Aku masih membaca Bibel tatkala azan magrib mengudara。

Aku baru pulang dari sebuah perjalanan yang sangat panjang。 Aku Tak suka dipingit。 塔皮(Tapi),朱贾尔(Jujur)萨玛·鲁玛(Saja rumah)Memang tempat sebaik-baiknya kita pulang Perjalanan yang – tenu saja –melelahkan。 Ditemani sifat内向,aku lebih nyaman sendiri。 Tidak Ada Pacar,Sahabat,Adik Atau Kakak。 Aku malah lebih senang bersama bunga matahari palsu dan berukuran besar yang kubawa selama perjalanan。 Awalnya wangi dan harum sebelum kubawa berjalan bersama,lalu bau apak menggerogotinya。

Awalnya aku tak mengerti mengapa bunga matahari itu membuatku jatuh hati ketika pertama kali kulihat di kafe yang sengaja kusinggahi karena rintik hujan mulai menyentuh bumi kala itu。 Aku Tak memesan apa pun。 Aku termangu sambil berjalan pelan,derap langkahku terdengar berirama menuju pojok kafe。 Kuhidu bunga itu dengan mata terpejam tatkala badanku agak Bungkuk。 Aku bergegas mencopot bunga matahari palsu dan besar itu ketika salah satu pramusaji yang melongo melihat tingkahku yang aneh。 Kau tahu bagaimana jurusku? Kudekati pramusaji berambut lurus sebahu itu,lalu kubisik kepadanya ihwal aku ingin membeli bunga itu。 Anggap saja ini’Latte Full Creame’han hanya hatiku bisa meminumnya。 Ia celingukan。 Kukelim kantong celanaku,kurogoh duit dan langsung memasukkannya ke sela-sela jarinya。 Bunga matahari yang mempunyai cerita naifnya sendiri。

Aku tergeragap dan mengusir jauh-jauh masa lampau ihwal bunga matahariku。 Aku masih tersangkut di depan pintu,menunggu kapan senja bisa kutemani minum kopi di depan beranda rumah sambil membaca Bibel yang tak pernah kutamatkan seumur hidupku。

Perjalanan Yang Kemarin Kutempuh Adalah Perihal Yang Tak Pernah Sumir。 Aku menempuh perjalanan yang tak akan pernah bisa kusebutkan satu-satu。 Kadang aku berpikir perjalanan ini akan mengisyaratkanku tentang apa yang tak pernah kutemukan di sekeliling rumahku sekalipun。 Nihil yang kudapatkan selama perjalanan yang meletihkan ini。 达·库桑卡(Tak kusangka) di selasar kopi dengan keladaknya terpantul dengan cahaya magrib yang perlahan tenggelam,masih membaca Bibel tatkala azan magrib sayup-sayup mengudara dari 8 mata angin。 Terberkatilah; 吐汗

Matius 16:26

“ Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”