普里亚·杨·塞尤姆尼亚·迪贝利

“ Berapa harga satu senyuman?” tanya pria itu。

***

Aku Tak tahu berapa,tapi aku kenal siapa yang bertanya。 Bagaimana memberi tahunya ya? Kami memang sering duduk bersama dan aku mendengarkan ceritanya,tapi bukan karena itu aku mengenalnya。 阳终端。 Namanya kondang di penjuru kota。 Dia murah senyum。 Dia juga baik,dan tak lupa untuk selalu ringan tangan melakukan kebaikan。 Sapaan selalu berada di ujung bibirnya ke mana pun ia pergi。 Itulah yang menjadi gambaran dari dirinya yang ada pada benak orang-orang di kota ini。 Kami selalu memanggilnya dengan sebutan Si Murah Senyum。 塞巴布(Sebab),汉拉·阿达·杜(Yan Murah Senyum di kota ini)。 Dia salah satunya。 Dan saat aku ditodong oleh pertanyaannya,aku tak tahu bahwa aku akan menjadi orang terakhir yang melihat senyum dan tawanya。

Aku besar di pinggiran kota yang hangat dan penuh kebaikan。 Tempatku tinggal juga ramah dengan siapa saja。 Dan masih punya beberapa地区terbuka hijau yang biasa dipakai anak-anak kecil untuk bersepeda atau berimajinasi。 Anak-anak kecil itu biasanya pergi menjelajah ke tempat-tempat yang terpencil dan terasing sambil membayangkan diri mereka terlibat dalam petualangan besar。 Sungai tempatku tinggal dahulu juga bersih,dan sering dipakai anak-anak untuk bermain balap perahu kertas,dan membayangkan mereka menjadi nahkoda di kapal mereka sendiri mengarungi sungai yang deras dan berusaha agar tidak terbal。 Atau anak-anak biasanya juga pergi ke kebun untuk membayangkan dirinya berada di hutan peri。 Tapi aku tidak begitu。 Aku tumbuh sebagai pribadi yang pendiam。 Tersenyum itu olahraga untukku。 Menyapa dan berbasa-basi itu membuang waktuku。 Sifat seperti itu kubawa sampai besar,sampai aku hidup di kota ini。 Tentunya aku Merasa Nyaman。 Tinggal di lingkungan yang tiap orang tidak mengurus urusan orang lain。 Tinggal di lingkungan yang orang tersenyum dan menyapa lalu berbasa-basi jarang ditemui。

lanjut Si Murah Senyum说:“ Kemarin ada orang yang datang padaku”,“ peedange di pekarangan”。 Dia datang memakai jas hitam,dengan kemeja putih dan dasi hitam。 Kusapa dia dengan senyuman dan kuangkat topiku sebagai bentuk hormat,“ Selamat pagi Tuan! Bagaimana hari Anda? 丹帕·塞普曼(Tan Dia Senerman)。 Hanya memandangku dari ujung kaki sampai ujung kepala。

“ Tita的Kita harus bicara empat mata,” japanbnya dengan datar dan langsung pada intinya。 “ Saya punya penawaran untuk Anda dan saya butuh tempat di mana kita bisa bicara berdua。”

Lalu aku antarkan dia ke salah satu restoran favouritku。 Restoran ini sebetulnya enak。 Makanannya juga enak。 Sayang,Restoran ini berada di kota,yang berarti orang-orang yang datang ke sana sebagian besar berwajah muram dan datangng hanya untuk makan。 坦帕·阿达·奥布罗兰·丹根·特曼,凯卡西,阿陶·索达拉·谢尔卡。 Pramusajinya juga begitu。 Dia mencatat pesanan tiap meja,dan mengantarkan makanannya。 Tak ada waktu untuk menyapa atau tersenyum。 Tapi kubawa tamuku ke sini,琼脂还原剂ini tidak terisi hanya dengan suara piring,冰淇淋,dan sendok。

Setelah kami duduk,pramusaji datang ke meja kami seperti biasa untuk mencatat pesanan。 Aku berusaha menyapanya dan memberikan senyum yang paling manis。 Pramusaji itu tidak membalasnya,dan mengulangi pertanyaannya。 Tamuku hanya menatapku kosong saat kucoba untuk berbasa-basi tadi。 Aku pun memberi tahu pesananku,sementara tamuku menolak untuk makan dan minum。 Ketika pramusaji beranjak pergi,kuucapkan,“ Terima kasih!” 丹达阿达巴拉山

