贾瓦

“ Pohon nangka yang roboh itu adalah semangat rumah keluarga ini。 Pohon itulah yang menjaga keselamatan rumah ini beserta semua isinya。 Dengan robohnya pohon itu selesailah tugas pohon itu menjaga rumah ini。 Saya ingin pohon itu dihibahkan semangatnya kepada rakyat。”

小说Para Priyayi seperti sebuah potret mikroskopis sejarah panjang Indonesia dalam kacamata keluarga priyayi Jawa。 Soedarsono(阿达·杨·曼甘蒂·纳曼亚·科蒂卡·门贾迪·普里亚伊·塞巴盖·斯特罗达索诺)。 Priyayi adalah sebuah的身份将达拉姆·阿达特·克·贾瓦·安·卡拉·图特封印。 Bagi orang Jawa,Priyayi adalah kelas sosial yang disematkan karena kondisi ekonomi atau status sosialnya。

Ayah dari Soedarsono berusaha琼脂ia menjadi anak yang ngangkat dhuwur mendhem jero nasab keluarganya,dari yang petani menjadi priyayi。 Dan hal itu terwujud atas bantuan Eyang Sepen,priyayi yang melihat Soedarsono kecil bukan anak biasa。 Maka priyayi memang bukan身分sosial monarki,diturunkan atas dasar keluarga,tapi lebih longgar bahwa semua orang bisa mencapainya,阿塞拜疆人maau mengubah nasibnya sendiri。

Dalam rentang sejarah印度尼西亚yang dinamis,terjadi banyak benturan-benturan ideologis seperti abangan,santri,kolonial,komunisme和dan modernitas。 Umar Kayam回忆录kesemuannya itu dalam keluarga Soedarsono,dari generasi ke genarasi。 达拉姆·哈尔·特塞布(Dalam hal tersebut)乌马尔·卡亚姆(Umar Kayam) Sikapnya yang selalu ditengah-tengah membuat小说ini jauh lebih adil。 Bahwa perubahan adalah keniscayaan,karena perubahan seperti arus yang menghanyutkan。 Siapa yang berpegang dia akan bertahan,siapa yang bimbang dia akan terbawa。

Begitulah Soedarsono Yang ketika pohon nangka di depan rumahnya rubuh。 萨玛·塞佩蒂·马赫卢克·莱恩(Sama seperti makhluk lain)饰演角色:Pola pikirnya sebagai priyayi menganggap nangka itu hidup sama seperti dirinya。 Walau Tak Pernah bersuara,tapa pohon nangka itu telah berkelindan dengan hidupnya。 Menjadi saksi bagaimana keluarganya dibangun,ngang,bermasalah,perubahan-perubahan yang silih berganti,pertemuan datang juga kehilangan。

Pohon nangka yang rubuh di makan usia seolah menjadi sasmita bahwa yang hidup akan pergi。 Ia yang mulai tua juga tak akan luput。 Tapi sama seperti pohon nangka yang boleh saja mati,tapi bagaimana“ semangat” yang tercipta tak akan musnah terbawa。 Ia akan bertahan dan dihibahkan kegenerasi berikutnya。

Dalam pola pikir nilai luhur Jawa,dunia tidak dipandang sebagai yang abstrak,melainkan sesuatu yang kongkrit,sebagai wasilah dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan。 Dunia sebagai suatu numinus antara alam,masyarakat,dan adi kodrati(roh)yang keramat,yang dilaksanakan dalam ritus。 Oleh karena itu,pada hakikatnya orang Jawa memandang bahwa perbedaan antara sikap religius,sikap terhadap alam,serta interaksi sosial itu sesuatu yang melebur bukan parsial。


Serat Centhini sebuah sastra klasik yang menjangkau aspek-aspek多学科:budaya,pendidikan,psikologi,sumberdaya alam hayati filsafat,agama,sosial和dan lingkungan。 Juga bahwa kehidupan sebagai kelindan yang vertikal(pencipta leluhur)dengan yang horisontal(masyarakat,alam,dan lingkungan)。 塞拉特(Serat Centhini)阿拉伯,贾瓦,印度教和伊斯兰教。 Goenawan Mohamad menyebut Serat Centhini sebagai yang tanpa aturan dan tujuan,tanpa kalah dan menang。 Sebab Centhini menyeruakkan kembali yang“ Jawa”,misalnya pertunjukkan Wayang kulit。 Tapi juga yang“阿拉伯人”,Misalnya Salawat,rebana,dan sederet kosakata“伊斯兰教”。

