Ada Apa dengan ULID:Orang-orang Lerok dan Dilema Modernitas

“ Kambing adalah teman para nabi。 Sedangkan hutan adalah tempat para orang sakti。

Itu adalah salah-satu kalimat sakti yang berhasil menyihir saya untuk terus mengikuti jejak Ulid hingga halaman yang terakhir。 Meskipun demikian,Tendu saja kita tidak bisa menyamakan Ulid dengan Anne Frank ataupun Petr Ginz,dual sosok anak-anak yang dalam pandangan saya sama-sama memiliki kecakapan mengagumkan dalam mengungkapkan berbagai hal tentang dunia di sekitarnya。 Ulid memang tidak menulis catatan harian sebagaimana dua bocah Yahudi di atas。 Tapi Ulid rajin mendengarkan广播电台,gemar mengarang cerita untuk teman-temannya,dan senang berimajinasi tentang kehebatan-kehebatan:dari mulai kehebatan kambing,Brama Kumbara,pedang ajaib,hingga kengatings hanhungsingka kanhengsingka kanhinga kanhinga kanhinga kanhinga kanhinga kanhinga kanhinga kanhinga dia adalah orang yang taat beragama,hingga perlu menghindari hal-hal敏感性)。

Ada apa dengan Ulid yang nampak begitu dewasa dalam usia anak-anaknya? Pertanyaan seperti ini sebenarnya juga bisa kita ajukan pada Anne Frank dan Petr Ginz。 Setidaknya apa yang terjadi pada ketiga bocah tersebut,terasa sangat kontras kalau kita sandingkan dengan Cinta,Rangga maupun Maura。 Tokoh-tokoh dalam电影Riri Reza itu rasanya tidak pernah tumbuh dewasa,meskipun telah 10 tahun lebih meninggalkan bangku SMA。 Mereka masih saja encer。 Adakah ini berarti bahwa kemiskinan dan keterbatasan-keterbatasan sebagaimana yang disandang Ulid,Anne Frank dan Petr Ginz,mendorong orang untuk menjadi lekas dewasa? Dan Keberlimpahan sebagaimana yang disandang tokoh-tokoh电影Riri Reza itu menjadikan orang tidak pernah dewasa? 恩塔拉。

Yang jelas,Ulid,dala pandangan saya adalah sebuah dilema modernitas,di mana sentralitas peran pasar dengan kredo kompetisi dan akumulasi,adalah keniscayaan yang harus diterima oleh siapapun,orang-orang desa maupun kayakin,orang-orangor。 阿达拉赫wajar kalau两难困境阳diwarnai kekerasan-kekerasan hidup sebagaimana阳ditulis Mahfud,hampir selalu menghadirkan tokoh-tokoh汉达尔seperti ULID,Tarmidi丹Kaswati,红毛猩猩杨堤samping memiliki kedewasaan丹ketangguhan,terkadang juga mempunyai keberanian Hotel详细信息untuk menempuh惹berisiko, sesuatu yang menyerupai perjudian。 Bagaimanapun migrasi dengan prinsip推送并播放seperti yang dilakukan orang-orang Lerok,tidak terkecuali Tarmidi(ayah Ulid)dan Ulid sendiri,adalah bagian dari perjudian yang jamak dilakukan oleh kalangan petani di pedesaankan埃南 Bahkan kalau mau dirunut ke belakang,migrasi seperti itu adalah kisah yang telah berumur tua; sebuah siasat kuno,杨kemudian didramatisir oleh James Scott sebagai salah satu senjata orang-orang kalah。

Karena Itulah,小说inti secara tidak langsung seperti menegaskan pandangan-pandangan kontemporer tentang kehidupan kalangan petani miskin di pedesaan,yang tidak lagi sepenuhnya mengacu pada公式Zola(Earth)dan Pedro Menakak dayupadhanakana dayupahanadénak(未婚妻) ,atau terjerumus dalam kemarahan membabi-buta。 prinsip klasik dan romantis seperti“ mangan ora mangan kumpul”,terkadang memang perlu dipertanyakan kembali:benarkah para petani di pedesaan pernah menganut prinsip ini? Melalui Ulid,Mahfud rasanya seperti sedang menegaskan:jangan-jangan pandangan itu hanyalah konstruksi soalial kalangan elit,termasuk kolonial,demi menghindari kompetisi pasar yang terbuka。