Lalu jeda mengelilingi aku dan tamuku yang sedang merogoh kopernya。 Aku bilang,“ Jadi Anda kerja di mana kalau boleh saya tahu?” 桑比尔·kusungginggkan senyum termanis。 Dia mengambil kopernya,menaruhnya di atas meja makan kami。 Lalu saat dia buka,terlihat banyak sekali uang yang tersimpan di sana。

“ Saya ingin membeli senyum dan kebaikan Anda,” katanya。

***

Di kota ini,aku tak perlu tersenyum atau berbasa-basi。 Itu yang membuatku nyaman。 Bahkan kami tak perlu memusingkan kelakuan Rudi Si Gila yang selalu tertawa sendirian di taman。 Aku juga tak perlu berbasa-basi dengan penghuni Apartemen di sebelahku。 卡米(Kami Pernah)Berpapasan,Namun ia membuang muka duluan。 Aku tidak tersinggung,sebab itu yang dilakukan semua orang di kota ini。 Aku pun kadang juga begitu。 Orang-orang di kota ini juga sangat jujur untuk mengekspresikan ketidaksukaannya mereka terhadap sesuatu。 Seperti halnya mereka yang selalu menghindar untuk bertemu atau berpapasan dengan orang yang mereka kenal,atau betapa tersinggungnya mereka untuk diminta menolong mobil yang yang mogok,atau pula seperti Ruke keidasnya sidanas danida sidanas sidanas sidanas danah 塔皮(塔皮) Untuk Rudi Si Gila,aku hanya merasa tidak nyaman ketika ditunjuk-tunjuk lalu ditertawakan。 Namun,aku menyukai Si Murah Senyum。 Aku percaya dia waras dan cerdas。 Dia hanya orang baik yang suka tersenyum dan menyapa。 伊图萨哈 Dan kelihatannya,dia gaga berasal,dari pinggiran kota yang hangat macam diriku,yang kemudian pindah ke kota yang dingin ini。 Namun dia menolak untuk melepaskan kebiasaannya dahulu saat di pinggiran kota。 梅斯基(Meski)贝吉图(Menenenkankan)。 Aku sering sekali datang ke rumahnya hanya untuk memintanya bercerita。 Saat aku sambangi rumahnya,dia menyapaku dan menanyakan kabarku。 Aku tak suka berbasa-basi,lalu aku bilang padanya,“ Kau punya cerita? Aku ingin mendengar ceritamu”,贝卢兰达州的lalu ia tertawa dan mempersilakan aku duduk di sebelahnya di beranda。 双关语kure lalui dengan mendengarkan ceritanya疮。

“’Membeli?” tanyaku kebingungan,” lanjut Si Murah Senyum,“ lalu tamuku mengiyakan pertanyaanku。 Dia menambahkan,“ Saya membeli senyuman,basa-basi,sapaan,serta kebaikan Anda。 Sebab itu penting untuk Anda sendiri。 安达·阿坎(Amen) Selain itu,saya punya daftar kebaikan yang Anda telah lakukan。 Tapi saya harus bilang,哥打达布泰乌塞穆阿。

Seketika aku menjadi emosi mendengar perkataannya,tapi dia masih melanjutkan,“ Apa Anda tidak lelah? 达兰·加塔坦·萨塔(Dalam catatan saya),安达·塞拉卢(Anda selalu melakukan)kebaikan-kebaikan。 Bukankah tak ada yang menanggapi kebaikan安达? Saya tahu,Anda akan beranggapan bahwa kebaikan tidak butuh penghargaan dan pengakuan。 Itu juga yang kami dengar dari Rudi Si Gila saat dia waras dahulu。 Sekarang,Anda tahu apa yang terjadi padanya kan? 提达克(Tidak),土库曼斯坦萨拉(sa bua salah saya)比拉伊亚(menjadi gila seperti sekarang)。 Orang-orang di kota ini yang bertanggung颌骨atas dirinya。 Bukankah Anda juga merasakannya? Orang-orang di kota ini tidak peduli。 Anda orangnya baik,atau Anda minum击剑Anda sendiri juga orang-orang di kota ini sedikitpun tidak peduli。 Semua orang di kota ini hanya berpikir tentang diri mereka sendiri。 Dan bukankah itu menjadi hal yang mulai mengusik Anda? Tentang bagaimana tak ada yang peduli pada kebaikan安达。 Bukankah pedih rasanya,bila melihat orang yang,misalkan,membuang sampah di jalan yang baru saja Anda punguti sampah-sampahnya? Anda pastin ingin marah,塔皮Anda sadar bahwa Anda orang baik。 Bukankah itu yang mulai menyiksa Anda secara perlahan-lahan? Bukankah itu mulai menggerogoti diri Anda dari dalam? Dan bukankah Anda mulai sadar,bahwa yang Anda lawan bukanlah kejahatan atau kekeliruan,melankan ketidakpedulian orang-orang dan keegoisan pikiran mereka? 贝纳特·贝吉图?

