re

Ini adalah sebuah kisah perjuangan seorang lelaki yang berjuang melawan diare。 Sebuah penyakit pencernaan yang teramat menyakitkan。 Rasa Sakit Tidak Melulu Tentang Fisik,Tapi Juga Hati。 Diare akan membuat lelaki itu berulang kali ke kamar mandi。 Memelorotkan celana luar dan dalam Hingga ke tumit,mengambil sikap jongkok,dan tanpa harus mendorongnya tahi itu阿坎muncrat dengan sendirinya seperti petir-itu pun kalau ia berhasil menahannya hingga ritus terakhir。 Berkali-kali lelaki itu harus melakukan gerakan membosankan,dalam situasi dan kondisi apapun,kalau diare hendak datang maka ia akan datang begitu saja semau-maunya。 Lelaki itu汉普蒂·普塔斯·阿萨·邓甘·孟比亚·潘图·塞拉卢·特布卡·恩图克·塔穆·扬·德·佩尔纳·迪昂丹尼·伊图,巴赫坎·蒂达克·孟古西尼亚·丹甘·奥巴托巴坦—乌萨哈·图塔·德·伯加古纳,迪亚尔·阿坎·塞拉卢·大唐·帕丹卡·塞巴蒂·萨哈里巴特。 Mau tak mau lelaki itu harus menghadapinya dengan gagah berani。 Sok berani sebenarnya: 电子商务网站melalui jaringan Telepon的交易方式。 Lelaki itu harus mendengar ocehan pelanggan tentang paket yang datang terlambat,barang tidak sesuai peanan,hingga penipuan。 Sambil berkeringat di sekujur tubuhnya lelaki itu akan menjelaskan masih dengan intonasi yang sangat halus,kemudian mengakhiri dengan kalimat yang telah ribuan kali diucapkannya。 “ Maaf atas ketidaknyamanan安达。 卡米·阿寒(Kami Akan)segera mengurusnya。 Tapi bahkan prosedur itu belum sepenuhnya dilakukan,lelaki itu seringkali harus kembali ke kamar mandi seraya memutar rekaman tanda telepon berakhir hingga tampak seolah-olah terputus karena masal。 Lelaki itu tak bisa izin pulang,sebab hari itu adalah hari yang sibuk setelah harbolnas yang masih penuh promo beluh promo beluh。

“ Selamat siang。 Ada yang bisa dibantu,Kak?” kata laraki itu seraya menyiapkan untuk memutar rekaman。

“ Saya Ryana Purnama。 Saya memesan小说seminggu yang lalu,tapi barangnya tak sampai-sampai。 Saya trace sudah sampai di kota saya,Entah mengapa…。” Perempuan itu terus menjelaskan secara rinci permasalahannya。 Terkesan terburu-buru seperti tak mau kehilangan banyak pulsa,atau memang ia tengah sibuk,lelaki itu tak tahu。 Yang lelaki itu tahu bahwa ia tak asing dengan nama dan suara yang berada di saluran telepon miliknya。 Di seberang sana,elelaki itu meyakini suara itu berasal dari perempuan yang dicintainya dulu。 Bahkan Hingga Sekarang,Ketika ia tengah Diserang diare berat。 Tiba-tiba lelaki itu。 Tanpa memperdulikan betapa janggalnya mitos untuk menahan tahi keluar,ia menggapit ganggang telepon di antara pundak dan telinganya,tangan kanannya menggenggam kuat sebuah tipe -x ,sedangkan kanememakranak ekangya kulenya sageluslngelus- Dan kini keringat yang mengucur bukan hanya datang dari diare yang ditahannya,tapi juga karena perasaan campur-aduk yang merundungnya。

Perempuan itu adalah yang mengenalkan kepada lelaki itu arti cinta yang sebenarnya。 Cinta murni。 Cinta tanpa embel-embel。 Yang bahkan ketika orang yang kau cintai tengah berbaring tanpa mengenakan pakaian sehelaipun,kau tak bernapsu menidurinya,kecuali bahwa dia yang memintanya。 Dan lelaki itu tersadar,dari sekian banyak wanita yang ditidurinya,hanya perempuan itu yang sangcamup menyentuhnya dengan perasaan semacam itu。

Lelaki itu bingung,达坤昆班邦(Tel Kunkung Menyambung)

玛斯? 晕了吗?”

Lelaki itu bisa mencatat nomornya untuk kemudian diteleponnya nanti di rumah,tidak di saat tahinya memberontak untuk keluar seperti ini。 Tetapi lelaki itu menyangkal dirinya sendiri bahwa,ada sesuatu hal yang berbeda jika ia meneleponnya nanti。 伊妮·阿达拉·佩塔达·达里·图汉; ia didatangkan padaku pada momen yang tak terduga,bukan karena sesuatu yang sengaja kubuat,maka aku harus membalas dengan cara yang tak terduga pula, batin lelaki itu。

“ Iya maaf,Kak。 Saya masih di sini,” kata lelaki itu,masi dengan intonasi yang sangat halus,“ saya masih di sini menunggumu,Rya。 Masih mencintaimu。”

“啊? Maksudnya? 马夫,蒙金·安达·萨拉赫……”

“提达(Tidak),阿库提达(al Tidak)萨拉赫(orang)。 Kamu adalah Ryana Purnama。 Apa kau tidak mengingat suaraku吗?” kata lelaki itu,“ aku rin…”。

Telepon itu ditutup,tidak sampai lelaki itu memperkenalkan dirinya,tidak sampai menamatkan kalimat rindu kepada perempuan itu。 Barangkali perempuan itu sudah tahu,Yang dengan alasan apapun kemudian sekonyong-konyong menutup teleponnya Setelah telepon itu berakhir dengan suara krak,dengan bunyi“ tut” berulang kali yang tak dibuat-buat,tahi yang ditahan lelaki itu akhirnya keluar。 Mengotori celana luar dan dalamnya,memalukan,sekaligus menjijikkan。

Lelaki itu dipecat,sebab semua percakapan diawasi dan hal semacam itu telah melanggar kode etik komunikasi dengan pelanggan。 Semua orang tahu itu。 Namun bukan itu yang membuat lelaki itu marah。 Adalah ketika lelaki itu menyadari bahwa kerinduan itu tak ubahnya seperti diare,yang terkadang ketika kau tak bisa menahannya,ia akan menimbulkan kekacauan:mengotori celana luar dan dalammu,memalukan,sekaligus menjijik。