Yang jelas ia menunjukkan kepada kita,bahwa orang-orang Lerok tidak pernah tergoda dengan pandangan romantik seperti itu。 Mereka tidak segan untuk meninggalkan desa dan lahan-lahan pertanian sempitnya,yang dari waktu ke waktu semakin tidak kompetitif di hadapan ekonomi pasar。 Mereka rela menempuh resiko,memasuki kelas yang oleh Guy Standing取消sebagai“ precariat”,马来西亚的dengan menjadi tenaga kerja migran di。 Sebagaimana yang ia catat di bukunya yang terbit pada 2009,konon“ precariat” adalah kelas baru yang tumbuh di era kontemporer,hal yang bahkan tidak pernah di bayangkan Marx,hingga si jenius itu hanya kitrear hanlet melanbelah masyarakat:

前总统亚达拉·凯拉斯·杨·梅瓦达希·卡兰甘·马斯亚拉克特·杨·蒂达克·曼南杜·达拉姆·哈里·卡里尔·佩克尔贾恩·丹·索迪亚尔。 Buruh Migran Adalah Salah satu golongan yang Masuk dalam kelas ini; sebuah kelas yang sangat rentan dan tidak aman,karena mereka bekerja tanpa karir dan jaminan sosial,bahkan juga tanpa identitas sosial yang jelas; sebuah kelas yang diprediksi站立在时代的kontemporer上的阿肯人(jakan menjadi pemicu perlawanan masyarakat)—哈拉扬·赛亚·基拉(lum yangsaya) Kehadiran kelas ini memang dimungkinkan karena adanya蓬勃发展的teknologi komunikasi dan membaiknya基础设施,termasuk adanya revolusi moda transportasi(fenomena低成本承运人dalam penerbangan),卸货,tentu saja,semakin tidakperlota dilota dilota diplotaki ditakaktantankompettan。

苏卡(Suka)Ataupun Tidak,蓬勃发展的pedesaan的teknologi komunikasi dan membaiknya,telah meningkatkan posisi tawar kalangan petani yang hendak menjual tenaganya,baik karena alasan keterdesakan maupun karena alasan lain。 Pengalaman saya bergaul dengan kalangan buruh tani kentang di Dieng杨sebagian besar berasal dari desa-desa di sekitar pepegunungan Sindoro dan Sumbing,setidaknya menunjukkan bahwa mereka kini merasa medilanya phihanak-phija-ja jahh pilihan itu hanya terbatas menjadi buruh tani tembakau di Temanggung atau buruh tani kentang di Dieng。 Kini mereka bisa memilih,apakah maau menjual tenaganya di Dieng,Temanggung,Kalimantan,Sumatera,马来西亚atau bahkan,sebagaimana yang dilakukan Ulid dan orang-orang Lerok。 Lagi-lagi prinsip“ mangan-ora mangan kumpul” tidak pernah dijadikan mantra oleh kalangan petani pedesaan。 Dan,bahkan teori Scott tentang perlawanan diam-diam,juga tidak pernah dijadikan moda kalangan miskin untuk menekan orang-orang kaya。 Apalagi doktrin perlawanan terbuka seperti yang diterapkan oleh orang-orang Zapatista di Amerika Selatan。