Lalu tamuku itu mulai melanjutkan,’Saya di sini,maka dari itu,menawarkan solusi:silakan Anda mengambil uang ini,dengan catatan bahwa Anda tak perlu lagi bersikap baik,tersenyum,menyapa和atau berbasa-basi。 Daripada diri Anda tergerogoti oleh perasaan安达。 Tak perlu lagi menjadi Si Murah Senyum dan menjadi orang baik。 Ingat,buat keputusan dengan adil,jangan sampai Anda berakhir seperti Rudi,tamuku mengakhiri ceritanya围着dengan makanan yang kupesan ditaruh di meja。

Lalu aku tersadar,阿帕·杨·塔姆库·乌卡普坎·塞巴比安·贝萨尔·阿库拉特。 Itu memang mulai menyiksaku,tentang kebaikanku yang dibalas ketidakpedulian oleh orang-orang di kota ini。 Bahkan saat aku duduk di beranda,aku mulai seperti Rudi。 Itu semua bukan karena aku butuh dipuji,tapi melelahkan rasanya bila kebaikan yang kita lakukan seperti tak ada artinya。 Aku tak masalah bila butuh waktu喇嘛bagi kebaikanku untuk mengubah wajah dari kota ini。 Namun aku mulai merasa tersiksa bila orang-orang tak peduli dengan kebaikanku。 Bahkan orang-orang tak peduli dengan orang lain。 Itu menyiksaku。 Kadang aku mulai bertanya kepada diriku sendiri,“ Apa aku sudah gila? Apa aku Yang Tidak Waras?”

Sebab,Bukan begitu seharusnya kita bersikap。 Tapi hanya aku yang satu-satunya memperjuangkan prinsip itu,meski tak ada yang peduli。 Bahkan kau sendiri selalu memintaku bercerita。 Dan Tak Pernah Sekalipun kau berbagi cerita。 Dan aku tak pernah meminta,sebab aku berusaha baik padamu。 Namun kalau sudah begini,aku larah。 贾迪·库普图斯坎(Jadi Kuputuskan),塞塔拉·梅尼里玛(Setelah Menerima),塞科佩尔·特塞布(Sinoper Tersebut),伊妮·阿达拉·泰拉希尔·卡林亚(Alinah Terakhir),卡林亚(Kalinya),阿库·贝塞里塔(Bercerita)Padamu。 Juga terakhir kalinya aku menyapa,dan tersenyum,” Si Murah Senyum mengakhiri ceritanya。

Setelah Terdiam Mendengarkan ceritanya,阿库·贝塔尼亚,“ Jadi bagaimana perasaanmu sekarang?”

迪塔瓦(Dia tertawa),“白克,丹考塔胡(Baik,dan kau tahu)? Itu kalimat sapaan pertama juga basa-basi pertamamu。 哦,好吧,你好! Tenang saja,orang-orang di kota ini tidak akan melihat senyumku lagi,tak akan mendengar sapaan dan basa-basiku lagi,juga tak akan kulakukan kebaikan pada mereka lagi。 Tak ada lagi Si Murah Senyum。”

Sejak saat itu,tak pernah lagi kulihatnya tersenyum atau kudengar sapaannya。 Dalam kerumunan dan hiruk-pikuk kehidupan kota,Tak ada lagi orang yang mencolok kelakuannya,yang menarik perhatianku selama ini。 达达拉吉kebaikan di kota ini。 Orang baik merasa lelah dengan ketidakpedulian dan keegoisan orang-orang。 Tak ada lagi orang baik di kota ini。

雅加达Zein 2017