Serat Centhini adalah karya sastra klasik Jawa yang ditulis pada C andrasangkala:Pakso Suci Sabdo Ji ,tahun 1814,atau tahun 1742 menurut kalender Jawa。 Pemrakarsa penulisan kitab adalah Putera Mahkota Kerajaan Surakarta,Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro III atau yang Bergelar Sunan Paku Buwono V. Th。博士。 塞拉特·达拉姆·布兰妮·德·塞拉特·贾波朗和德·塞拉特·詹蒂尼(1933) 达拉姆汉普尔4200哈拉曼对开·丹迪巴吉·门加迪12吉利德,特里·达里·特马·杨·贝里瓦里斯·唐丹·科希杜潘·白杨·拉希尔·丹·杨·巴廷。

Cerita bermula ketika Paku Buwono V,Paku Buwono IV,karena tingkah hidupnya yang dinilai kurang teratur。 Teguran itu membuat Paku Buwono V membuat sebuah perjalanan menjelajah pulau Jawa。 Ia kemudian menunjuk Abdi Juru tulisnya yang bernama RNg。 Ronggostrasno dan dua ahli lainnya untuk membantu yaitu RNg。 Yosodipuro dan RNg。 Sastrodipuro。 Mereka bertiga kemudian terpencar sesuai tugas masing-masing,RNg Ronggosutrasno menjelajahi pulau Jawa dimulai dari Surakarta ke arah utara menuju Banyuwangi,kemudian kembali melalui selatan。 RNg Yosodipuro ditugaskan menjelajah Pulau Jawa dimulai dari Surakarta ke arah utara melewati Anyer dan Banten,kemudian kembali ke Surakarta melalui bagian selatan。 RNg Sastrodipuro memperdalam ilmu mengenai tasawuf。

Serat Centhini memang sesuatu yang menurut Goenawan Mohamad,sebagai pertemuan yang alim dan alami。 Serat Centhini Mengandung apa yang反对sebagai kawruh atau sesuatu yang bukan sekedar pengetahuan,namun juga merupakan kebijakan dengan tujuan hakiki keselamatan dan kesejateraan lahir batin。 229吉利九世圣战纪念组织229。

Sawah wus wiwinih tri praksis

sukur tawekal mot

ping tri panarimanira tanjeh

康·普尼卡·瓦瓦达欣·恩吉尔米

Neng Pethi Upami,圣淘沙名胜古迹

康坦·温尼·达萨尔·普莱西斯

tangeh yen kawahyon

Lir Amanggih Rukmi Kathah Bote

Winadhahan Godhong贾蒂·金

杜克·唐卡

Godhonge jur-mumur。

(塞拉·辛西尼·吉利·十一哈拉曼229)

Kutipan dari salah satu dari 722 tembang di dalam Serat Centhini,yang mengungkapkan bahwa orang-orang yang sudah memperoleh hidayah tak ubahnya sawah yang ditanami tiga jenis biji berupa,yaitusrsyukdan,bertawakal。 Sedangkan orang yang belum memperoleh hidayah bagaikan seseorang menemukan sebongkah emas yang berat kemudian diletakkan di atas daun jati kering,dan ketika diangkat justru menghancurkan daun sebagai位数。

Atau dalam kutipan yang lain,Serat Centhini mengungkap sebuah metafora bahwa suatu ajaran umpama tata cara bersawah,misalnya ketika membajak dengan garu dan waluku sampai kemudian menjadi biji,biji tesebut adalah karun。 Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat -memberikan hasil-,ia perlu diatanam dan Dialiri dengan air。

Umpamane kang sarengat iki

卡迪扬加宁·乌拉·萨瓦

Anggaru Maluku Reke,karya leleranipun,日元wus dadi tumrap kang wiji,wiji pan saking Hyang

Ngelmu aranipun,Mangkana den-tandurana,日元wus dadi lelerannipun sajati,Mangka deng-bayonana。

(Serat Centhini jilih XII hal 268)


Kalau Priyayi dalam Jawa adalah afirmasi akan sebuah identitas sebagai yang“ Jawa”,selain itu juga cerita mengenai perubahan makin gegap terus berlangsung dan silih berganti。 Segala Hal Yang Luhur Menjadi Hal Yang Asing,Tertinggal,Dan Tidak Sesuai zaman lagi。 塞拉特(Sirat Centhini)贾特鲁(Jerat-Arab dan ant antara)印度教伊斯兰教。 Serat Centhini seperti ajaran Jawa yang berpandangan holistik mengenai alam semesta,bahwa pencipta,alam makro(jagad raya),dan alam mikro(alam supranatural)punya keterikatan。

Akhirnya identitas memanglah ditentukan oleh zaman。 Suatu ketika zaman akan berputar,杨·阿辛·肯巴利·门贾迪(baru)。 Namun Bagi Yang Luhur Tak akan Menjadi luntur。