Karena Itulah,saya kira,Amri Marzali tidak berlebihan ketika pada suatu kesempatan mengatakan kepada mahasiswa bimbingannya yang menyusun disertasi tentang duka-lara para petani hutan di Jawa akibat eksploitasi yang dilakukan oleh。 Ia dengan enteng menanyakan,“ Kalau memang demikian,mengapa para petani hutan itu tidak berhenti dan pergi meninggalkan pekerjaan saja; Konon pertanyaan itu tidak berhasil dijawab dengan memuaskan。 Sang mahasiswa rupanya telah terjebak ke dalam pandangan romantik,hal yang kemudian oleh Marzali拒绝sebagai“ romantisme antropologika”,sebuah pembelaan membabi buta pada kalangan masyarakak yakanhakaknakenakaknakenakaknakenakakenakakenakenakakakenakakenakakenakakenakakenakakenakenakhaknaknakhaknaknaknakhaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknaknakhaknaknaknakhaknaknaknaknakhaknakenakhakaknaknaknaknh克希杜潘。

Maka,bagi saya,keputusan orang-orang Lerok untuk pergi meninggalkan jubung dan bengkuangnya adalah hal yang masuk akal。 Saya yakin mereka melakukannya bukannya tanpa kalkulasi。 Mahfud memang tidak menampilkan对话对话框Bernas Tentang Petani rasional ala Popkin,阿坎语tetapi secara tersirat saya bisa menangkapnya dari ocehan-ocehan emosional yang disampaikan Kaswati pada Ulid。 Bahwa kepergian bapaknya ke马来西亚adalah sebuah pilihan rasional yang telah dipertimbangkan masak-masak,bukan sekedar kepergian membabi-buta sebagaimana yang dilakukan Cinta pada Rangga ketikasul gal aneh tiyang-tiyang Bahwa kepergian ke马来西亚itu dilakukan,墨西哥setengahnya juga diwarnai dengan untung-untungan,untuk tidak mengatakan perjudian,semata-mata untuk mencari kehidupan yang lebih baik。 Apa yang dilakukan orang-orang Lerok,saya kira berada dalam logika yang sama dengan apa yang daliakukan oleh orang-orang desa di manapun:begitu liat dan fleksibel dalam menyikapi keadaan,sesuatu yang dekat dengan sikap p。 Barangkali itulah mengapa Santasombat menyebut petani kontemporer sebagai是“灵活的农民”。

Justru,menuru saya,Ulidlah yang terkesan terjebak ke dalam apa yang反对Marzali sebagai“ romantisme Antropologika”。 Ia mudah sekali baper(bawa perasaan),丹加洛,ketika menghadapi realitas perubahan yang,kalau meminjam istilah Geertz,seperti“ awan terhimpun,awan membuyar”。 Ia berusaha menghadirkan masa lalu dengan membangun kembali jubung bapaknya。 Ia bahkan berusaha mencari dan menghadirkan kembali bengkuang。 Ia menyusuri hutan dan bukit-bukit yang dulu menjadi tempat favourit bagi kambing-kambingnya。 Bagi kebanyakan orang Lerok,dan saya kira juga orang-orang desa di manapun,sesungguhnya perubahan adalah keniscayaan belaka。 Mereka seperti telah memaklumi terhadap apa yang大唐dan apa yang pergi。 Sikap yang justru tidak dimiliki oleh Ulid,padahal kedua orang tuanya adalah manusia-manusia yang luar biasa tangguh。

Untung saja Mahfud sebagai pengarang tidak terbawa oleh sikap Ulid yang sedikit kenes,meskipun sangat dewasa untuk usianya。 Mahfud tidak membiarkan Ulid berlarut-larut baper dan galau。 Anak itu tidak diangarkan menjadi Sang Pemimpi ataupun Laskar Pelangi。 Ia,pada akhirnya,oleh sang pengarang diringkus,bankan dengan sedikit kejam dan Dramatis(setidaknya karena ia sesungguhnya bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan tanpa tesannyanganangokanganangokanganangokanganangokanganangokanan okan okanan okananokaen angenokalan ora sangkitan keanm ul ankulan ang

泰塔皮·乌利德(Tetapi Ulid)塔塔普拉(Utal)剥削”。 Bahkan,kawan-kawan petani kentang di Dieng,serg mengungkapkannya secara lugas:“ Dadi wong tani kuwe remek,康。”