membolak-balikkan kata dan mengaduk-aduk perasaan orang yang membacanya。 Walaupun jauh di dasar hatiku aku sadar bahwa sebanyak apapun kata-kata tak akan pernah mampu menghapus segala dukanya。 Aku Tak Ingin Terlalu Banyak Tahu Tentang kedukaannya。 Tak juga aku memaksanya untuk banyak bercerita。 Bagiku,Mengenang itu menyakitkan dan sebaik-baiknya hal yang bisa aku lakukan adalah tidak memintanya bercerita。
Selesai aku membacakannya puisi,dia menciumku。 Ciuman kami cukup panjang yang kemudian aku rasakan seperti sebuah isyarat perpisahan akan segera datangnya perpisahan。
“ Nyoo…”潘吉尔尼娅·玛尼亚。 “ 谢谢你们,当我永远无法成为您的最佳选择时,我一直是我有史以来最好的。”
“ Na……你知道,只要需要我,你总能依靠我。” Dia sesenggukkan lagi setelahnya。 Wajahnya sedari tadi masih dibenamkan di pundakku。 Basah karena hujan dari sudut matanya itu merembes ke dalam bajuku。
Tiga menit tanpa ada percakapan。
tanyaku: “你能答应我吗?”
“阿帕?”
Aku menghirup dalam-dalam bebauan laut yang terbawa angin。 Merasakan udara yang terteguk sedikit manis。 Semilir angin menerbangkan kata-kata。 “对最终遇到的人……保证我永远快乐。”
Sambil sesenggukkan lirih dia berkata, “只要……如果我重生,我希望我能与你同在。”